
5 tahun kemudian,,,
Senyum di wajah cantik Bianca mengembang sempurna, wanita yang kini berusia 33 tahun itu terlihat sangat bahagia menatap kedua anak kembarnya yang tengah berenang bersama Dirga.
Sejak 5 tahun yang lalu, kehidupan rumah tangganya bersama Dirga sudah kembali seperti dulu. Hanya kebahagiaan, canda dan tawa yang menghiasi keluarga kecil mereka.
Perlakuan Dirga bahkan semakin romantis dari waktu ke waktu. Pria yang penuh kelembutan itu selalu memberikan buket bunga setiap bulannya pada Bianca. Dirga membuat ibu 2 anak itu semakin jatuh cinta padanya.
"Mama,, ayo berenang.!!" Shelly langsung berteriak memanggil Bianca saat menyadari keberadaan Mamanya itu. Bocah cantik yang belum genap berusia 5 tahun itu memiliki kemiripan wajah dengan Dirga hampir 85 %. Mata, hidung, bibir, bahkan cara Shelly tersenyum sangat mirip dengan Dirga. Sikapnya pun tak berbeda jauh, Penuh dengan kelembutan dan cinta yang tulus untuk siapapun.
"Mama lihat disini saja ya." Bianca duduk di kursi dekat kolam. Dia menahan senyum melihat kedua tangan Dirga saling di peluk erat oleh kedua anak mereka, seolah kedua anak kembar itu takut tenggelam jika melepaskan tangan Dirga. Padahal mereka cukup pandai berenang.
"Tapi kurang seru kalau Mama nggak ikut berenang." Keluhan Sky. Berbeda dengan Shelly yang memiliki kemiripan dengan Dirga, Sky justru lebih mirip Bianca. Dia memiliki ketampanan yang tak kalah dari Papanya.
Dirga tampak berbisik pada kedua anaknya. Entah apa yang dia bisikkan pada mereka sampai keduanya kompak melepaskan tangan Dirga yang sejak tadi mereka peluk sebagai pegangan.
Keduanya terkekeh kecil melihat Dirga naik dan berjalan menghampiri Bianca.
Sementara itu, Bianca sampai mengerutkan dahi melihat tatapan jahil Dirga yang semakin mendekat. Seolah bisa membaca apa yang akan di lakukan oleh Dirga, Bianca langsung beranjak dari duduknya dan menghindar. Tapi sebelum bergerak menjauh, Dirga sudah lebih dulu menangkapnya.
"Mau kemana hmm,,?" Bisik Dirga tepat di telinga Bianca. Pria itu memeluk Bianca dari belakang.
"Mas, lepasin. Malu di lihat anak-anak." Protes Bianca yang berusaha melepaskan diri dari dekapan Dirga.
"Mereka nggak keberatan aku memeluk kamu, sayang." Bisik Dirga lagi. Tubuh Bianca seketika meremang. Dia menjauhkan telinganya dari bibir Dirga yang terlalu menempel.
"Bahkan mereka setuju aku membawamu ke kolam dengan cara seperti ini."
"Aaaakkh,,, Mas.!!" Pekik Bianca saat tiba-tiba Dirga mengangkat tubuhnya begitu saja. Bianca yang takut jatuh langsung mengalungkan kedua tangannya di leher Dirga.
__ADS_1
Sementara itu, Dirga malah mengulum senyum gemas melihat Bianca yang sempat ketakutan.
Sedangkan Sky dan Shelly tertawa lepas melihat Mamanya di gendong dan di paksa untuk ikut berenang.
...*****...
"Kamu menyebalkan sekali.! Aku sudah bilang nggak mau berenang.!" Bianca masih saja menggerutu dengan bibir yang mencebik. Cuaca sore itu memang sedikit dingin, belum lagi dengan hembusan angin yang cukup kencang. Tubuh Bianca sampai menggigil meski baru beberapa menit di dalam kolam renang.
Dia sampai menyuruh Sky dan Shelly untuk menyudahi renangnya. Saat ini si kembar sedang di urus oleh pengasuh untuk mandikan.
Kini Bianca dan Dirga tengah menuju kamar mereka dengan memakai handuk kimono.
"Maaf sayang,," Ujar Dirga yang masih mengulum senyum. Dia merangkul mesra pinggang Bianca. Tubuh wanita cantik itu sedikit menggigil karna kedinginan.
