
Nena melangkahkan kakinya keluar rumah tina setelah kunjungannya menemui sahabat sekaligus mamah muda itu, ya 3 hari yang lalu saat dirinya berada dikampung halaman ibu kandungnya, tina memberi kabar jika dirinya sudah melahirkan dan berganti gelar dengan sebutan mamah muda usai melahirkan keano syaputra, seorang bayi lelaki yang mungil.
drtt..drrtt..
ponselnya bergetar kala dirinya masuk kedalam taxi online yang sudah ia pesan saat dirumah Tina.
dilihatnya beberapa panggilan yang tidak sempat ia jawab, saking larutannya ia berbincang dengan tina,
√ aku ingin bertemu, hanya untuk hari ini saja √
sebuah pesan dari nomor baru, nena bisa melihat siapa pengirim pesan itu dari caranya menulis
√ ya √ jawab singkat nena
√ cafe bramsta, aku menunggumu √
pesannya lagi
nena memasukkan kembali ponselnya kedalam tas Selempang berwarna coklat mudanya. Nena mengambil sebuah kotak yang belum sempat ia kembalikan pada pemiliknya. ditatapnya kotak yang berisi diamond berharga fantastis, nena tahu seorang pria mana yang akan memberikan sesuatu yang amat fantastis jika pria itu tidak menyimpan perasaan yang begitu dalam padanya.
sopir memberhentikan mobilnya disebuah cafe yang sudah nena sebutkan padanya
setelah mengucapkan terimakasih, dan membayar tarif nena melangkah pasti untuk menemui seseorang yang mengirimkannya pesan.
__ADS_1
menaiki tangga tiga tingkat, pintu otomatis cafe terbuka saat dirinya memasuki cafe, cafe yang pernah menjadi saksi seseorang melamarnya, melamar dirinya dengan penuh rasa cintanya, penuh dengan kesungguhan namun harus berakhir menelan pil kepahitan.
seorang pria tampan berumur 28 tahun melambaikan tangan padanya, dengan baju putih polos dan celana jeans coklat menjadi daya tarik tersendiri untuk pria yang mulai tersenyum manis pada Nena. masih jelas dalam benak nena warna baju dan celana yang dipakai pria itu adalah warna yang pernah ia sebut2 sebagai warna favoritnya, warna yang ia katakan akan sangat pantas jika zyan yang memakainya, ya disana zyan bangun dari duduknya untuk menghampiri nena yang ragu untuk melangkahkan kakinya lebih dekat lagi dengan zyan.
"terimakasih sudah datang!" saat zyan mendekati nena dan menuntunnya untuk duduk berhadap dengannya
nena membalas dengan senyumnya
"1 orange jus dan 1 kopi" ucap zyan melirik pada nena, zyan Sangat hapal minuman kesukaan Nena saat bersama dengan dirinya
"bagaimana keadaanmu ne..na!" ucap zyan canggung
"baik" singkat nena tanpa menoleh pada zyan, ia sengaja menjauhi tatapan zyan beralih menatap pelayan yang tengah meletakkan pesanan mereka
nena menahan air matanya,,ia mencoba mengalihkan pendengarannya dengan menatap minuman didepannya dan mulai meminumnya.
diam nena membuat zyan berfikir keras, ia tahu nena masih bersikukuh dengan pendiriannya, dengan keinginannya agar dirinya menjauhi Nena serta pernikahannya. semakin memantapkan dirinya untuk pergi jauh dari kehidupan Nena.
"aku akan pergi jauh" ucap zyan tiba-tiba
"uhukk..uhukk.." Nena terbatuk kala orange jus yang masuk kemulutnya belum sepenuhnya masuk kedalam kerongkongannya
kamu seharusnya senang Nena, bukankah ini yang kamu inginkan, bukankah kamu ingin zyan pergi dari kehidupanmu dan membiarkan dia bahagia dengan masa depannya?
__ADS_1
"aku akan pergi dalam waktu yang lama! aku minta..berbahagialah dengan pernikahanmu. Aku mencintaimu Sangat mencintaimu Nena, maafkan semua keegoisanku karena selalu memaksamu untuk ada didekatku. saatnya kamu bahagia na, aku akan mencoba untuk melupakanmu tapi jangan pernah berharap aku akan melupakan berapa besarnya cintaku padamu!!!" pandangan zyan terarah kelangit2 cafe matanya menahan anak mata yang akan jatuh tanpa diminta.
nena kini menatap zyan air matanya sudah tidak sanggup lagi ia bendung "aku tidak akan memintamu lagi untuk mengapus rasamu terhadapku, itu hakmu biarkan waktu yang menjawab. Aku yakin suatu saat nanti, kamu akan mendapatkankan cinta sejatimu hingga saat itu tiba perlahan rasamu terhadapku akan memudar. berbahagialah zyan..!!!"
zyan tersenyum menanggapi ucapan nena
Nena mengeluarkan kotak pemberian zyan memberikanya pada pemiliknya.
zyan menatap kotak kecil itu dan beralih menatap nena "jangan pernah kembalikan ini padaku" zyan mengulurkan tangannya menuntun kotak itu kembali ke Nena
"aku tinggal lantas mendapatkannya zyan" ucap Nena
zyan dan nena bermain tarik ulur, sampai pada tangan zyan menggenggam tangan nena yang tengah menggenggam kotak kecuali itu
"anggaplah ini sweet memories dariku untukmu! aku mohon" ucap zyan tersenyum manis "pakailah saat kamu mengingatku!" tegasnya
nena mengangguk, melepaskan tangannya dari genggaman tangan zyan dan berdiri dari duduknya ia anggap pertemuannya dengan zyan telah usai "maaf zyan aku harus segera pulang!"
"biarkan aku mengantarmu na"
"terimakasih, maaf taxi ku sudah menunggu" tolak halus Nena
zyan menarik nafas panjang dan menghembuskannya kasar, ia menatap kepergian nena yang semakin menjauh dari dirinya.dari kajauhan yang terlihat hanya punggung wanita yang ia cintai, wanita yang akan terus ia rindukan, cinta dan rindu yang tidak akan ia dapatkan dari perempuan manapun sesuai janjinya, hanya nena dan Nena.
__ADS_1