
"Allahuakbar Allahuakbar." suara azan berkumandang lewat aplikasi handphone Renggra.
Perlahan Renggra membuka mata.
"Yang, shalat subuh." tangan Renggra mengelus kepala Laura menyuruhnya untuk bangun.
"Hmmm!" perlahan Laura terbangun, melihat Yusuf tertidur pulas memeluk dirinya.
"Anak Ayah, begitu tega." ucap Renggra pelan sambil mencium lembut pipi Yusuf.
"Namanya juga anak-anak, Mas. Maunya di dekat orang tuanya." bela Laura.
"Iya sih, Mamas baru ingat. Waktu masih kecil, maunya di peluk Bunda terus." ingat Renggra pada masa-masa yang penuh bahagia.
"Begitulah Yusuf, Mas." perlahan Laura melepaskan pelukan Yusuf.
Renggra turun dari ranjang, berjalan ke dalam kamar mandi.
Setelah selesai, Laura yang masuk ke kamar mandi untuk mengambil wudhu.
"Allahuakbar." ucap Renggra memulai shalat berjamaah bersama Laura.
5 menit terlewati.
"Alhamdulillah." seperti biasa Renggra melihat Laura untuk berdoa di atas ubun-ubun kepala Laura. "Hapuskan dosa-dosa istriku ya Allah. Jadikanlah Laura istri yang shalihah, penuh kasih dan sayang terhadapku dan anak kami. Aamiin." ucap batin setelah itu meniup pelan kepala Laura.
Laura hanya bisa berucap aamiin, walau dirinya tidak pernah tau apa yang di doakan Renggra.
__ADS_1
"Sini alat shalat kamu, Mas." Laura mengambil kain dan sajadah yang sudah di lipat Renggra.
Renggra hanya bisa tersenyum-senyum, betapa bahagianya hari-hari mereka yang penuh dengan warna setiap harinya.
Renggra melihat Yusuf masih tertidur pulas, dirinya tiba berinisiatif memindahkan Yusuf ke ranjang miliknya. Dengan secara perlahan-lahan, Yusuf bergerak sebentar dan tertidur kembali. Mematikan lampu, sisa lampu kuning kecil yang menyala.
Laura keluar dari dalam ruangan, berjalan pelan. Renggra yang melihat Laura langsung menggendongnya ke atas ranjang.
"Mas, ngapain?" Laura menepuk pelan bahu Renggra, akibat terkejut dengan sikap Renggra yang tiba menggedong dirinya.
"Suuut!" Renggra menyuruh Laura diam. "Jangan bersuara, kita lanjuti yang semalam." bisik Renggra ke telinga Laura.
Laura tersenyum-senyum mengerti maksud dari Renggra.
Renggra menyelimuti tubuh mereka dengan selimut, mulai Renggra kembali menerbangkan sayap kenakalannya ke arah Laura.
"Hmmm!" suara Yusuf terdengar.
Hembusan nafas panjang Renggra lakukan. "Huuuf! Ya Allah bantulah hambamu ini." ucap batin Renggra yang tak tahan jika harus di tunda kembali.
Laura dan Renggra keluar dari dalam selimut, melihat Yusuf yang tertidur pulas kembali. Rupanya Yusuf hanya bermimpi.
Renggra tersenyum-senyum, ternyata ada jalan. Cepatnya menutup kembali melanjutkan aktivitas permainannya.
***
"Lama ya, Yang. Yusuf tidur." Renggra mendekati Yusuf yang telah usai mandi dan berpakaian.
__ADS_1
Hari ini seperti biasa sabtu dan minggu Renggra tidak berkerja, menikmati hari libur bersama keluarga di rumah.
Laura duduk di ujung tepi ranjang, sambil memainkan handphone. "Ngantuk kali, Mas. Semalam nangis terus." duganya.
Renggra mencium pipi Yusuf. "Hmmm, anak Ayah tau ya. Ayah ngajak main Bunda." bisiknya mengusap kepala Yusuf.
"Iya Ayah, lain kali jangan gangguin Bunda." canda Laura menjahili Renggra.
Renggra menyipitkan mata, berjalan mendekati Laura. "Ini mau Bundanya." memeluk Laura mencium bibirnya.
Momen yang begitu bahagia, membuat Renggra ingin selalu mengarungi sisa hidupnya untuk keluarga kecil yang di bina selama ini.
Renggra melepaskan ciuman. "Aku hanya bercanda, Mas." ucap Laura yang takut Renggra salah paham.
"Mamas ngerti, Yang." tangan Renggra kesana kemari.
"Mas, udah cukup. Lihat matahari aja sudah terang." menjauhi tangan Renggra.
"Emang kenapa, Yang?" jahil Renggra pada Laura. Baru kali ini dirinya merasa kembali seperti masih berpacaran.
"Mamas tuh udah berapa kali mainnya?"
"Baru 2 kali, Yang." canda Renggra.
"Lupa ingatan ya, Mas."
Renggra tersenyum-senyum. "Enggak, Yang. Mamas bercanda." mencium kembali Laura.
__ADS_1
Bersambung...