Secret Love Affair

Secret Love Affair
12


__ADS_3

" Nena, apakah itu benar Nena, apa saking rindunya dengan nena gulingpun aku anggap Nena, haha memang aku sudah kurang waras"


Satria langsung bergegas memasuki kamar mandi karena aktifitas nya dikantor membuat tubuhnya berkeringat, dan ingin langsung membersihkan dirinya, ia tidak menghiraukan nena yang tengah terbaring dan hanya menganggapnya khayalan semata


ceklekk


"astaghfirullah ternyata ini bukan khayalan semata", satria mendapati nena yang telah tertidur menghadapnya, iapun mengucek ucek matanya seolah meyakinkan bahwa wanita yang tengah tertidur itu Nena istrinya


satria memeluk tubuh nena dari samping, rasa rindunya tak dapat ia kontrol lagi, walau melihat Nena yang sedang tertidur lelap pun ia tidak enggan untuk menggoda istrinya itu


cupp


cupp


cuuppp


satria mencium semua bagian wajah Nena, membuat nena menggeliat, nena mulai membuka matanya perlahan, dan tersenyum melihat perilaku suaminya itu


"babang sudah sampai?" tanya nena yang diangguki Satria dengan tatapan rindunya


"maaf yah aku ketiduran, sekarang jam berapa bang?"


"jam setengah enam sayang, kenapa pulang tidak memberi tahu ku? babang bisa meluangkan waktu untuk menjemputnya dibandara!"


nena mulai mengusap lembut rambut suaminya itu yang tengah menatapnya


"lama sekali aku tertidur, sudah hampir tiga jam" ucap nena


"mungkin kamu lelah sayang, kenapa tidak menjawab pertanyaan babang?"

__ADS_1


"ah iya, aku hanya tidak ingin membuat babang meninggalkan pekerjaan hanya untuk menjemputku dibandara"


"kalau kamu minta dengan senang hati loh babangmu ini pasti jemput"


cup, cup, cup


satria terus saja menghujani nena dengan ciuman kilas dibibir Nena, yang membuat nena tersenyum


"kenapa ponselmu tidak bisa dihubungi sayang?"


degg


sebuah pertanyaan yang nena bingung untuk menjawabnya, ia ingat betul selama dibali ia tidak menyentuh ataupun teringat dengan ponselnya


"ah ya aku lupa membawa charger bang!" suara nena terbata


"ok, tidak apa" ucap Satri dengan santainya mempercayai ucapan nena


nena tertunduk mendengarkan permintaan suaminya itu, tak lama ia pun mengangguk


"terimakasih sayang"


cup


cup


Satri memulai dengan menghujani ciuman mesranya pada setiap wajah Nena, menuruni tengkuk nena, membuat desiran kenikmatan untuk Nena, tak berlama disana satria melanjutkan dengan menenggelamkan wajahnya pada kedua gunung kembar milik nena,


"babangggg...!"

__ADS_1


satria menatap wajah istrinya, seolah meminta persetujuan untuk langsung mencapai ke liang surgawi nena, wajah nena merona memperhatikan wajah suaminya yang masih bisa sopan saat melakukan aksi panasnya


"arrrgggh, babang.." keduanya melakukan penyatuan


sampai pada klimaks nya Satri dan Nena terengah, seperti biasa satria mencapai puncak kenikmatannya meninggalkan nena yang masih ingin bermain dengan Lollipop suaminya itu,


entahlah apa karena 2 hari ini mereka tidak melakukannya atau sudah menjadi kebiasaan untuk satria yang hanya melakukan aktifitas panas itu dalam waktu singkat, namun kali ini berbeda semburan cinta satria saat ini dirasa nena lebih banyak dari sebelumnya ya mungkin karena Satria sudah menahannya selama 2 hari ini


*kenapa aku tidak merasakan kenikmatan yang luar biasa itu saat melakukan dengan satria, bukankah aku menyayangi bahkan aku mencintai suamiku ini ya Allah,


bukankah kamu Satria suami yang halal bagiku, bukankah kamu yang berhak membuatku menikmatinya, dan kenapa harus zyan yang memberikan kemenikmati itu untukku*


"sayang kenapa kamu menangis? apa aku terlalu memaksamu untuk melakukannya sekarang?" Satria menghapus anak mata yang mulai menggenang itu membuat lamunan nena membuyar.


"maaf babang, bukan begitu, tapi aku sedikit merasa pusing dikepalaku"


"apa kamu sakit sayang?" satria menempelkan punggung tangannya memeriksa kening dan leher Nena


"tidak panas sayang, apa kita langsung pergi kedokter saja, aku sangat khawatir dengan keadaanmu!"


"tidak usah,aku cuma sakit kepala saja bang, kalau boleh bisa ambilkan aku obat di dalam tasku?"


satria bergegas memakai bajunya Kembali dan mengambil obat yang dipinta Nena, melihat notif dari ponsel nena, Satria memberanikan diri untuk melihat pesan itu


_"apa sudah baikan sakit kepalamu?"_


bertuliskan pak manager, membuat satria mengkrinyitkan dahinya " ah, perhatian sekali manager itu" batin satria


ia pun bergegas untuk memberikan obat yang dipinta Nena

__ADS_1


"istirahatlah sayang"kemudian Satria mandi kembali membersihkan dirinya


dan bersiap untuk menunaikan sholat magrib


__ADS_2