Secret Love Affair

Secret Love Affair
21


__ADS_3

"sayang tidur disini aja yah, please" ucap zyan memohon pada nena yang akan beranjak dari rumah zyan


"nggak biasa zyan, mesti pulang kamu tahu sendiri kan tadi aja mau alasan buat lembur susah Banget ngeyakinin satrianya" nena mengelus lembut kepala zyan " aku pulang yah?" ucap Nena yang mulai beranjak


"entar dulu sayang, aku masih angen, sini peluk dulu" zyan melebarkan kedua tangannya agar nena mau melangkahkan kakinya untuk mendekati dan memeluk zyan yang Kini telah berdiri


"orok Sodong manjanya kelewatan deh!"


"gak pa-pa, kalau bisa ya orok mu ini kasih ***** sekarang" ucap zyan yang mengelus rambut Nena


zyan mendudukkan nena di sampingnya dengan tatapan manisnya ia menaik turunkan kedua alisnya


"sayang aku boleh tanya nggak?"


"zyan, sejak kapan sih nanya pake acara nanya lagi, noh lihat udah malem kalau nggak penting aku mau pulang sekarang zyan!" nena menunjukkan jam dipergelangan tangannya

__ADS_1


"iya bentar, sayang" zyan mengelus punggung nena "sayang?"


"ehhmm"


apa kamu senang satria kasih kamu hadiah mobil?"


"senang emang kenapa? aneh deh nanyanya"


"kalau aku kasih rumah dengan harga fantastis kamu mau kan pilih aku dan pisah sama satria" zyan menampilkan wajah sedih dan memelasnya pada Nena


Nena menggenggam kedua tangan zyan,


zyan tertunduk lemas, ingin sekali ia untuk melepaskan ikatan pernikahan antara nena dan Satria, meski dengan cara apapun bahkan dengan cara licik sekalipun, tapi apa dayannya jika ia bisa menyakiti hati Nena dengan cara memaksakan nena untuk berpisah secara cepat sesuai keinginannya, perlahan tapi pasti karena untuk mendapatkan cinta nena seutuhnya ia harus lebih berusaha dan bersabar


Nena berdiri didepan cendela kamar zyan, melihat keramaian kota dari atas kamar itu, menerawang dalam heningnya malam

__ADS_1


"aku butuh belaian yang lebih dari cara satria memperlakukanku sekarang,,hikss,,hikss


apa salah aku menempatkan kamu zyan sebagai orang yang tersakiti saat ini, aku tidak memaksamu dalam situasi sekarang ini, kamu bisa pergi jika kamu mau..?"


"please sayang jangan bicara seperti itu, aku tidak akan pergi kemana pun dan kapan ku itu, aku akan selalu berada disampingmu" zyan memeluk tubuh nena dari belakang


"datanglah padaku nena, aku berjanji akan memberikan kebahagiaan dan kenikmatan yang lebih dari caranya yang dia berikan padamu kapanpun yang kamu inginkan" zyan menenggelamkan wajahnya pada pundak nena


"sayang maafkan aku" zyan mengusap aif mata yang membasahi pipi kekasihnya itu "jangan nangis sayang, aku nggak bisa maafin diri aku sendiri kalau kamu bersedih seperti ini


"maafkan aku zyan, hikss.." tangis nena semakin pecah dipelukan zyan


andai dulu zyan bisa mengontrol nafsunya dengan wanita lain mungkin keduannya sudah menikah saat ini, namun sayang nena yang terlalu bersedih dengan luka yang zyan tancapkan dulu lebih memilih untuk melupakan cintanya kepada zyan dengan cara menikah dengan satria meski ia tidak bisa memungkiri kalau dirinya sekarang ini sangat amat egois untuk memiliki hati dua lelaki sekaligus yang sudah menyimpan rasa cinta untuknya


zyan kekasih masa lalu dan masa depannya yang sama sekali nena tidak bisa untuk menjauhinya karena nena merasa zyan lah yang bisa memberinya kehangatan dan kenikmatan dalam hal memuaskan nafsunya

__ADS_1


dan Satria dia adalah suami masa depannya, seorang lelaki yang menjadi imamnya, yang mempunyai hak lebih terhadapnya, nena sama sekali tidak ingin berpisah dengan satria karena Satria begitu peduli dan sabar terhadapnya, andai satria yang melepaskannya terlebih dahulu mungkin nena akan menerima keputusan itu.


ya Robb, kenapa dilema besar ini harus menimpaku, aku tidak bisa memilih, aku egois, hiks..hiks...


__ADS_2