
Sesampainya di bandara Nena berlari secepat yang ia bisa sementara Irgi memarkirkan mobilnya begitupun dengan Satria.
Nena terus berlari di dalam kerumunan orang-orang yang tengah menanti keberangkatan pesawatnya,
Nena bingung ia tidak tahu ke mana zyan akan pergi dan di mana zyan kini tengah menunggu keberangkatan pesawatnya.
Nena hanya bisa berlari dengan derai air mata yang membanjiri pipinya, ia menatap sekeliling berharap bisa segera menemui zyan untuk terakhir kalinya itu "di mana kamu zyan?" lirihnya
Nena menatap sosok pria yang sangat ia kenali tengah menyandarkan kepalanya di bahu wanita yang telah melahirkannya.
Operator tengah menggemakan panggilan untuk keberangkatan Singapura, Nena melihat zyan dan mamihnya berdiri dari duduknya "apa itu keberangkatanmu zyan?" batin Nena
Keberadaan nena masih jauh dari zyan , ia melangkahkan kakinya secepat yang ia bisa, nena berlari melihat zyan dan maminya yang sudah berbalik badan dan akan melangkah sesuai dengan apa yang operator sampaikan. Nena berjalan terus dengan membelakangi Irgi yang tengah mengikuti dan menatapnya.
Dibelakang irgi satria tengah menatap nena yang terus melangkahkan kakinya , pandangannya tertuju pada sosok pria yang tidak asing baginya sosok pria yang sudah berhasil menghancurkan rumah tangganya, zyan.. Satria melihat zyan dengan nena yang tengah berlari mengejar zyan.
"zyan..." teriak Nena,
zyan membalikkan tubuhnya segera, ia ingin segera memastikan jika seorang yang tengah memanggilnya adalah seorang wanita yang sangat ia rindukan, yang sangat ia nanti kedatangannya walau hanya untuk menyampaikan perpisahan saja padanya.
Nena dan zyan berlari dengan tangan yang keduanya regangkan. keduanya berpelukan erat bahkan sangat erat.
"Aku akan pergi Semoga kamu bahagia dengan kepergianku" zyan mencium kening nena dengan wajah nena yang ia benamkan dalam pelukannya.
Nena dan zyan masih menangis dalam pelukan keduannya, zyan mengelus rambut Nena dan tak hentinya mencium kening nena.
__ADS_1
Nena mendongakan pandangannya pada zyan "Pergilah.. dan aku harap kamu bisa bahagia di sana!"
Zyan menggeleng, tersenyum manis pada Nena "kamu salah na, kebahagiaanku hanya ada pada kamu, selamanya..!" tanpa pikir panjang zyan mencakup kedua pipi nena, zyan mel*mat bibir nena melepas kerinduannya, keduannya berpautan cukup lama.
Beberapa orang disekitarnya menatap kearah keduannya yang terlihat mengacuhkan tatapan itu, seolah keduanya tidak memperdulikan sama sekali pandangan orang-orang pada mereka. Menurut keduanya ini adalah sebuah bentuk perpisahan yang panjang bagi nena dan zyan.
Mami menangis melihat anaknya. Satria dan Irgi menatap dengan cengang mereka membelalakan matanya sempurna, seolah tak mempercayai apa yang tengah mereka lihat.
zyan dan nena melepaskan pautan dan pelukan keduanya,
"Kamu tidak akan menahanku na?" tanya zyan
Dengan cepat nena menggelengkan kepalanya "tidak...aku tidak akan menahanmu zyan, pergilah.. karena ku yakin kamu akan menemukan kebahagiaanmu di sana!?" ucap Nena
zyan mengangguk "dan aku pun yakin kamu akan mendapatkan kebahagiaanmu dari suami yang kamu pilih!"
Zyan mencium kening nena untuk terakhir kalinya "terimakasih sudah mau menemuiku dan mengucapkan salam perpisahan untukku" zyan menghapus air mata yang ada di pipinya dan dipipi Nena
"Ya..anggaplah ini salam perpisahan untuk kita, pergilah zyan!!"
"aku mencintaimu nak. Aku berusaha untuk melepaskan mu tapi tidak untuk melupakan cintaku padamu! aku pergi na?!"
Nena mengangguki ucapan zyan, ia sudah tidak bisa lagi menghapus air matanya yang tidak mau berhenti itu.
Mami yang ada di belakang zyan menepuk pundak anaknya itu "nak sudah waktunya kita berangkat!" ucap mami. Nena dan mami berpelukan untuk perpisahan
__ADS_1
Sementara itu Satria sudah kembali ke dalam mobilnya ia menangis, satria sudah mendapat jawaban dari apa yang hatinya selalu pertanyaankan mengenai Nena yang sudah membulatkan keinginannya untuk bercerai darinya.
zyan dan maminya semakin menjauh dari pandangan Nena, zyan tidak membalikkan lagi pandangannya dan tubuhnya pada Nena, ia takut jika ia kembali menatap nena maka ia yakin keputusannya untuk pergi ke Singapura akan gagal dan ia akan berusaha mendapatkan nena kembali walau harus merebut paksa dari satria.
Nena menangis dia terus berjalan melangkah ke hadapan Irgi,
"kamu baik-baik saja Na?" tanya irgi
Nena mengangguk kecil ia duduk di kursi tunggu dirinya masih menetralkan hatinya yang merasa sakit ntah sakit atas kehilangan zyan? entah sakit atas keegoisannya? entah sakit atas rasa bersalahnya karena rumah tangganya yang sudah hancur karena dirinya.
Irgi hanya bisa menatap Nena tanpa ia bisa menyentuhnya hanya untuk sekedar mengelus punggungnya untuk menyemangati Nena. Irgi sangat paham jika dirinya hanya sebatas teman yang tidak bisa untuk memberikan pundak dan dadanya untuk nena bersandar.
_sampai disini yang paling tersakiti siapa yah menurut semuanya..???
.
..
..
jangan lupa like komen dan votenya yah
ikutin juga akun dan grup chattku "wini"
baca juga yah novel wini yang lainnya
__ADS_1
- pernikahannya dengan indah..