Secret Love Affair

Secret Love Affair
39


__ADS_3

tingggg....


pintu lift terbuka, nena masuk kedalam lift itu..


satria berlari mengejar aulia yang tengah kesakitan lalu menggendong tubuh anak kecil itu dan berlari kembali ke arah lift yang akan membawa nena turun kelantai bawah,


tinggg...


pintu lift tertutup


"ya Allah, ini benar sebuah cobaan besar" ucap satria lirih


"aku tahu bang, kamu pasti lebih memilih anak kamu dan Kembali bersama pita dibanding bersama aku yang udah pernah merusak rumah tangga kita" batin Nena sembari tersedu dan mengusap air mata yang tidak diminta untuk mengalir itu.


"hos,,hoss,,"suara nafas satria yang tengah menuruni satu persatu anak tangga sembari mengais tubuh mungil aulia


"papah, aulia capek kaki Lia sakit!" ucap Lia


"bentar yah sayang!" ucap satria menatap sejenak pada Aulia


Tingg,,


suara lift nena terbuka, buru2 ia keluar dan mencari taxi untuk segera pergi dari lingkungan apartemen, ia sudah tidak ingin mengingat apa2 lagi tentang hal menyakitkan yang dialaminya hari ini,


ditambah satria yang lebih memilih anaknya dibanding harus mengejar dirinya.


"aaaa, damn ..dimana taxi2 itu?" Nena berjalan keujung untuk dapat mendapatkan kendaraan lain selain taxi,


nena melambaikan tangannya kesebuah angkot "pak..pak berhentiin pak!" ucapnya


nena menarik kopernya, dan duduk dikursi belakang si sopir,


satria sudah berada diparkiran dia sama sekali tidak menemukan nena,


satria mencoba mengambil kunci mobilnya di saku celananya "ahhhh,damn kenapa disaat seperti ini kunci mobil saja aku lupa membawanya" batin satria mengelus kasar wajahnya

__ADS_1


"papah ayuk naik, kasian bunda sendirian dirumah papah" ucap Aulia


satria menatap aulia dan mencium puncak kepalanya, entah kenapa satria Sangat menyayangi Aulia walau dia bukan darah dagingnya.


masih dengan sesegukan, nena menatap sebuah kunci mobil yang ia lupa untuk diberikan pada pemiliknya, ya itu mobil baru yang satria belikan untuknya 2 bulan yang lalu,


nena menutup bibirnya dengan satu telapak tangannya dan satu tangannya memegangi dadanya yang sesak


"aku pulang kesini untuk bisa memperbaiki kesalahan kita bang, tapi kenapa aku kembali hanya untuk mengetahui kebenaran yang amat menyakitkan, hiks..hiks.." batin nena


sopir yang mengendarai angkot itu tidak memperhatikan kearah Nena, karena musik yang ia putar di tape audio nya begitu keras..


semakinku hari aku


semakin tahu tentang engkau


sedikitpun kecewa ternyata engkau tak baik


pertama tama semua manis


yang engkau berikan


semakin hari semakin terungkap


yang sesungguhnya kumakin kecewa ternyata kau penuh dusta


maafkan ku harus pergi


ku tak suka dengan ini


maaf kita putus


so thanks you so much i'm sorry goodbye


"pak bisa matiin musiknya pak" ucap nena pada supir angkot itu

__ADS_1


"waduh kenapa Bu, ini lagu yang saya request di acara radio, saya nungguin lama buat diputernya Bu" ucap supir angkot itu


nena semakin terisak mendengar lagu itu, si sopir angkot yang masih muda itu menatap kearah nena lewat kaca depannya dan mematikan tape audionya


"duh maaf yah Bu, jangan nangis yah Bu saya jadi ngerasa salah"


Nena tidak menanggapi ucapan sisopir angkot, dia terus saja menangis dan mengusap air matanya


ada keheranan pada sisopir angkot ia menatap kearah nena "bawa koper segala, pake baju kegedean, pake rok kekecilan, mana tadi naiknya depan apartemen elit, apa jangan2 cewek ....,ikh mikirin apa sih gue" batin sopir angkot itu


"mbak maaf mbak, mbak mau turun dimana yah, depan soalnya mau nyampe terminal" ucap sisopir membuyarkan lamunan nena


"sini aja pak" ucap nena meminta diberhentikan di sebuah danau pinggir jalan


ckiiiit..


sopir angkot memberhentikan mobilnya


"ni pak ongkosnya" Nena memberikan lembaran seratus ribuan, lalu meninggalkan Angkotan itu.


"aduh kemana itu si mbak, nih kembalian pake acara lupa lagi" sisopir pun turun dari mobilnya mencari2 penumpangnya tadi


"eeh,,eh,, mbak jangan bunuh diri disini mbak! mana mau magrib mbak, pamali..!"


"ikh si bapak ngapain ikutin saya, lagian siapa yang mau bunuh diri, tuh saya mau mungut syal saya yang terbang" ucap nena karena udara malam akan singgah dan dirinya merasa kedinginan kalau hanya memakai baju pendek yang kedodoran


"oh iya mbak saya kira, yaudah saya ambilkan yah mbak" ucap sisopir angkot.


"makasih" ucap Nena


"sama2 mbak, oh iya ini uang kembaliannya?" sisopir menyodorkan uang itu


"ambil aja pak, dan anda bisa pergi sekarang?" titah nena


"nenaaaaaaaa" ucap seseorang

__ADS_1


Nena menatap kearah lelaki tampan yang tidak ingin ia temui saat itu.


"kenapa harus ada dia disaat seperti ini?" batin Nena


__ADS_2