
"Satria pamit ya yah? kalau ada kabar dari Nena tolong hubungi satria" ucapan satria sembari menciumi punggung tangan ayah nena.
"iya, kamu hati2 yah nak pulangnya, ini sudah larut malam!" ucap ayah
"iya yah assalamualaikum" pamit satria
"wa'alaikum salam" jawab ayah nena
sudah sebulan berlalu semenjak kepergian nena dan sudah beberapa cara satria tempuh untuk mengetahui dimana keberadaan nena istrinya, dimulai dari pulang kerumah nena setiap malam usai ia bekerja, dengan harapan sang istri akan pulang kerumah orang tuanya, karena satria bingung harus mencari nena kemana lagi, karena semenjak dirinya menikah dengan Nena, Nena tidak pernah membawa dirinya berkunjung ketempat sanak saudaranya. Ditambah dengan ayah nena yang selalu diam saat dirinya menanyakan keberadaan istrinya itu.
"ya Allah, kenapa ayah mertuaku seakan mencoba menutupi keberadaan istriku" lirih satria didalam mobilnya
*******
sidang kedua perceraian antara satria dan Nena akan segera dimulai, satria sudah mondar mandir didepan ruang persidangan itu, berharap nena dan pengacaranya akan datang berdampingan, namun perkiraan satria gagal lagi, karena yang ia lihat hanya pengacaranya saja yang datang untuk mewakili istrinya Nena.
ketukan hakim bergema diruangan persidangan pertanda sidang kedua telah usai dan hakim memutuskan untuk mengadakan sidang Kembali 2 Minggu mendatang.
satria menghampiri pengacara nena yang bertubuh gembul bernama pak tio itu hendak melangkah keluar dari ruang persidangan dengan segera Satria menghampirinya bermaksud untuk menanyakan perihal istrinya
"maaf pak tio boleh saya menyita waktunya sebentar?" tanya satria
"ya ada apa pak Satria?" jawab pak tio
"bagaimana keadaan nena istri saya pak?"
__ADS_1
"oh ya ibu nena sehat pak!"
"saya mohon pak beritahu dimana keberadaan istri saya saat ini?"
"mohon maaf pak itu sudah menjadi privasi klien kami, jadi sesuai permintaan ibu nena kami tidak biasa memberi tahukan pada siapapun?"
sudah beberapa kali satria mencoba untuk menggali informasi dari pengacara nena tapi tetap saja pak tio tidak memberikan informasi yang satria inginkan
pak tio melangkah meninggalkan satria
"bagaimana kalau bapak menjadi diri saya?!" ucap Satria menghentikan langkah kaki pak tio dan satria melanjutkan kata-katanya "menjadi seorang suami yang digugat cerai oleh istri yang cintainya dan saat anda ingin menjelaskan semua kesalahpahaman yang ada istri anda mencoba untuk menghindar, dan semua orang bungkam mengenai istrinya itu" Satria menahan kesabarannya
pak Tio Kembali membalikkan badannya dan melangkah menghampiri Satria yang tidak jauh darinya
"maaf saya hanya ingin menjaga privasi klien saya" pak tio menepuk nepuk kecil pundak satria
"terima kasih pak tio, informasi itu sudah cukup untuk saya, terimakasih pak" satria tersenyum manis pada pak tio dan berlari menuju mobilnya
*******
"makasih udah mau datang adek kakak ini" ucap zyan menyalami azi adik nena yang baru Saja datang disebuah cafe yang mereka berdua janjikan
"iya kak ada apa?" tanya azi
"zi, kak zyan udah berusaha untuk mencari kak nena tapi hasilnya masih nihil, kami mau bantu kakak zi?"
__ADS_1
"bantu Apa kak?"
"kasih tahu keberadaan kak nena sama kak zyan!" ucap Zyan tersenyum "sebagai imbalannya kamu boleh milikin salah satu dari motor ini?" zyan menyodorkan ponselnya dengan layar yang berisi berbagai jenis motor?"
azi menatapnya dengan tatapan memukau, tapi haruskah ia mengorbankan kakaknya untuk mendapatkan motor yang selama ini menjadi incarannya?
"wah, maaf kak motornya sih azi mau, tapi untuk dimananya kak nena azi kurang tahu?" jawab Azi
"Azi kita udah kenal lama loh, mata azi tuh udah nggak bisa bohong lagi sama kak zyan!"
azi menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"gimana yah kak?" ucapnya
"udah kasih tahu aja, tar motor kak anterin sampe rumahmu!" tegas zyan
zyan mendengarkan dengan seksama informasi yang azi ceritakan mengenai Nena
"nah gitu kak, azi juga cuma denger pembicaraan ayah dan kak nena lewat telpon doang!" jelas Azi
zyan tersenyum senang mendengar penjelasan dari azi, ia sudah tahu dimana sekarang keberadaan nena kekasihnya.
"ini uang buat kamu!" zyan menaruh 5 lembar seratus ribuan dimeja depan Azi " kamu suka warna merah, besok pasti motor itu sudah nyampe depan rumah kamu!" zyan menepuk pundak Azi
zyan bergegas melajukan mobilnya, dengan berbekal informasi dari azi ia sangat optimis untuk segera bertemu dengan nena.
__ADS_1
azi tercengang dengan uang yang zyan letakkan diatas mejanya , blum lagu sebuah motor yang telah zyan imbalkan untuknya
"kak nena maafkan Azi yah?" batin azi