Secret Love Affair

Secret Love Affair
68


__ADS_3

Pita dengan segera menghampiri Satria yang tertidur di bawah lantai ia berjalan perlahan karena pecahan-pecahan botol kaca yang berserakan. Sebelumnya ia meminta anaknya Aulia untuk duduk di sofa menunggu dirinya dengan alasan ingin membangunkan papanya Satria.


"mas..mas bangun mas.." pita mencoba menggoyang goyangkan tubuh satria


perlahan satria membuka kedua matanya "Nena Apa kamu sudah berubah pikiran? kamu datang nena..?" Satria memeluk pita dengan erat ia menyangka pita adalah Nena yang ia rindukan.


"mas sadar mas..aku bukan nena!" pita mencoba menyadarkan Satria ia hendak mengambil air untuk membasuh wajah Satria yang ada di atas nakas namun tangannya langsung ditarik oleh Satria.


"Jangan pergi nena,, Cupp..!" Satria mencium bibir pita ia mel*matnya.


"Aku memang ingin kamu perlakukan seperti ini Satria tapi dalam keadaan kamu sadar bukan sedang mabuk seperti ini, aku memang yang kamu cumbu tapi pikiranmu kini hanya ada Nena bukan aku!" batin pita ia menangis seperti perlakuan satria padanya.


bugghh..


pita menghempaskan tubuh satria untuk berhenti mencumbu dirinya. Pita mengambil air diatasi nakas, ia membasuh sedikit demi sedikit air itu dengan jari2nya kewajah Satria

__ADS_1


"sialan.."berani sekali kamu siram aku!" sarkas satria, kesadarannya sedikit menyadari jika ada seseorang yang tengah berdiri dihadapannya


"bangun mas.." pita membopong tubuh Satria membantunya untuk berbaring di ranjang "sebesar inikah rasa cintamu pada nena?" batin pita


Sebagai wanita yang mengenal satria dengan baik, pita tidak pernah melihat satria sehancur dan sekacau saat ini, Satria dikenal dengan sosok pria yang baik dan dewasa yang tidak pernah mengenal alkohol bahkan rokok pun tidak pernah ia hirup sebelumnya, namun saat ini pita seperti bukan melihat sosok satria yang ia kenal.


Pita membuka sepatu satria satu persatu, ia menyelimuti tubuh satria. Pita melangkahkan kakinya keruang tamu, pita menatap Aulia yang juga sudah tertidur disana. Pita tidak mau membuat Auliani kecewa karena Aulia yang belum berbincang dengan satria, pita memilih untuk menginap iapun sangat mengkhawatirkan keadaan satria, pita membaringkan tubuh Aulia dikamar sebelah kamar satria, iapun tertidur di samping Aulia.


****


"Nena.. " tina membukakan pintu rumahnya, ia mendapati nena tengah menangis tina pub segera memeluk tubuh sahabatnya itu"kamu kenapa?" tina menuntun nena masuk kedalam rumahnya.


"apa mas Wisnu ada..?" nena tidak ingat jika suami dari sahabatnya itu sampai mendengar apa yang akan ia ceritakan pada tina.


"mas Wisnu blum pulang, dia akan pulang malam" jelas tina "ceritakanlah apa yang terjadi?' tanyanya penasaran

__ADS_1


"zyan pergi tin, zyan pergi..!" Nena terisak dengan ucapnya


"untuk apa kamu menangisi zyan na? bukankah kamu sudah bersama satria sekarang?" pita mencakup ke-dua pipi nena memastikan jawaban apa yang akan sahabatnya itu ucapkan.


"apa aku salah tin dengan perasaanku ini, apa aku salah?" nena meninggikan suaranya


"apa kamu mencintai satria dan juga masih mencintai zyan na? jawab aku na??"


nena mengangguki ucapan sahabatnya itu "jatuh cinta bukanlah sebuah kejahatan tin, aku tidak bisa membodohi perasaanku sendiri" Nena semakin terisak dengan ucapnya.


tina menggeleng gelengkan kepalanya, rasa tidak percaya Nya dengan apa yang nena ucapkan didepan mata kepalanya sendiri "sadar na kamu harus sadar kamu tidak bisa memiliki mereka berdua dalam waktu yang bersamaan!"


"aku tahu tin, perkataaanmu memang benar..aku tidak bisa memiliki mereka berdua dalam waktu yang bersamaan" nena menghapus air matanya "dan memang jika aku tidak bisa memiliki keduanya, maka akupun tidak bisa berada diantara salah satu dari mereka." tegas nena ia berusaha menegarkan hatinya


Tina menganga, ia menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya "maksudmu apa? jangan katakan jika kamu juga akan berpisah dari satria!" tina merasa syok karena keputusan yang nena ambil terlalu cepat, ia tidak pernah tahu menahu jika perselingkuhan temannya itu akan berakhir dengan perpisahannya dengan suami sahnya satria.

__ADS_1


__ADS_2