Selimut Tetangga

Selimut Tetangga
Bab 90


__ADS_3

Mata Bianca berkaca-kaca, dia tersenyum harus dengan testpack garis dua di tangannya. Setelah lebih dari 5 tahun, dia kembali merasakan momen haru ini. Yaitu mengetahui bahwa dirinya sedang hamil.


Bianca buru-buru keluar dari kamar mandi, dia mencari kotak untuk menyimpan testpack itu dan akan dia letakan kotak berisi testpack itu di atas nakas. Bianca akan memberikan kejutan untuk Dirga. Pria itu pasti akan sangat bahagia, mengingat dia sangat ingin memiliki anak lagi dari Bianca.


Suara ketukan pintu membuat Bianca bergegas setelah meletakkan kotak itu di atas nakas. Dia buru-buru membukakan pintu kamarnya. Tampak twins berdiri di depan pintu dengan senyum yang lebar, dan di belakang mereka ada Dirga.


"Mama,, aku dan Kak Sky ingin liburan."


"Papa mengajak kita ke Singapura. Apa Mama setuju.?" Tanya Shelly antusias. Bianca seketika melirik Dirga, tentu dia sedikit terkejut mendengar rencana liburan mereka. Dirga bahkan belum pernah membahas hal ini dengannya.


”Nilai semester mereka sangat bagus, aku memberikan reward untuk mereka." Jelas Dirga tanpa harus di tanya oleh Bianca.


Bianca mengangguk paham. Selama ini mereka memang belum pernah liburan jauh. Dia tentu setuju kalau Dirga akan mengajak twins berlibur ke Singapura.


"Apa kalian senang kalau berlibur ke Singapura.?" Tanya Bianca pada kedua bocah mungilnya yang lucu. Bianca sedikit membungkukkan badan supaya twins tidak terlalu mendongak menatapnya.


"Tentu saja,," Jawab twins kompak.


"Baiklah, kalau begitu Mama setuju kita berlibur ke sana." Ujarnya yang langsung membuat twins bersorak senang.


"Yeaayy,,,!"


Keduanya langsung menghambur ke pelukan Bianca dan mendaratkan kecupan di kedua pipi Bianca secara bersamaan.


"Apa kalian mau melupakan Papa.?" Tanya Dirga dengan nada bicara yang dibuat sedih. Twins langsung melepaskan pelukannya pada Bianca dan terkekeh geli saat melihat wajah sang Papa tampak cemberut.


"Terimakasih Papa,," Twins kompak memeluk Dirga. Pria itu membalas pelukan twins dengan satu tangannya, dan satu tangannya lagi dia gunakan untuk menarik Bianca agar memeluknya.


Bianca ikut memeluk Dirga dan twins. Pria itu tampak tersenyum bahagia melihat.


"Makasih sayang,," Ucap Dirga tulus. Dia mendaratkan kecupan di kening Bianca.


Entah harus bagaimana mana lagi dia berterimakasih pada Bianca untuk semua kebahagiaan yang dia rasakan selama ini. Juga untuk kesempatan yang telah diberikan Bianca padanya. Dan semua perjuangan Bianca dalam mengandung, melahirkan dan merawat twins hingga mereka menjadi anak-anak yang baik dan pintar.


...*****...


Malam itu setelah memastikan Sky dan Shelly tidur, Dirga diam-diam keluar dari kamar twins. Anak kembarnya itu memang meminta Dirga untuk tidur di kamar mereka, tapi Dirga tentu saja tidak akan melewatkan malam tanpa tidur sambil memeluk istri tercintanya.


"Sayang, kamu dimana.?" Dirga langsung mencari keberadaan Bianca begitu masuk ke dalam kamar. Dia berjalan mendekat ke arah kamar mandi dan mendengar suara gemercik air di dalam sana.

__ADS_1


Dia tersenyum teduh dan memilih beranjak ke ranjang untuk menunggu Bianca.


Sebuah kotak bewarna navy yang tergelak di atas nakas menari perhatian Dirga. Kening Dirga mengkerut, menatap lekat kotak kecil yang biasanya di pakai sebagai tempat kado.


Tangannya mengulur, meraih kotak itu sembari mendudukkan diri di tepi ranjang.


"Anniversary masih beberapa bulan lagi. Bianca mau kasih kado sama siapa.?" Gumamnya sedikit curiga. Akhir-akhir ini dia kerap berfikir yang macam-macam pada Bianca. Perasaan curiga yang dulu tidak pernah muncul, beberapa minggu terakhir telah mengganggu pikiran dan hatinya.


