Secret Love Affair

Secret Love Affair
31


__ADS_3

"apa yang sebenernya terjadi dengan Nena" tanya satria pada zyan keduanya tengah terduduk di ruang tunggu depan ruangan Nena


"aku tidak tahu pasti, tapi aku yakin ini semua ada hubungannya dengan pita, bukankah dia mantan istrimu?" tanya zyan dengan sorot mata tajam


"diam kau?" sarkas satria yang mulai tersulit emosi


"kamu tidak bisa menyembunyikan hal itu dariku, apa kamu menikahi nena juga ada hubungannya dengan pita" zyan meninggikan suaranya


bughhh


satu hantaman mendarat di wajah Zayn,


zyan tersenyum dan menyeka darah diujung bibirnya itu, dan melangkah untuk membalas pukulan satria


" hentikan!!" teriak seorang pria bayah itu yang tidak lain ayah nena "kalian berdua sudah tidak waras, ini rumah sakit, kenapa Kalian bertengkar disini?!"


"maafkan saya pak, tadi hanya kesalah pahaman" ucap zyan mencium punggung tangan ayah nena


"pulanglah zyan, ada kami yang menunggu nena" ucap ayah nena dan zyan mengangguki ucapan ayah nena dan langsung melangkahkan kakinya, manik matanya menatap perang pada satria.


Satria mematung memahami pemandangan didepannya itu, meminta penjelasan bagaimana ayah nena mengenal zyan? fikirannya melayang mengingat ucapan pita yang mengatakan kalau nena mempunyai hubungan dengan zyan


"satria ayo masuk" ucap ayah nena membuyarkan lamunannya


ibu sudah ada disamping nena "Apa yang terjadi dengan Nena Satria?" tangis ibu


"maaf Bu, ini semua kesalahan saya, saya yang tidak bisa menjaga Nena, sehingga nena mengalami keguguran" jelas Satria


"hikss,,hikss,, kok bisa terjadi seperti nak" ucap ibu mengelus kepala Nena

__ADS_1


"sudah Bu yang sabar, ini sudah menjadi kehendak yang kuasa" ucap ayah


"ibu,,ibu,," Nena menangis terbangun dari tidurnya


"nak, yang sabar nak" ucap ibu memeluk Nena


"bayiku udah nggak ada Bu pak?, aku nggak tahu kalau aku lagi hamil, aku memang calon ibu yang sangat bodoh sampai tidak bisa menjaga bayiku" nena terus menangis dan merutuki dirinya sendiri


"tenanglah sayang, itu bukan kesalahanmu!" ucap satria mengelus pucuk kepala nena


waktu semakin larut, satria meminta ibu dan ayahnya pulang untuk beristirahat karena dirinya yang akan menjaga Nena


"sayang tidurlah ini sudah larut" ucap Satria disamping nena yang melihat istrinya hanya menatap kosong ke depan


"aku blum mengantuk" ucap Nena "boleh aku tanya sesuatu bang,?" Nena melihat kearah suaminya


"kamu mengenal pita?"


degg


satria tersenyum memaksakan "iya sayang, bukannya kamu tahu kalau pita itu rekan kerjaku!" jelas satria


tak ada gunanya aku menanyakan langsung padamu bang, kamu pasti tidak akan menjawabnya dengan jujur, biarkan aku mencari tahu sendiri kebenarannya itu


nena terdiam mendengar jawaban satria, ia memilih tidur dan membelakangi suaminya


setelah dokter memeriksa dan menyatakan kalau nena sudah bisa pulang, Satria merapikan barang-barang milik nena dan hendak membayar administrasi, namun nena memegang tangannya


"bang, aku ingin pulang kerumah orang tuanku!" ucap Nena

__ADS_1


satria mengangguk, karena fikirnya akan lebih baik nena dirumah orang tuanya karena dirinya yang tidak bisa sepenuhnya merawat nena karena masa cuti kerjanya sudah ia ambil untuk merawat Nena dirumah sakit


nena dan Satria memasuki rumah Nena, dan di sambut oleh kedua orang tua nena dan azi adiknya


"kamu istirahat aja sayang" ucap satria setelah membopong nena keatas ranjangnya


"iya bang makasih"


semenjak kejadiannya itu, nena lebih banyak berdiam, jauh dari sikapnya dulu yang selalu ceria


"sayang aku berangkat kerja yah" ucap satria mencium kening nena


"iya bang, bang kamu pulang kerumah aja, dari sini terlalu jauh kekantor mu!"


"tidak apa-apa, nanti aku pulang kesini aja!" tolak satria "aku berangkat yah sayang, assalamualaikum"


"waalaikum salam"


ibu menghampiri nena setelah Satria pergi


"Nena, ada apa nak?" tanya ibunya


"tidak Bu, aku hanya belum memaafkannya diriku sendiri dengan apa yang terjadi!"


"jangan begitu nak, jangan salahkan dirimu sendiri dan jangan kamu hukum suami kamu dengan selalu mendiamkannya, ibu tahu kamu sedang menjaga jarak dengannya"


nena terdiam


"ini musibah nak, sudah takdir yang maha kuasa" ibu mengelus rambut Nena "jangan lupa dimakan yah sarapannya?" ibu meninggalkan nena yang masih terdiam

__ADS_1


__ADS_2