
bi sumi dan zyan tiba ditempat dimana Nena berada, bi Sumi menunjuk keberadaan nena pada zyan
"itu Nena den" ucap bi Sumi pada zyan, zyan tersenyum menatap nena dari kejauhan, seakan jiwanya yang hilang kembali lagi dengan guruh yang membahagiakan
"nenaaaa!!!" teriak bi sumi dari kejauhan
Nena dan irgi menatap kearah sumber suara
"bantu aku turun gi!" pinta nena pada irgi
irgi menjulurkan tangannya pada Nena, sedikit meraih tubuh Nena dalam pelukannya, dari kejauhan zyan menatap tidak senang dengan hal itu
"siapa yang ada disamping bi Sumi na? suamimu?" tanya irgi
"bukan gi" nena melangkah menghampiri bi sumi dan irgi mengekor di belakangnya
diujung keberadaan nena zyan menatap Nena yang tengah berjalan menghampirinya "bi sumi siapa yang ada dibelakang nena?" tanyanya
"oh itu irgi teman masa kecilnya Nena den! oh iya Bu sumi sampe lupa nama den ini siapa yah?" tanya bi Sumi
"saya zyan bi, kekasihnya Nena!" jawab zyan tanpa menatap bi Sumi dan tatapan matanya masih fokus pada Nena
"kekasih" bi sumi membelalakkan matanya "maksudnya suami kali yah den?" tanyanya
__ADS_1
zyan meninggalkan bi Sumi dengan pertanyaannya, zyan menghampiri nena dan langsung turun Kesawah dengan kondisi tanah yang licik dan kotor, zyan melepas sepatunya dan menggulung lengan kemeja dan celana jeans-nya.
zyan sedikit berlari untuk mendekati nena "Nena, aku rindu padamu" ucap zyan ketika berada didekat Nena dan langsung memeluk nena
nena tidak membalas pelukan zyan ia menaruh tangannya diantara dadanya dan zyan sebagai pembatas dan berbisik ditelinga zyan "zyan lepasin aku!"
zyan melepaskan pelukannya pada Nena dan beralih membopong tubuh Nena ia membawa nena kearah bi Sumi
"zyan apa yang kamu lakukan? lepasin aku!!" nena menatap wajah zyan dengan tatapan tajam
zyan seolah tidak memperdulikan dengan tatapan nena, dia membalas tatapan itu dengan tersenyum penuh rasa bahagia "aku bahagia bisa bertemu dengan kamu" zyan menggesek gesekan hidungnya pada hidung nena tanda gemasnya
"hentikan zyan dan lepaskan aku!" ucap nena sedikit keras membuat bibir sumi dan irgi saling menatap
" ini siganteng kok ngaku2 kekasihnya Nena, ahh apa orang kota manggil suami dengan kekasih yah? kekasih hati maksudnya, hihihi" batin bi Sumi
zyan menurunkan Nena karena nena yang terus memberontak karena ulahnya
"yuk bi sumi kita pulang!" ucap nena menarik tangan bi sumi dengan tangan kirinya, tanpa memperdulikan zyan dan irgi yang ada di belakangnya.
"aku ikut" zyan mengimbangi langkah kaki nena dan menggandeng tangan kanan Nena
bi sumi mengerti dengan isyarat tatapan zyan padanya dengan segera bisa sumi melepaskan tangan Nena yang masih menggenggam tangannya.
__ADS_1
nena menatap pada bi sumi yang tengah tersenyum padanya.
"berjalanlah dengan menggandeng tanganku Karena ini sungguh hal yang sangat membahagiakan untukku sayang!" ucap zyan menatap nena dengan senyum terbaiknya
nena terdiam, ia sudah berusaha untuk melepaskan genggaman tangan zyan dengan jari2nya, kalau bukan melewati rumah warga yang tengah asik mengobrol didepan2 rumahnya pasti sudah nena gigit tangan zyan yang begitu lancang memegang tangannya tanpa izin.
"lepaskan tanganku zyan" nena menghempaskan paksa tangan zyan karena mereka sudah berada didepan rumah bi sumi
"bersihkan kakimu dengan air kran disana" nena menunjukkan kran kecil dipinggir rumah bi Sumi "lalu duduklah!" titahnya
zyan mengangguki ucapan nena, wanita cantik didepannya yang ia anggap kekasihnya dan takan pernah berubah terkecuali keduannya resmi menikah dan zyan akan membuang jauh kata kekasih digantikan dengan kata istri ya seorang istri yang dia cintai selamanya.
######
menurut kalian sikap zyan salah nggak sih???
tapi namanya cinta bisa membuat orang bodoh yah, bahkan melebihi orang gila yang mondar mandir didepan rumahku, hehe tapi itu untuk zyan yah!!
jangan lupa like
jangan lupa komen
jangan lupa votenya
__ADS_1
love, love, buat pembaca semuanya...