Sentuhan Mu Mengubah Ku

Sentuhan Mu Mengubah Ku
Ch - 52 Sadar


__ADS_3

2 hari Laura di rawat inap, dirinya belum juga sadar. Siang dan malam Renggra merawat Laura. Membaca shalawat, kitab Al-Qur'an, dan bacaan lainnya. Mengelus perut Laura berbicara pada anaknya, agar kuat dan sehat.


Mata sayup dan lesu, pelan-pelan Laura melihat Renggra tertidur di sampingnya. Kepala Renggra menyender di pinggir ranjang, membuat Laura merasa kasihan. Mengangkat pelan tangan yang masih lemas, memegang kepala Renggra. Tiba mata Renggra langsung terbuka, merasa Laura mengelus-elus kepalanya.


"Alhamdulillah, Yang. Kamu udah sadar?" bahagia Renggra melihat Laura sudah sadar. "Mamas, panggil Dokter dulu, ya?"


Laura hanya bisa mengangguk. Merasa kepalanya sangat berat.


"Sebentar!" Renggra berjalan keluar ruangan.


Tidak begitu lama, Renggra, Dokter, dan perawat masuk.


"Kita periksa ulang dulu ya, Bu Zahra." ucap Dokter meminta izin.


Laura kembali hanya mengangguk.


Dokter mulai memeriksa kandungan Laura, sedangkan perawat menulis tekanan darah, suhu tubuh, dan ucapan Dokter agar bisa melihat semua hasilnya.


"Pak Renggra." Dokter melihat Renggra. "Alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik. Ibu Laura dan janin sudah sehat. Kami akan memberikan obat pereda nyeri bagian kepala dan multivitamin seperti biasa." senyum Dokter merasa legah, melihat ke adaan Laura membaik.


Renggra tersenyum mendengar hasil dari Dokter. "Alhamdulillah. Iya, Dok."


"Kalau begitu, kami pergi dulu." ucap Dokter sambil berdiri.


"Iya, Dok. Terimakasih."


"Iya, Pak Renggra. Sama-sama."


Ceklek!


Dup!


Renggra duduk di dekat Laura. "Alhamdulillah, Ay. Kamu baik-baik saja." tangan Renggra memegang tangan Laura.


Ceklek!

__ADS_1


Suster datang kembali. "Permisi Pak Renggra, saya mau memasukan obat ke dalam infus Ibu Laura atas perintah Dokter."


"Iya, Sus."


"Permisi ya, Ibu Laura."


Laura hanya mengangguk.


Suster mulai memasukkan obat ke dalam infus.


"Sebentar lagi pusing anda akan hilang, perlahan boleh duduk. Saya permisi." ucap perawat saat setelah memasukkan obat.


"Iya Sus, terimakasih banyak." ucap Renggra.


"Iya, Pak sama-sama."


Ceklek!


Dup!


"Udah enakkan, Mas." Laura masih merasa lemas. "Mas?"


"Kenapa, Yang?"


"Kenapa, aku di sini, Mas?"


"Kamu nggak sadarkan diri di dalam kamar, Yang. Tubuh kamu panas. Mamas mencoba bangunin kamu, ternyata nggak juga bangun. Mamas bawa kamu ke sini. 2 hari kamu nggak sadarkan diri, Yang." jelas Renggra merasa sangat khawatir, tanganya kembali memegang tangan Laura.


"Mamas, kan masih sakit?"


"Enggak lagi, Yang. Udah sembuh. Sekarang ini Mamas sangat bahagia." jelas Renggra ingin bercerita tentang kehamilan Laura.


"Alhamdulillah. Bahagia kenapa, Mas?" penasaran Laura.


Renggra mengelus perut Laura. "Yang, di sini ada anak kita." suara yang berbisik tapi terdengar.

__ADS_1


Mata Laura membulat. "Ma-maksud, Mas?" masih belum percaya.


Renggra mencium punggung tangan Laura "Kamu hamil, Yang."


"Serius, Mas?"


"Serius." jawab Renggra tersenyum.


Laura masih belum percaya.


Renggra mengambil secarik kertas tipis di atas meja. "Ini buktinya." memberikan ke Laura.


Laura mengambil, melihat gambar hasil USG yang di berikan Dokter.


Air mata Laura berlinang.


"Serius ini anak kita, Mas?" Laura bertanya kembali, masihnya belum percaya Tuhan begitu cepat memberikan keturunan.


"Serius, Yang. Kalau kamu nggak percaya, Mamas panggilkan Dokter."


"Jangan, Mas. Aku lihat ini udah percaya. Soalnya aku baru ingat, sudah 2 bulan aku nggak haid. Terakhir kamu beli pembalut waktu di villa." jelas Laura mengingat hal itu.


Renggra tersenyum. "Alhamdulillah." mengelus perut Laura. "Air tepung yang Mamas siram, ternyata menjadi seperti ini." canda Renggra agar Laura lebih rileks.


Laura tersenyum malu.


"Maafin, Mamas. Selama ini melupakanmu, Yang. Mamas membuat kamu dan anak kita jadi begini." air mata Renggra berlinang, menyesali perbuatannya.


"Aku ngerti kok, Mas. Dengan kondisi kamu. Wajar kamu pasang bodyguard untukku. Kamu aja di buat begitu, apalagi aku yang hanya istri kamu, Mas. Gimana orangnya udah tertangkap belum?"


"Iya, Yang. Sudah." bohong Renggra agar Laura tidak kepikiran yang membuat kehamilannya terganggu.


"Alhamdulillah." Laura merasa bahagia. "Semoga kita selalu di beri perlindungan oleh Tuhan yang maha esa."


"Iya, Yang. Aamiin."

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2