Secret Love Affair

Secret Love Affair
28


__ADS_3

"hoek, hoek" nena terbangun dari tidurnya berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan semua isi perutnya yang belum terisi apa pun.


satria yang baru saja memasuki kamar langsung menghampiri nena, satria memijat tengkuk nena,


"kamu kenapa sayang?" tanya satria yang berjongkok di samping nena


"nggak apa-apa bang, Hoek..hoekkk" nena masih mencoba memuntahkan apa saja dalam perutnya, meski sama sekali dia tidak mengeluarkan apa-apa "mungkin ini efek terlalu banyak makan angin pantai kemarin bang" ucap Nena


dirasa cukup dan tidak ingat muntah lagi satria menuntut Nena untuk duduk diujung ranjang "bentar Abang buatin teh anget dulu" ucap satria hendak beranjak dari samping nena


" nggak usah bang, kamu kerja aja katanya ada rapat penting! aku udah baikan kok" ucap nena


mau tidak mau satria mengikuti perintah istrinya itu, walau hatinya bimbing antara dirumah menemani istrinya atau mengikuti rapat penting diperusahaannya


"ya udah babang berangkat sekarang yah, kamu jangan lupa sarapan?" ucap satria


"iya bang, hati2" nena mencium punggung tangan satria


baru beberapa langkah satria berbalik menghampiri nena lagi "kamu jangan dulu masuk kerja ya sayang, babang khawatir takut terjadi sesuatu sama kamu!" satria berjongkok didepan Nena memegangi kedua tangan nena erat sorot matanya seolah mengisyaratkan jika tidak ingin ada hal buruk yang akan menimpa istrinya itu


"hehe, babang aku ngga pa-pa, bener!" nena memegangi pundak satria "babang kerja aja nggak bakalan terjadi apapun yang babang khawatir Kepadaku!" neng mencoba menepis rasa khawatir satria terhadapnya


"cupp" satria mencium kening Nena "kalau ada apa-apa telpon babang yah sayang?" satria melihat jam dipergelangan tangannya "ya udah babang berangkat sekarang ya sayang!" Satria mengelus lembut perut rata Nena, membuat keduanya tersenyum


"perut nggak ada isinya dielus bang?" ucap nena merasa lucu melihat tingkah suaminya

__ADS_1


"ya semoga cepet ada isinya"ucap satria


"babang berangkat yah, assalamualaikum!"


"wa'alaikum salam"


setelah kepergian suaminya Nena masuk kekamar mandi, dan bersiap untuk bekerja, selama berias nena tidak hentinya mengelus kedua pelipisnya,


"sakit sekali kepalku" ucap Nena


Ttrrttt, trtrrrttt


sebuah pesan singkat masuk ke ponsel nena


_aku dibawah apartemen kamu sekarang_


Nena beranjak dari meja riasnya, menghampiri Orang yang memberinya pesan tadi, rasa mual dan pusing membuat dirinya enggan untuk sarapan pagi itu,, Nena berjalan perlahan karena sakit dikepalanya masih terasa nyeri


"ngapain Kamu disini zyan" ucap nena yang tengah berdiri dibelakang zyan


"aku mau jemput kamu sayang" ucap zyan berbalik menghadap nena dan menuntun memasuki mobilnya


nena hanya mengikuti arahan zyan, karena sakit dikepalanya masih terasa,


zyan mulai melajukan kendaraannya, zyan sesekali melirik nena kemudian dia memulai pembicaraan

__ADS_1


"kenapa ponsel kamu mati kemaren sayang?"tanya zyan


"aku lupa bawa zyan"


"kamu abis jalan sama satria kemarin na, kok kamu nggak hubungin aku dulu!"


"please zyan jangan bahas Sekarang"


zyan memegangi tangan kanan Nena, meminta penjelasan pada kekasihnya itu "tapi na---, na kamu kenapa badan tangan kamu dingin kaya gini, wajah kamu juga pucat?" zyan panik melihat raut wajah kekasihnya itu dan menghiraukan pertanyaan yang sedari kemarin ia ingin segera tanyakan pada Nena "apa kita kerumah sakit dulu sayang, aku ngga mau kamu kenapa2" ucap zyan


"nggak usah zyan, langsung aja kerestoran" ucap Nena


keduanya memasuki restoran, zyan masih saja mengikuti langkah Nena dan ikut masuk keruangan nena


"please zyan tinggalin aku!"


"tapi na, aku khawatir sama kamu, dan aku..aku rindu sama kamu!" zyan memeluk erat tubuh Nena


"maaf zyan" Nena menangis


entah harus seperti apa sekarang ini zyan aku pun sendiri bingung, maaf zyan


zyan mengusap air mata nena "jangan nangis sayang, aku sayang kamu, apapun yang kamu lakukan bersama suami kamu, aku terima asalkan kamu tidak akan pernah meninggalkan aku" ucap zyan


nena semakin terisak mendengar ucap zyan, dilema hatinya semakin besar, disaat kedua orang yang ia sayangi begitu mencintai dan menyayangi dirinya

__ADS_1


zyan menatap wajah Nena, rasa rindunya sudah tidak bisa terbendung lagi, zyan mencium lembut bibir Nena dan melum*t lembut bibir berwarna soft ping itu, nena membiarkan aktivitas rindu kekasihnya itu namun ia tidak berniat untuk membalas ciuman zyan


zyan menatap Nena dan menghentikan aktivitas rindunya itu


__ADS_2