Secret Love Affair

Secret Love Affair
17


__ADS_3

sudah hampir setiap hari satria menghabiskan waktu malamnya dikantor, malam sunyi menemani dirinya dan dua rekan kerjanya yang tengah lembur itu


"gue jabut yah, dah beres nih kerjaan" ucap fahmi rekan kerja satria


"ok duluan aja, nanggung dikit lagi nih" ucap satria yang masih tetap fokus memandangi layar laptopnya


"pit, Lo mau bareng gue nggak" tanya Fahmi yang mendekati meja kerja pita


"duluan aja gue juga lagi nanggung nih" jawab pita


"ya udah gue duluan yah!" ucap fahmi yang melambaikan tangan pada kedua rekan kerjanya,


"ya!!" jawab pita dan Satria bersamaan


ruangan itu sunyi, hanya suara dentikan hujan yang membuat cuaca malam semakin dingin


sampai terdengar suara satria yang menelpon sang istri membuat pita mengurungkan niatnya untuk mendekati satria


"assalamualaikum bambak" ucap satria setelah mendengar suara nena dari ujung telepon


"waalaikum salam bang"


"lagi dimana sayang, kok berisik" tanya satria


"aku lagi cari bahan makanan bang, stok dirumah udah abis"


Satria melihat jam ditangannya menunjukkan pukul 8.30 malam, membuatnya merasa khawatir terhadap istrinya


"sayang kamu bisa nunggu aku, besokkan weekend, kita bisa belanja bareng!"


"ah maaf bang besok aku masuk kerja, bang Pulang jam berapa sekarang?"


"jam 10 sayang, kamu hati2 yah dijalannya"


"iya bang, assalamualaikum"


"wa'alaikum salam"


satria menghempaskan nafas beratnya ketika mendengar istrinya yang harus bekerja dihari Minggu, padahal ia berharap besok adalah hari khusus yang ia impikan untuk bersama istrinya, satu hari namun ia anggap bermakna, mengingat dirinya ataupun Nena yang sibuk dengan pekerjaan masing-masingnya


"satria..."


suara pita membuayarkan khayalannya

__ADS_1


"ehmm"


"kamu denger aku kan satria?"


"ia ada apa?" kini pandangan keduannya bertemu


pita mengambil kursi untuk bisa duduk disamping satria


"jangan bilang kalau kamu lagi jauhin aku yah?"


"ngomong apa sih pit?" satria berdiri dari duduknya


"tapi Satria, dengeri------


tanpa mendengarkan pita yang terus saja berbica satria langsung memakai jas yang ia letakan di punggung kursinya


"dengerin aku dulu dong satria!"


Dengan berjalan sedikit cepat satria meninggalkan nena yang sedang berteriak


"kami harus tahu satria istri yang kamu sayangi dan kamu banggakan itu udah berselingkuh dengan zyan"


degg


"jangan pernah menjelekkan nena dengan mulut busukmu itu!"


byaaaar...


hendak memberi senapan pada Satria untuk mempercayai ucapannya bahkan untuk meninggalkan nena agar bisa menjalin kasih lagi bersamanya tapi sayang Satria terlanjur memberikan tembakan pistol yang mematikan hati dan perasaan pita.


"brengsek" teriak pita saat punggung satria tak terlihat pandangannya lagi "aku nggak akan biarin kamu Nena untuk miliki hati zyan ataupun satria, aarrrrgh" sarkas pita


--------


"satria yang nelpon?" tanya zyan dingin


"iya, kenapa cemburu yah, hehe" goda Nena


"nggak tuh"


"cieee, yang cemburu mau aku obatin cemburunya?" nena mendekati zyan yang tengah melajukan mobilnya itu


cupp,,,satu kecupan dibibir zyan, tidak mel*mat hanya kecupan yang amat menggoda untuk zyan

__ADS_1


cekittt..


zyan mengerem mobilnya mendadak,


"kok berhenti disini zyan?" zyan memberhentikan mobilnya ditempat yang lumayan sepi


"salah siapa kamu goda aku"zyan menghadapkan pandangannya pada nena, sebuah ciuman mendarat dibibir Nena,


zyan mel*mat habis bibir kekasihnya itu memposisikan kursi mobil yang tengah nena duduki, kini nena telentang bersiap mendapatkankan beribu cumbuan dari zyan,


"arrrgggh zyaaaan" desah nena saat zyan tengah memainkan jari tangannya dibibir bawah milik nena, nafas nena terengah saat mendapati dirinya sudah mencapai kenikmatan dunia itu.


tidak tinggal diam zyan melahap gundukan nan menawan milik nena yang telah ia buka seluruh kancing baju itu, menjilat dan meremas, sesekali zyan menatap wajah nena yang penuh dengan ekspresi menggairahkan


"jangan zyan" ucap parau nena ketika bibir zyan akan membuat kissmark disana


zyan tersenyum dan mencium bibir nena dengan satu kecupan" rapikan bajumu sayang!"


"apa kamu marah zyan?" nena melihat raut wajah tidak bersahabat dari kekasihnya itu


"tidak, aku antar kamu pulang sekarang!"


"apa kamu tidak ingin melanjutkan zyan, lihat benda mungil ini tengah mengeras" goda Nena, ia terkekeh memegangi kejantanan zyan


"jam berapa suamimu pulang?"


zyan seolah mengabaikan pertanyaan Nena


"jam 10, kenapa?"


"aku mau melanjutkan tapi diapartemenmu!"


zyan berbicara tanpa melihat ekspresi pada wajah Nena yang berkeringat tanda syoknya mendengar ucapan zyan


nena terdiam dalam kebingungannya


"haha, aku bercanda sayang, mana mungkin aku mau mengeluarkan benih cinta ini disana"


"zyaaaan.." nena mengklitiki pinggang zyan,


"iya..iya.. sayang ampun, udah ikkhh aku lagi nyetir nih!"


"jahat yah candaannya" nena memeluk lengan zyan erat sampai depan apartemennya.

__ADS_1


sebuah hal yang selalu zyan benci ketika dia harus mengantarkan nena ke apartemennya, sama halnya dengan berpisah dengan nena dan sama dengan menyerahkan nena pada suaminya satria yang membuat zyan tersiksa dengan kenyataan pahit itu.


__ADS_2