
Bingung mau dilanjut apa nggak nya,
Ayo dong tunjukkan cinta kasih kalian semuanya buat novel wini, caranya gampang tinggal like komen dan kasih ratting bintang limanya gratis kok..
jangan lupa kasih votenya juga..
*
**
***
****
Zyan mondar-mandir didalam kamarnya, hatinya sudah kalut. Pemikirannya tengah ia coba untuk menetapkan pilihan yang menurutnya akan menjadi pilihan yang tepat untuk hidupnya.
Zyan mengepak kembali pakainnya kedalam koper yang baru beberapa minggu ini pembantunya bantu untuk disimpan dan dirapikan kedalam lemari pakaiannya.
Terserah mau dikata apapun itu oleh orang lain, Zyan sudah tidak perduli lagi. Rindunya sudah tidak bisa ia bendung lagi. Semakin berusaha untuk menyimpan rindunya namun dirinyalah yang semakin tersiksa dengan keadaan ini.
__ADS_1
Mami Zyan masuk kedalam kamar anaknya. Mami melihat Zyan yang berantakan, Zyan yang terlihat mami sangat berbeda dengan Zyan mami saat masih berada didekat Nena.
"Apa keadaanmu ini semua karena kamu benar-benar mencintai Nena Zyan?" batin mami. Mami melangkahkan kakinya Kedalam kamar Zyan "Apa yang terjadi Zyan? kamu mau kemana?" tanya mami bingung
Zyan menghela nafas kasar, ia menurunkan kopernya yang sudah ia rapihkan dengan pakaian yang sudah berhasil ia masukkan. Zyan menatap mami, memegangi kedua pundak mami "Zyan minta maaf sama mami?"
"Maksudmu apa Zyan? kamu mau kemana?"
"Maaf mi. Zyan belum bisa buktikan jika Zyan bisa bertahan lebih lama lagi disini. Dan Zyan akan kembali ke Indonesia!" tegasnya. Zyan melepaskan tangannya dari pundak mami
"Kenapa nak? apa ini tentang Nena?" tanya mami bingung
Mami mencakup kedua pipi Zyan berusaha untuk meminta Zyan menatapnya "Apa lagi sekarang yang sedang kamu pikirkan Zyan? Bukankah kamu sudah mengikhlaskan kebahagiaan Nena bersama suaminya? dimata Nena kamu hanya masa lalunya yang salah Zyan!" tegas mami
"Tapi mi, mami harus tahu dari sorot mata Nena sewaktu dibandara. Masih ada dimata itu kasih sayang dan cinta untuk Zyan!"
"Sadar Zyan sadar..! Sudah cukup kamu hadir sebagai perusak dikehidupan rumah tangga Nena!" mami menggoyang goyangkan lengan Zyan keras
Zyan jatuh dalam pelukan mami, ia membenamkan wajahnya dipundak maminya "Zyan sayang Nena mi, Zyan cinta Nena.. mungkin Zyan salah tapi izinkan Zyan pulang ke Indonesia dan Zyan janji sama mami!" Zyan melepaskan pelukannya dan menatap mami "Zyan janji, Zyan tidak akan mengganggu rumah tangga Nena. Zyan hanya ingin menatap Nena dari kejauhan. Zyan hanya ingin memastikan jika Nena sudah benar-benar bahagia bersama Satria!" Zyan terisak dengan ucapannya.
__ADS_1
"Zyan mami minta lupakan Nena. Kamu juga harus memikirkan kebahagiaanmu." mami mengelus lembut punggung Zyan "Tidak menutup kemungkinan Nena disana sudah melupakanmu Zyan!"
"Tidak mungkin mi. Zyan tidak akan pernah berfikir jika Nena bisa melupakan Zyan begitu saja" Zyan berdiri dari duduknya "Kalau Zyan hanya berdiam diri disini bagaimana Zyan melepaskan rindu ini pada Nena mi?"
"Zyan bukankah kamu masih menyimpan kontak Nena. Sesekali kamu cobalah untuk menghubungi Nena dan pastinya didalam ponselmu banyak tersimpan foto Nena dan kenangan kalian berdua. Cobalah lihat foto itu untuk mengurangi rasa rindumu."
Zyan mengacak rambutnya kasar "Zyan nggak akan sefrustasi dan segila ini kalau itu semua ada mi!" Zyan menatap mami "ponsel Zyan hilang mi!"
"Apa? hilang? Kapan Zyan? Kami tidak cerita apa-apa sama mami mengenai kehilangan ponselmu itu."
"iya mi, dua hari lalu Zyan kehilangan ponsel Zyan. Ponsel itu raib begitu saja dari tangan Zyan!" jelasnya
"Baiklah kalau begitu. Mami akan bantu kamu untuk tanyakan mengenai keadaan Nena pada tina!" ucap mami
"Benarkah mi? bisa sekalian mami tanyakan dan pinta nomor telpon bahkan foto-foto Nena?" Zyan memohon dengan senyum semanis mungkin ia tunjukkan pada mami
"Hanya kabarnya Zyan. Tidak lebih, kamu dan Nena harus saling mencari kebahagiaan kalian masing-masing. Tanpa kamu yang harus menyakiti perasaan pasangan nena." tegas mami, mami berlalu dari kamar Zyan
Zyan mencibirkan bibirnya mendengar ucapan mami. Zyan merutuki kebodohannya yang harus sampai kehilangan ponselnya yang memiliki segudang kenangannya bersama Nena.
__ADS_1