
satria meminta izin pada perusahaanya untuk tidak bekerja hari ini, ia berniat untuk menemui ayah Nena dan meminta informasi mengenai tempat dimana keberadaan nena saat ini.
"assalamualaikum" ucapnya ketika berada didepan rumah orang tua nena dengan pintu rumah yang terbuka
"waalaikum salam" ucap Azi yang tengah mengelap motor barunya
"zi, gimana kabar mu?" tanya satria
"baik kak"azi tersenyum pada satria lalu kembali mengelap2 manja pada motor merah barunya
"waalaikum salam" jawab ayah yang tengah berdiri dari duduknya menyambut kedatangan satria.
setelah mempersilahkan satria duduk, ayah berbincang dengan satria
"maaf yah, menurut informasi yang saya dapatkan mengenai keberadaan nena, sekarang Nena sedang berada di rumah saudara dari ibunya, apa benar yah?" tanya satria
"iya nak, maafkan ayah selama ini menutupi dari kamu, karena nena yang memintanya pada ayah!" jelas ayah
"tidak apa ayah, satria mengerti, tapi bisa ayah berikan alamat rumah bibi nena pada satria saat ini yah!" pinta satria "satria sungguh ingin memperbaiki kesalahpahaman ini yah!" tegasnya
ayah memberikan secarik kertas yang bertuliskan alamat rumah bibi Nena "ya nak perbaikilah rumah tangga kalian, hanya ayah minta bersabarlah dan jangan merasa kecewa jika niat baikmu tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan!" pesanan ayah
__ADS_1
"iya yah, Kalau begitu Satria pamit untuk segera menemui Nena"
"iya nak, hati hati!" ucap ayah
"assalamualaikum"
"wa'alaikum salam"
setelah berpamitan kepada kedua ayah nena dan Azi adik Nena satria Kembali melajukan mobilnya, dengan senyum sumringah terpampang jelas di wajahnya
*******
setelah membersihkan dirinya dan berganti pakaian nena menghampiri zyan yang sudah ditemani berbincang oleh mang azis
nena berjalan melewati zyan, ia sama sekali tidak ingin orang lain mendengar perbincangnya dengan zyan
zyan mengikuti nena melangkah mengimbangi langkah kaki nena
"untuk apa kamu kesini!" ketus nena dirinya duduk disebuah kursi bambu atas bukit dengan pemandangan indah persawahan
"aku merindukanmu!" jawab zyan
__ADS_1
"aku bukanlah nena yang dulu kamu kenal zyan, aku sedang memperbaiki semua kesalahanku, dan aku seorang wanita yang sudah bersuami!" tegasnya
"aku tidak perduli selama kamu blum bisa mendapatkan kebahagiaan dari satria, aku akan terus berjuang untuk mendapatkan kamu"
"jangan gila zyan, aku sangat bahagia dengan pernikahanku!"
Nena tidak pernah memberi tahu zyan tentang perceraiannya yang sudah memasuki sidang ketiga.
"tapi sayang aku tidak melihatnya!" ucap zyan
"pulanglah zyan, aku bukan wanita sempurna yang bisa menemani masa tuamu!" Nena menangis dan zyan memeluknya "aku cacat zyan, aku hanya wanita Malang yang tidak akan pernah bisa memberi kamu keturunan jika kamu terus memaksaku untuk menikah denganmu"
zyan melepaskan pelukannya pada nena perlahan menatap wajah nena yang sembab karena air matanya
"apa yang kamu katakan sayang, aku tidak perduli dengan kenyataan seperti itu, yang aku inginkan hanya kami selalu bersama aku, kita bersama sampai akhir hayat kita" zyan mengusap air mata di pipi nena
"kamu mungkin bisa menerimanya zyan, tapi pikirkan perasaan orang tuamu, mereka pasti menginginkan seorang cucu dari pernikahan anaknya?"
zyan mempererat pelukannya pada nena "aku ngga perduli, bukankah kita bisa mengobati masalah itu" ucap zyan
"nenaaa..." ucap seorang pria tampan yang berdiri tegak dari kejauhan
__ADS_1
tanpa nena berbalik untuk melihat siapa yang memanggilnya dia sudah tahu siapa pemilik suara itu.