
"mau kemana ini anak ibu pagi2 udah wangi dan cantik?" tanya ibu yang melihat nena keluar dari kamarnya menuju dapur
"mau pulang, tuh taxinya udah ada didepan" nena memeluk ibu dan ayahnya bergantian "zi bareng kak aja yuk sekolahnya!" ucap nena ketika melihat azi yang sudah mencuci tangannya usai sarapan.
"boleh, ada yang sekalian Azi mau kasih ama kak Nena" ucap adik Nena
"preet, emang punya apa pake acara mau ngasih sesuatu segala?"
"ada deh"
"ya udah kami pamit ya Bu, yah" ucap nena dan azi menciumi punggungnya tangan kedua orang tuanya bergantian
"assalamualaikum"
"wa'alaikum salam, hati2 ya kedua anak ibu" sahut ibu
"Alhamdulillah ya yah nena dan Satria sudah mau berbaikan lagi, ibu seneng Banget lihatnya yah!"
"iya Bu ayah juga senang dan terharu, ayah jadi inget dulu pas awal pernikahan kita suka berantem2 gitu Bu!"
"ikh ayah apa sih" ibu mencubit pinggang ayah, ayah cekikikan melihat raut wajah istrinya yang merona
---------
"mau ngasih apa zi, jadi bikin kak nena penasaran?" ucap nena didalam mobil
"ini kak, dari kak zyan" Azi mengeluarkan satu buah kotak kecil berwarna merah "kata kak zyan disimpan jangan sampai dikembalikan! lagian kak nena barang sebagus dan semahal itu malah dibalikin, kalau nggak mau ya buat azi aja?"" ucap Azi
"anak kecil tahu apa, lagian buat apa kamu asal terima aja" ucap Nena nyolot
__ADS_1
"sini geh nggak mau mah buat Azi
aja, tar azi jual buat beli motor ninja" azi mencoba menarik kotak berisi cincin berlian itu
"nggak usah, mau kak balikin lagi, lagian mau motor ninja ya nabung uang tiap bulan kak kasih kan gede ya disimpan sebagian!"
"wadawwww, gini nih kalau ngomong ma ustadzah, ngomong satu dibalas lima, nasib ya nasib pagi2 udah dapet Omelan" ucap azi sambil menepuk-nepuk keningnya
nena terbahak mendengar ucapan adiknya "udah sana keluar, udah nyampe disekolahmu!" ucap nena menyadarkan Azi dari geleng2an kepalanya
"iya yah nggak kerasa udah nyampe, Azi turun yah kak, assalamualaikum kakakku yang cantik, oh ya kak hari ini cantik amat sih pake topi sama masker segala, dah gitu pake celana jens sama baju seksi orang kira kak itu artis ntar loh?"
"ikh bawel sana keluar! tar ongkos taxi kak makin membengkak gara2 kamu, hehe"
"siap bos, Azi turun sekarang kak jangan kangen yah, assalamualaikum kak Nena"
"wa'alaikum salam, bye.."
"mbak, mbak,, maaf ini sudah sampai!" ucap supir taxi itu
"iya pak makasih yah" nena memberikan ongkos taxi dan mengucapkan terimakasih pada supir taxi itu.
nena menatap ke gudang yang menjulang tinggi didepannya, tersenyum semanis mungkin, karena sebentar lagi ia akan bertemu dengan suaminya.
ting nong..
ting nong..
"assalamualaikum bang" ucap nena ketika satria membuka pintu apartemennya
__ADS_1
"wa'alaikum salam sayang, apa aku bermimpi" ucap satria menggosok-gosok matanya berulang kali dan menepati nepukan pipinya
"iya ini nena babang, babang nggak kangen yah sama aku?"
"astaghfirullah nena jangan ngomong kayak gitu babang rindu, kangen banget sama kamu!"
"bang lepasin ikhhh, aku kan berat" ucap nena ketika satria menggendongnya menuju kamar mereka.
"cup"
"cuuppp"
Satria tidak hentinya menghujani nena dengan ciuman diseluruh wajahnya
"babang diem ikh, katanya lagi sakit tapi nyosor aja?"
"udah sembuh kok sakitnya, nih pegang!" satria menuntun tangan nena agar menyentuh kening dan lehernya "iya kan? soalnya babang udah dapat obat mujarab buat sembuhin sakit ini!"
"apa obat mujarabnya" tanya nena menggoda
"kamu sayang obat mujarabnya hehe"
"idih udah mulai pinter gombal nih si babang!"
"biarin" satria trus saja menggodaku Nena
"bang aku siapin makanan dulu yah, kamu blum sarapan kan dari tadi pagi?"
"iya blum sayang, babang itu kalau nggak ada kamu malas buat ngapa ngapain!"
__ADS_1
"masaaaaa" nena meninggalkan Satria yang masih terus melancarkan gombalannya