Secret Love Affair

Secret Love Affair
44


__ADS_3

sudah lebih dari satu Minggu Nena menginap dirumah bibinya, tidak banyak yang Nena lakukan disana, sesekali Nena membantu bi Sumi mengenai pekerjaan dapur itu pun dengan nena memaksa bi sumi, karena menurut Bi Sumi nena tetaplah tamu yang tidak boleh untuk mengurusi urusan dapurnya.


sesekali Nena memasak untuk bi sumi dan mang Aziz, dan disetiap itu juga masakannya selalu dipuji nikmat.


nena memanfaatkan momen pulang kampungnya untuk ziarah ke makam ibu kandungnya yang tak jauh dari belakang rumah bibinya sekedar untuk melepas rasa rindu sedari dulunya.


kini nena tengah berada di samping makam alm ibunya setelah tadi mang Azizah melapalkan doa ziarah bersamanya dan mang aziz meminta izin kerumah terlebih dahulu karena mengetahui kebiasaan keponakannya itu setelah ziarah yang sering berbincang diatas pusara ibunya.


nena mengusap batu nisan diatas pusara itu


"assalamualaikum ibu" ucapnya lirih "nena selalu kangen dan rindu sama ibu" nena menitikkan air matanya "ibu tahu? nena sudah menikah dengan bang satria dia pria baik sebelum nena mengenalnya lebih jauh..maaf nena belum sempat membawa dan memperkenalkannya pada ibu,hehe maaf yah Bu Nena selalu memutar ucapan ini, karena hanya ibu yang Nena percaya!" ucapnya terisak dan sesekali tersenyum mengingatkan rumah tangganya yang bertahan seumuran jagung


"nena juga hampir punya anak Bu, nena kira nena blum siap tapi setelah kehilangan calon bayi Nena lebih tidak siap lagi Bu!" Nena mengusap air mata di pipinya "apa nena egois Bu? apa memang semua ini pantas nena dapatkan karena memang semua kesalahan Nena Bu?


"nenaaaaaaaa" teriak bi sumi dari belakang rumahnya nenapun melambaikan tangannya tanda dirinya mendengar panggilan bibinya

__ADS_1


"nena masuk kedalam rumah dulu ya Bu, assalamualaikum ibu! nena meninggalkan pusara ibunya dan melangkah perlahan kerumah bibinya


setelah dekat bi sumi berbicara sedikit berbisik pada Nena


"na, didepan ada irgi pengen ketemu sama kamu katanya" ucap bi sumi


"irgi siapa bi?" tanya nena sedikit mengkrinyitkan keningnya


"walah iye bocah udah lupa yah?" bi sumi menggeleng2kan kepalanya "itu irgi temen masa kecil kamu sama Lala yang waktu kecil suka selipin bunga matahari disela2 rambut sama telinga kamu!" bi sumi mencoba mengingatkan Nena


nena menerawang memikirkan ucapan bibinya "astaga bi, irgi si empos itu yang putih anak pak lurah yang suka naikin kerbau disawah itu bi? tanya nena


dan nena pun ber O ria


"ngapain bibir tuh udah kaya donat" ucap bibi keduannya pun cekikikan bersama "udah sana samperin!" titah bi sumi

__ADS_1


Nena berjalan keruang tamu setelah tadi dirinya membersihkan tangan dan merapihkan rambutnya yang acak-acakan karena terpaan angin dimakam ibunya.


nena memperhatikan punggung seorang lelaki yang kini tengah terduduk dikursi rotan halaman depan rumah lewat cendela ruang tamu.


"assalamualaikum" sapa nena


"wa.. Alaikum salaaaam" irgi memperhatikan lekat nena dari ujung rambut hingga ujung kaki


"idiih nggak sopan banget" ketus Nena


"eh..eh, maaf maaf? kamu benar Nena, nena yang waktu kecil sering naik kerbau bareng aku dan lala disawah? tanya irgi seolah tidak yakin dengan makhluk ciptaan Tuhan yang tengah berada didepannya itu


"bukan deh kayanya" ketus Nena


"iya, iya ternyata ini memang bener kamu na, soalnya ketusnya nggak ilang sampe sekarang, hahaha" tawa irgi

__ADS_1


"maaf, maaf nggak lucu yah" ucap irgi memainkan kedua alisnya naik turun


nena masih diam tidak menanggapi ucapan irgi, irgi menatap lekat wajah nena, ada yang tidak asing bagi irgi ketika menatap wajah cantik nena.


__ADS_2