Sentuhan Mu Mengubah Ku

Sentuhan Mu Mengubah Ku
Ch - 16 Fitting pakaian


__ADS_3

"Ayo Ra, kita turun." ajak Bu Ani saat mobil telah berhenti di sebuah toko terbesar di Jakarta.


"Iya, Bu." jawab Laura mengikuti arahan.


Ceklek!


Dup!


Bu Ani dan Laura berjalan masuk ke dalam toko.


"Selamat datang, Ibu?" sambut pegawai toko.


Bu Ani tersenyum. "Siang, mana Arsya?" melihat semua ruangan.


"Ada di ruangan tamu Bu, sudah menunggu di sana." jawab pegawai dengan ramah. "Mari Bu, saya antar." ajaknya.


"Hmmm!" Bu Ani melihat Laura. "Ayo Ra,"

__ADS_1


"Iya Bu." jawab Laura melihat toko pakaian yang sangat mewah, dengan mengikuti Bu Ani berjalan ke lantai atas.


"Wah, bagus banget pakaian." ucap batin Laura merasa terpana dengan busa pengantin yang berbaris di lemari kaca.


Ceklek!


"Silahkan masuk, Bu." ucap pegawai.


"Hmmm, terimakasih." jawab Bu Ani masuk ke dalam di ikuti Laura dari belakang.


"Kenapa baru sampai, Ni?" tanya Bu Arsa yang duduk di kursi, melihat Bu Ani datang, dirinya langsung berdiri menyambut Bu Ani dan Laura.


Melepaskan salaman, Bu Ani langsung memegang tangan Laura. "Ini calon mantuku. Kenalkan Laura namanya, calon istri Renggra." senyum Bu Ani dengan bangga, bisa memperkenalkan Laura pada sahabatnya itu.


"Serius, Ni?" Bu Arsa terkejut mendengar ucapan Bu Ani, bahwa di hadapannya adalah calon istri Renggra.


"Iya serius!" jawab Bu Ani merasa bahagia.

__ADS_1


Bu Arsa mendekati Laura. "Kenalkan, nama saya Arsa Sukaisi, sahabat Bu Ani." mengangkat tangannya mengajak Laura bersalaman.


Laura membalas salaman Bu Arsa dengan mencium punggung tangan Bu Arsa. "Nama saya Laura Anindia, Bu." jawab Laura tersenyum.


Laura dan Bu Arsa melepaskan salaman. "Ah cantiknya, Ni. Pilihan kamu. Baik di tambah sopan." puji Bu Arsa pada Laura.


Laura yang mendengar hanya bisa tersenyum di puji oleh Bu Arsa. Dirinya yang selalu minder saat melihat kaca, jika harus berdampingan dengan sesosok Renggra yang terbilang gantengnya tidak pernah luntur.


"Eh bukan, Saya. Tapi Renggra sendiri yang memilih, kalau saya yang pilih, mana mau." jujur Bu Ani. "Beda selera kata Renggra." bohongnya Bu Ani, menutupi trauma Renggra yang tidak mau di sentuh wanita lain. Ada Laura aja Renggra mau menikah. Kalau tidak, udah jadi bujang tua selamanya. Pikir Bu Ani yang merasa legah, memikirkan Renggra.


"Ah serius, Ni? Berarti diam-diam Renggra pacaran dong. Tapi memang bagus begitu sih, dari pada di umbarkan bahaya. Banyak masalahnya. Berarti rumor yang beredar Renggra itu penyuka sesama jenis, tidak benar adanya. Dasar mulut netizen, bikin geram aja." jelas Bu Arsa terang-terangan soal gosip miring tentang Renggra yang membuatnya merasa kesal.


"Aku aja terkejut dengan gosip miring itu. Tapi yah, semua akan terjawab saat Renggra akan menikah dengan Laura besok." bahagianya Bu Ani, bahwa besok akan menjadi hari dimana dirinya tidak perlu pusing memikirkan cara membuang gosip murahan yang mempengaruhi berbagai kegiatan perusahaan maupun Renggra.


"Benar itu, Ni. Semoga saja besok itu hari patah hati sedunia." ucap Bu Arsa merasa bahagia. "Mari kita buat Laura secantik mungkin." dukungan Bu Arsa pada Laura dan Renggra.


"Aku serahkan padamu sebagai yang ahli." ucap Bu Ani bangga mempunyai sahabat yang saling membantu.

__ADS_1


"Siap!" jawab Bu Arsa merasa semakin bersemangat. Dirinya yang akan membuat warga Indonesia merasa tersakiti dengan pernikahan Renggra yang mempersunting wanita cantik berparas lembut seperti Laura.


Bersambung...


__ADS_2