Sentuhan Mu Mengubah Ku

Sentuhan Mu Mengubah Ku
Ch - 8 Bucin (Budak Cinta)


__ADS_3

Setelah Renggra bercerita, Angga tersadar bahwa Laura adalah anak perempuan kecil yang menolong Renggra dan bertemu dengannya.


"Maaf Reng, gue benar-benar lupa kalau Laura adalah anak perempuan yang waktu itu bersama dengan kita. Hari itu juga, awal kita bertemu, kemudian hidupku berubah. Mungkin tanpa elu, gue nggak akan menjadi seperti ini, dan bertemu dengan Nova. Tapi Reng, bagaimana elu tau kalau wanita itu adalah Laura? Bukannya bentuk fisik Laura berubah. Gue aja nggak mengenalinya karena sudah lama banget. Mungkin pada hari itu juga pertama dan terakhir bertemu dengannya."


Renggra tersenyum, akhirnya Angga mengingat kejadian itu. "Dulu, saat kita sudah sampai di rumah, gue nggak bisa lupa pada Laura, terus menerus memikirkannya. Merasa diri ini sangat rindu pada tawa dan kelucuannya. Setelah 7 tahun dari kejadian itu, gue kembali ke tempat panti asuhan itu berada, tanpa sepengetahuan elu. Tapi, tempat itu sudah berubah menjadi tanah yang kosong. Tidak ada bangunan rumah sama sekali, hanya tanah luas dan berumput. Lalu gue beli dan gue jadikan bangunan villa untuk liburan dan kenang-kenangan kita. Sungguh sayang, jika kenangan yang menurut gue berarti, hilang begitu saja.


"Oh, villa yang sering kita menginap itu?" tanya Nova.


"Hmmm, benar. Gue juga meminta orang untuk mencari di mana pindahnya panti asuhan itu. Ternyata tidak jauh dari kota ini, paling 30 menit baru sampai ke sana. Gue sering melihat Laura dari jarak jauh, tapi gue nggak bertemu dengannya sampai gue bisa memiliki impian. Setiap wajah, perubahan, dan apa yang dia lakukan, gue hanya menerima laporan dari orang suruhan gue. Sebenarnya yang menabrak di mall kemarin adalah gue. Sudah saatnya kita berdua harus bertemu. Gue juga merasa inilah waktu yang tepat untuk memilikinya, entah kapan cinta itu tumbuh di dalam hati gue? Tapi yang jelas, hanya Laura yang ingin gue nikahi." jelas Renggra.

__ADS_1


"Salut gue dengan elu Reng, tidak terduga elu diam-diam ternyata menjadi bucin (Budak cinta) hahaha... Yah, gue harap kalian bisa saling mencintai, Laura juga secepatnya teringat padamu. Laura dulunya pasti ingin sekali bertemu denganmu, Reng. Sekarang pangeran ini sudah berada di hadapannya." jelas Nova tersenyum.


"Gue enggak akan memaksa, hanya rasa ingin memilikinya sangatlah tinggi. Apapun jalannya Laura akan segera menjadi milik gue." posesif Renggra.


"Jika itu yang terbaik untuk hidup lu, kami berdua akan mendukung apa pun yang ingin elu lakukan. Secara ini juga kabar baik untuk semua orang, bahwa seorang Renggra Wijaya adalah laki-laki yang normal idaman para wanita." Angga berucap.


"Betul sekali itu, Ga. Ternyata, di antara kita sekarang sudah harus kehilangan satu jomblo." sambung Nova merasa sedih.


Setelah bicara panjang lebar, Rengga ingat Laura tidak memiliki pakaian, untuk mengganti pakaian yang Laura gunakan mau pun keperluan lainnya.

__ADS_1


"Ga, gue lupa. Laura belum menganti pakaiannya yang kotor tadi. Elu siapkan semua keperluan Laura sekarang juga, jangan sampai ada yang kurang satu apa pun." pinta Renggra.


"Baiklah Reng,"


Angga berdiri berjalan ke arah pintu.


Ceklek!


Dup!

__ADS_1


Perginya mengikuti perintah Renggra.


Bersambung....


__ADS_2