Secret Love Affair

Secret Love Affair
47


__ADS_3

zyan mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, sungguh tidak sabar dirinya untuk segera bertemu dengan nena berbekal informasi dari azi adik Nena.


"semoga ya Robb arah yang aku tuju benar dan masih sama seperti 1 tahun setengah lalu saat nena menceritakannya dan menunjukkan gambarnya" lirihnya dari dalam mobil


harum khas udara pagi mulai menyelimuti indra penciuman zyan, sebuah perkampungan yang asri jauh dari campur tangan manusia yang khilaf menjadi titik perjalanan zyan.


"ya aku yakin ini gang menuju pemakaman ibu Nena" ucapnya


zyan menginjak rem mobilnya untuk bertanya pada seorang wanita yang tengah berada diluar mobilnya


"permisi Bu" ucapnya ketika wanita yang tengah menenteng keranjang belanjaannya akan melewati zyan


"ya ada apa den? jawab wanita itu "wah ganteng amat ini bocah, mana jenggot alusnya bikin deg, deg, seer" batinnya


"Bu, Bu" zyan menyadarkan bi sumi dari lamunannya dengan melambaikan lambaikan tangannya didepan wajah wanita itu


"i..iya den, gimana den?" ucapnya gelagapan


"saya mau tanya, kalau pemakaman ibu Elis dimana yah bu?" tanya zyan "kalau tidak salah ada dibelakang rumah ini, apa benar Bu?" zyan menjelaskan karena melihat rumah didepannya yang telah berubah warna cat dari gambar yang nena tunjukkan padanya


"ibu Elis teteh saya bukan yah maksudnya?" tanyannya


zyan menerawang wajah wanita didepannya, mengingat kembali wajah itu, wajah yang nena perlihatkan saat memberi tahu zyan anggota keluarga dari ibu kandungnya.


"apa ini bibinya nena, yang dulu fotonya nena tunjukkan padaku" batin zyan "apa ibu ini bi Sumi, bibinya nena?" tanyanya


"iya saya bi sumi, bibinya nena Aden siapa yah dan kenapa cari pemakaman teteh saya?" tanya bi sumi


"maaf bi sebenarnya saya mencari Nena" lalu zyan mulai menceritakan alasannya menanyakan makam ibu nena

__ADS_1


"oh begitu" bi sumi berbagai "O" ria


"iya bi, bisa saya bertemu dengan nena?"


"iya bisa, mari masuk ke dalam dulu" bi sumi mempersilahkan zyan untuk duduk di sebuah kursi rotan depan rumahnya sementara bi sumi masuk kedalam rumah untuk memanggil nena, kemudian tak lama bi sumi menemui zyan lagi,


"den, nena lagi Kesawah dengan irgi dan anak saya lala, aden tunggu sebentar disini saya panggilkan dulu yah!" jelas bi sumi


"boleh saya ikut?" tanya zyan


bi sumi menatap kearah zyan dari ujung rambut sampai ujung kaki "pake baju bagus pake sepatu bagus mau ikut Kesawah yang becek, ntar gantengnya ilang" batin bi sumi


"bi,,bi,, boleh saya ikut?"


"ah ya boleh den, tapi disawah jalannya kotor, licin dan becek!" jelas bi sumi


"gak pa-pa bi!"


********


"na Sekarang aku ingat sama kamu dan dimana kita bertemu!" ucap irgi


"bahas itu lagi gi!" ujar nena malas menanggapi ucapan irgi ditambah lagi mereka berkeliling sawah tanpa lala karena anak lala dinda yang menangis.


"iya, dengerin dulu dong, jangan cemberut kaya gitu!" ucap irgi "lihatin aku baik2 yah na" titahnya, kemudian irgi mulai mengeluarkan topi khas sopir angkot, masker wajah dan handuk kecil yang ia lilitkan di lehernya dari dalam tas "kamu ingat gak nak sekarang?" tanyanya


"ah ya aku ingat, kamu yang tempo dulu nyangka aku mau bunuh diri, dan kamu sisopir angkot rese itukan!" sarkas Nena


"yuupps itu aku, hehe"jawab irgi

__ADS_1


"idih jadi sebenernya kamu bohongin warga kampung kalau kamu tuh udah sukses dikota nyatanya kamu cuma jadi sopir angkot disana?" ucap Nena


"ya nggak gitu atuh na ceritanya" irgi mulai menceritakan kejadian dimana dirinya harus berpura pura menyamar jadi sopir angkot dadakan


"haha, koplak banget sih kamu gi, trus cewek yang naksir kamu pergi gitu aja setelah tahu kamu jadi sopir angkot dadakan? uh itu cewek lagian matre banget yah, haha" ucap nena terbahak mendengar cerita irgi


irgi menatap Nena "aku senang kamu bisa tersenyum dan tertawa bahagia seperti ini na" ucap irgi menghentikan gelak tawa Nena


"ikh apaan sih gi" ucap nena


"sekarang giliranmu na, ceritain kenapa kamu bisa bawa koper dan nangis pas naik diangkot aku?" tanya irgi


nena membuang pandangannya dari irgi " gi naik kerbau yuk, kayanya seru deh" ajak nena menghindari pertanyaan irgi


irgi tersenyum dan mengulurkan tangannya meraih tangan nena " hayuk, hati2 yah jalannya licin" ucap irgi


"haha, kok kaya anak kecil yang masa kecilnya kurang bahagia yah gi kita ini!" ucap nena saat kakinya melangkah menginjak tanah becek dan licin dipersawahan.


"gak apa-apa yang penting sekarang kita bahagia" jawab irgi


"iya pak irgi, tapi gimana ni gi naiknya? kok aku jadi geli yah!" ucap nena ketika mereka berdua ada disamping seekor kerbau


"gak pa-pa na, malah ini anti-mainstream loh, seru" ucap irgi "kamu naik pundak aku yah" irgi menuntun nena agar naik kepundaknya untuk sampai pada atas tubuh kerbau didepan mereka "1, 2, 3 naik na!" ucap irgi


"haha, gi aku Takut" ucap Nena ketika tubuhnya tepat menaiki seekor kerbau yang gembul


"gak pa-pa aku tuntun kerbaunya yah biar jalan? ucap irgi menarik tali pada kepala kerbau perlahan "apa sekalian aku naik dibelakang kamu aja nak" tanyanya


"ikh nggak usah nanti malah lebih nakutin kalau kamu ada dibelakang aku" ucap Nena

__ADS_1


"iya deh tahu yang udah punya suami" goda irgi


nena mencibirkan bibirnya, tak ingin menanggapi ucapan irgi


__ADS_2