"Nanti aku buat hangat di dalam kamar mandi. Kamu mau gaya apa.?" Bisiknya. Bianca membulatkan matanya dan reflek memukul perut Dirga.
"Mesum,,!" Tegurnya.
Begitu masuk ke dalam kamar mandi, Dirga langsung mengunci pintunya. Sebenarnya dia juga memaksa untuk ikut masuk ke dalam kamar mandi, karna Bianca sempat menyuruh Dirga untuk mandi di kamar mandi lain.
"Mas.!" Pekik Bianca saat Dirga menarik paksa handuk kimono yang di pakai oleh Bianca. Pria itu malai menyeringai mesum. Soroti matanya sudah berkabut gairah. Dia menarik pinggang Bianca hingga tubuh mereka menempel.
"Sudah berapa hari nggak main disini." Ucapnya dengan satu tangan yang menahan pinggang Bianca dan satu tangan lagi menahan tengkuk Bianca.
Bianca menelan kasar ludahnya begitu mendengar suara berat Dirga dan tatapan matanya yang diselimuti gairah.
"Ma,,mas,," Bianca tergugu. Dia mencoba melepaskan diri dari dekapan predator yang sedang berusaha untuk memangsanya.
Tanpa bisa melepaskan diri, bibir Bianca justru langsung di lahap oleh Dirga. Ciuman yang awalnya lembut, semakin lama berubah kasar dan menuntut. Dirga memperdalam ciumannya, dia menjelajahi seluruh rongga mulut Bianca.
__ADS_1
Kini Bianca mulai mengimbangi permainan Dirga, mereka saling menye sap dan melu mat hingga rasa dingin di tubuh mereka berubah menjadi panas.
Kini tubuh keduanya sudah sama-sama polos. Kain yang tadi menutup rapat tubuh mereka, terlihat berserakan di lantai kamar mandi.
Dirga menggendong tubuh Bianca dan mendudukkannya di wastafel. Pria itu kembali memberikan sentuhan dan kecupan yang membuat Bianca semakin terangsang. Beberapa kali desa-han lolos dari bibir wanita cantik itu.
Beberapa menit berlalu, suasana semakin memanas seiring gerakan tubuh Dirga yang berpacu cepat. Dalam posisi yang masih duduk di wastafel, Bianca mendekap tubuh Dirga dengan kedua tangan meremas kuat punggungnya.
Wanita hampir mendapatkan pelepasan untuk kedua kalinya.
"Mas,! Jangan di dalem," Ujar Bianca di tengah nafas yang tersenggal karna desakan dari daerah intinya.
Dirga tidak menghiraukan peringatan Bianca, dia justru semakin mendorongnya dalam hingga tenggelam seluruhnya dan menebarkan cairan kenikmatan miliknya bersamaan dengan Bianca yang juga mendapatkan pelepasan.
Desa-han panjang memenuhi kamar mandi.Nafas keduanya tampak memburu, dan saling memeluk erat.
"Sudah aku bilang jangan di dalam, kenapa masih di lakukan." Protes Bianca setelah nafasnya mulai teratur.
"Sky dan Shelly sudah pantas punya adik, sayang." Jawab Dirga dengan senyum merekah. Setelah 4 tahun lebih twins lahir ke dunia, ini pertama kalinya Dirga membahas soal adik untuk twins.
Dia selalu menahan diri untuk tidak membahas soal anak lagi, karna Dirga berusaha menjaga perasaan Bianca yang masih trauma dengan proses kelahiran twins.
Bianca yang bersikeras untuk melahirkan normal, terpaksa harus melakukan operasi cesar karna sudah kehabisan tenaga setelah 15 jam merasakan kontraksi. Dan meski di induksi sekalipun, twins tak kunjung mau keluar.
Hal buruk terjadi setelah operasi cesar berlangsung, Bianca di nyatakan kritis dan saat itu dia tidak sadarkan selama 2 hari.
"Aku masih takut Mas,," Lirih Bianca dengan tatapan sendu.
"Ada aku, Sky dan juga Shelly yang akan memberikan kamu kekuatan." Jawab Dirga yang kemudian mendaratkan kecupan di kening Bianca.
__ADS_1
"Kamu wanita yang hebat, aku yakin kamu bisa melawan rasa trauma itu." Ujarnya yang kemudian di tanggapi dengan anggukan oleh Bianca.