
"hayo lagi mikirin apa?"
seketika lamunan nena terhenti dengan kehadiran tari sahabatnya
"kamu pucet amat na, lagi sakit?"
Nena menggelengkan kepalanya" nggak kok, cuma sering sakit kepala aja" jawab nena
"makanya jangan banyak begadang sama satria, hehe"
nena menjulurkan lidahnya kearah tari "brisik"
"eh mana nih, oleh2 balinya, nggak ngajak2 kebali main pergi aja!"
"iya maaf bumil yang super bawel, nih buat kamu!"
Nena memberikan tari 1 hadiah dalam paper bag kecil
"makasih yah"
"iya"
"ehhmm" suara Seseorang memecah kehangatan perbincangan kedua sahabat itu
"pagi pak" ucap tari pada zyan bosnya itu " na aku duluan yah?" tari berlalu dari ruangan nena
__ADS_1
"na, gimana sakit kepalamu" tanya zyan yang mendekati duduk nena, kini keduannya berhadapan dalam sofa yang sama
"baik pa---
"shit! jangan panggil aku pak, aku tidak suka, bukankah kita hanya berdua sekarang?" zyan menutup mulut nena dengan jari telunjuknya
"aku merindukanmu sayang" kini zyan melepaskan telunjuknya dan mencium bibir Nena, dengan nafas terengah zyan melepaskan ciumannya memberi nena jarak untuk bernafas
"zyan jangan lakukan itu lagi, hos..hos.." nafas nena terengah engah
"baiklah sayang cukup untuk hari ini!"
zyan tersenyum manis memperhatikan wajah nena kekasihnya
hari demi hari hubungan keduanya terjalin semakin mesra, tanpa adanya yang mengetahui hubungan tersebut, tidak untuk satria atau pun pita istri zyan
"mas kamu kemana aja sih, setiap aku pulang kerja kamu tuh nggak pernah dirumah, bahkan kamu jarang pulang?" pita memakaki zyan yang baru sampai rumah, namun zyan yang terduduk di sofa enggan memberikan penjelasan terhadap pita yang kini berperan sebagai istrinya itu
"mas kamu dengar aku nggak sih" teriak pita yang geram dengan tingkah zyan yang dingin
"siapa Lo berani bentak gue? asal yang lo tahu yah, gue udah ajuin gugatan cerai kepengadilan!"dengan santainya zyan berbicara
deg!
seketika tubuh pita membeku, tangannya mengepal tanda dirinya telah menahan amarah atas perkataan zyan
__ADS_1
"kamu tega yah mas, kamu yang sudah rebut ke hormatan aku, kamu yang udah hancurin masa depan aku, sampai satria memilih perempuan murahan itu buat jadi istrinya dan ninggalin aku" dengan kekesalannya pita mengeluarkan unek-unek yang selama ini ia pendam
mata zyan melotot menahan amarah, ia mendekati tubuh pita yang bergetar akan kemarahan yang ia lihat dari wajah suaminya itu
"ngomong apa Lo barusan hah?" zyan mencengkeram pipi pita dengan tangan kanannya, terlihat dari sana pita menangis kesakitan dan rasa takutnya dengan amarah zyan
"a..a.. ampun zyan" suara pita terbata
"gue nggak pernah merebut kehormatan Lo, Lo harus ingat, gue dan loh melakukan itu atas dasar suka sama suka" dengan nafas memburu zyan meneriaki pita
"dan jangan pernah Lo sebut nena sebagai wanita murahan, karena lo yang sebenarnya wanita rendah yang pernah gue temuin dimuka bumi ini" dengan cepat zyan mendorong tubuh pita kepojok dinding ruangan itu, kini zyan melepaskan cengkraman tangannya pada pipi pita, dan berpindah mencekik leher istrinya itu
"dan Lo, lo yang udah hancurin hidup gue dan Nena" nafas zyan yang tersulut emosi itu begitu teras di wajah pita
"zy..zy..an" nafas nena mulai tertahan, namun sedikitpun zyan tidak ingin melepaskan cekikian itu, matanya merah menyala satu tangannya seakan telah bersiap untuk meninju pita, tapi ia urungkan mengingat pita adalah seorang wanita biasa
bruuug,
zyan melepaskan cekikannya dan melangkahkan kakinya meninggalkan pita yang terjatuh lemah
Dengan nafas yang masih terengah pita mencoba untuk membuka mulutnya
"hanya gara2 wanita itu kamu berani ceraikan aku zyannnn" pita berteriak namun hanya punggung zyan yang ia lihat, zyan sama sekali tidak ingin melihat wajah pita lagi
Dengan langkah yang memburu zyan memasuki mobilnya, ia masih merasa kasihan dengan pita sampai tidak mengusir pita dari apartemennya, karena malam yang semakin larut.
__ADS_1
sial, kalau saja dulu kedua orang tua pita nggak maksa gue buat nikahin anaknya yang hamil itu nggak bakal gue nikahin cewek sialan itu, pita sialan bisa2 nya lo jadiin kehamilan bohongan Lo itu buat alat untuk mendapatkan gue, arrrgggh....zyan membanting stir mobilnya