
Setelah mengantarkan kepulangan Pita dan Aulia, Nena mengendarai mobilnya, memecah keramain ibu kota menuju toko kue milik Ibunya untuk menjemput ayahnya menghadiri sidang perceraiannya dengan satria yang akan berlangsung empat jam lagi sekitar jam 2 siang ini,
mobilnya terhenti disebut toko kue sederhana yang sudah Ibunya rintis semenjak azi dan dirinya belum beranjak dewasa,
"assalamualaikum.." ucap nena saat memasuki ruangan khusus Ibunya
"wa'alaikum salam.." ucap kompak ketiga orang disana,
nena menyalami punggung tangan kedua orang tuanya bergantian, ia menatap sosok pria yang baru beberapa kali ia lihat "gi, lagi apa disini?" sapa nena pada irgi teman masa kecilnya,
"lagi beli kue, aku sering kesini loh na soalnya cita rasa kue nya enak, nggak nyangka yang punyaku ibu kamu" puji irgi
"hehe" tawa nena dan kedua orangtuanya mendengar ucapan irgi,
"bisa aja puji nak irgi, ibu jadi tersanjung mendengarnya!" ucap ibu
"loh Bu bukan hanya sekedar pujian loh Bu, itu kenyataan!" ucapnya irgi
"nak irgi sedari kecil memang sudah pinter ngomong Bu, kaya bapaknya!" ucap ayah nena,
"bisa saja ayah ini!" ucap irgi
"idiih, sejak kapan ayahku jadi ayahmu" celetuk Nena
__ADS_1
"tadinya sih mau jadi ayahku, eh keburu ada yang embat enggak jadi deh, tapi bolehkan yah irgi panggil nama ayah dengan sebutan ayah?" tanya irgi pada ayah Nena
"boleh gi, nena mah nggak usah didengerin!"
"ayah kok lebih belain irgi sih"
"sudah.. sudah, ibu mau lihat kue ibu dulu takut gosong Kalau kelamaan dengar pertengkaran kalian berdua
"iya bapak juga mau layanin pembeli dulu" pamitnya ayah
"iya ibu yang manis dan ayah yang gagah" goda irgi kembali, membuat ibu dan ayah kembali menatap irgi dan tersenyum padanya.
ayah melayani pelanggan yang akan membeli kue, karena ibu tengah sibuk di ruang dapur, kini hanya ada Nena dan irgi diruangan itu, nena sangat tidak nyaman jika harus berdua dengan irgi, dirinya meninggalkan irgi sendiri,
"keluar gi, cari angin!" jawab Nena
"aku ikut" ucap irgi kini ia mengekor di belakang Nena,
keduanya berjalan berdampingan, Nena mulai risih saat orang2 tengah menatap dirinya dan irgi,
"gi, kamu mau minum apa, aku mau kewarung..!" ucap Nena mencari alasan agar bisa sedikit sana berjauhan dengan irgi
"apa aja terserah kamu!" jawab irgi
__ADS_1
"ok, kamu duduk sini aja, atau mau tunggu didalam" ucap nena, niatnya ingin menjaga jarak dengan irgi tapi niatnya gagal ketika irgi mengikuti dirinya,
Panas semakin terik, matahari mulai berada dititik lurusnya, nena yang berjalan kearah warung sederhana didekat toko kue ibunya, mesti menyipitkan matanya karena panas matahari yang mulai tidak bersahabat,
dari kejauhan irgi tengah menatap kearah nena. Matanya enggan untuk berkedip sedikitpun, gadis kecilnya kini sudah berubah menjadi sosok wanita dewasa yang begitu cantik dan mempesona, balutan celana jeans hitamnya ia padukan dengan baju merah maroon yang begitu Cocok dengan warna kulitnya yang putih, membuatnya semakin beraura dimata irgi.
Kenyataan yang harus menghentikan irgi menatap nena, ia kembali teringat jika gadis yang ia kagumi sejak kecil itu kini sudah menjadi istri orang lain.
Mungkin sudah tidak ada harapan lagi untuk irgi mencari celah untuk menempatkan dirinya disisi nena.
.
..
..
jangan lupa like komen dan votenya yah
ikutin juga akun dan grup chattku "wini"
baca juga yah novel wini yang lainnya
- pernikahannya dengan indah..
__ADS_1