Semakin bertambahnya usia, membuat Bianca semakin terlihat cantik di matanya dan itu yang mungkin membuat Dirga tiba-tiba dihantui rasa takut dan curiga. Takut jika ada Pria yang jauh lebih baik darinya akan merebut Bianca.


Dirga buru-buru membuka kotak itu, kecurigaan dan rasa takutnya seketika lenyap dan berubah menjadi haru. Kedua tangannya sampai gemetar, dia mengambil testpack itu dan membaliknya. Saat itu juga air matanya luruh, melihat garis dua pada testpack di tangannya.


Dari jarak yang tidak terlalu jauh, Bianca tersenyum haru melihat Dirga yang tengah menangis sambil menatap testpack di tangannya.


"Sayang, kamu,,," Seru Dirga yang tidak meneruskan ucapannya karna melihat Bianca tengah berjalan mendekat ke arahnya.


"Terimakasih,," Ucap Dirga tulus. Dia berdiri dan membawa Bianca ke dalam dekapannya.


Memiliki banyak anak adalah salah satu keinginannya sejak lahirnya twins ke dunia. Dirga berharap Tuhan akan menganugerahkan banyak anak padanya setelah dia menunggu 3 tahun lebih dan melewati lika-liku kehidupan dalam rumah tangganya.


...*****...


Dirga selalu setia berada di samping Bianca, dia bahkan ikut menemani sang istri ke ruang operasi. Sedetikpun dia enggan beranjak dari samping Bianca.


"Kamu kuat sayang, aku akan menemani kamu disini. Twins juga sedang menunggu kamu dan adiknya." Bisik Dirga seraya mengusap pucuk kepala Bianca. Wanita yang tengah menangis tanpa suara itu merespon dengan anggukan kecil.


Dia menangis menahan sakit dan trauma.


Beberapa menit berlalu,, suara tangis bayi memenuhi ruang operasi.


Anak ketiga mereka berjenis kelamin perempuan, wajahnya sangat mirip dengan Shelly waktu bayi.


...****...


Bianca dan putrinya sudah di pindahkan ke ruang perawatan. Twins terlihat antusias berdiri di sisi kiri dan kanan box bayi milik adik mereka.


Keduanya terlihat gemas dan beberapa kali menyentuh pipi sang adik yang chubby.


"Shelly, adik mirip sepertimu." Ujar Sky. Bocah tampak itu kini memainkan jari mungil adiknya.

__ADS_1


"Hum,, adik sangat cantik sepertiku." Jawabnya penuh rasa bangga.


"Ck,, kamu percaya diri sekali." Sky mendengus kesal dengan sikap adiknya yang terlalu percaya diri. Shelly langsung cemberut dengan bibir yang mencebik. Dia kemudian menghampiri Papa dan Mamanya yang sebenarnya sedang memperhatikan interaksi twins dan adiknya sejak tadi.


"Mama, adik akan diberi nama siapa.?" Tanya Shelly yang naik ke pangkuan Dirga.


"Namanya Shofia,," Jawab Bianca. Dia sengaja memilih nama menggunakan huruf depan S agar sama dengan Sky dan Shelly.


"Nama yang cantik." Ujar Shelly. Dia terlihat sangat senang memiliki adik, begitu juga dengan Sky.


"Sky, kemari sayang." Dirga memanggil putra tampannya. Bocah itu dengan patuh langsung menghampiri Dirga.


Dirga mengangkat Sky dan mendudukkannya di sisi ranjang bersama dengan Shelly.


Dirga kemudian mengambil Shofia untuk di gendong oleh Bianca dalam posisi setengah berbaring di ranjang.


"Sky jagoan Papa yang pemberani, Sky punya dua adik sekarang." Ujar Dirga lembut.


"Sky harus bisa menjaga dan melindungi adik-adik," Tuturnya yang langsung di tanggapi oleh anggukan.


"Okay Papa, Sky akan menjaga adik." Jawabnya patuh.


"Anak Mama memang hebat dan pemberani." Ucap Bianca seraya mengusap kepala Sky.


"Kakak Shelly juga hebat dan pemberani seperti Kak Sky." Bianca beralih pada putrinya.


Mereka tersenyum bahagia dan kompak berpelukan.


"Terimakasih sayang, aku sangat mencintaimu dan anak-anak." Bisik Dirga di telinga Bianca.


"Aku juga mencintai kamu Mas." Balasnya. Sebuah kecupan mendarat di bibir Dirga. Pria itu reflek ingin membalas ciuman Bianca, tapi mengurungkan niat saat Shelly menatapnya.


Bianca dan Dirga jadi tersenyum kikuk.


...*****...


...TAMAT...


Di tunggu novel baru othor, mungkin akan rilis sekitar tanggal 10 Januari.

__ADS_1


__ADS_2