Sentuhan Mu Mengubah Ku

Sentuhan Mu Mengubah Ku
Ch - 7 Pamit


__ADS_3

Hari mulai malam, Ibu Ani merasa sangat khawatir terhadap Renggra yang menunggu di rumah, duduk memegang kedua tangan melihat ke arah pintu dan ruangan lainnya.


"Renggra kamu dimana sekarang, Nak? Belum juga ada kabar tentangmu? Aku tau, kamu pasti sangat terpukul. Aku sangat takut, entah apa yang terjadi padamu sekarang? Semoga dirimu baik-baik saja."


Selang beberapa waktu scurity datang menghampiri Bu Ani. "Lapor, Nyonya! Kami sudah menemukan tuan kecil Renggra. Dia berada di rumah panti asuhan. Kami menemukannya lewat sinyal yang terpasang di sepatu tuan kecil Renggra."


"Alhamdulillah, kalau begitu siapkan mobil, dan bahan pokok untuk di bawa ke panti asuhan." perintah Bu Ani yang sangat bahagia dan legah, akhirnya Renggra di temukan.


"Baik, Nyonya." jawab scurity.


Selama 1 jam Bu Ani baru sampai di lokasi yang di tunjukkan scurity. Mobil berhenti di depan panti asuhan. Anak panti yang duduk di depan rumah, langsung masuk ke dalam panti.


"Ibu cepat keluar, ada mobil berhenti di depan rumah kita." teriak anak laki-laki bernama Zain.


"Pasti itu, Ibu Ani." ucap batin Renggra sudah mengetahui, dirinya ikut keluar menyambutnya.


"Ah iya," Bu Aminah langsung keluar rumah.


Ibu Ani yang turun dari mobil melihat Renggra yang berdiri di samping Bu Aminah. Dirinya langsung berjalan cepat menghampiri, dan memeluk Renggra. "Kamu tidak apa-apakan, Nak? Apa ada yang terluka?" melihat kondisi tubuh Renggra merasa cemas takut Renggra terluka.


Semua orang di panti asuhan melihat Renggra, mereka tidak menduga bahwa Renggra anak orang kaya yang hilang.


"Aku tidak apa-apa, Bu. Aku baik-baik saja. Aku senang berada di sini." jawab Renggra pada adanya.

__ADS_1


Ibu Ani yang mendengarnya merasa legah.


"Syukurlah sekarang kamu baik-baik saja dan merasa senang di sini. Tapi Reng, kita harus pulang, karena di sini bukan tempatmu." jelas Bu Ani.


"Iya Bu! Tapi aku ingin, mengajak 1 orang teman bersamaku. Dia bernama Angga." memegang bahu Angga yang berada di sampingnya. "Angga tidak ada orang tua lagi. Aku ingin menjadikannya sebagai sekretarisku, karena dia tidak mau ikut denganku hanya sebagai teman saja. Dia ingin berkerja atau membantuku. Apa Ibu mengizinkan?" pinta Renggra berharap Bu Ani menyetujuinya.


"Jika itu yang membuatmu bahagia, maka lakukanlah." setujunya.


Renggra mendengar Ibu Ani menyetujuinya, ia merasa bahagia.


"Oh iya Angga! Kenalkan, ini Ibu asuhku bernama Ibu Ani. Dialah orang yang akan bersama kita." Renggra memperkenalkan Angga pada Bu Ani.


Ibu Ani yang melihat Angga dengan tersenyum. "Salam kenal ya, Angga?" mengangkat tangannya mengajak bersalaman.


"Salam kenal, Bu." jawab Angga langsung mengangkat tanganya, mencium punggung tangan Bu Ani.


"Iya sama-sama, Bu. Tadinya salah satu anak panti berjumpa dengan Renggra sewaktu kami mencari tanaman, Renggra tertidur di bawah pohon. Saya kira dia pingsan tidak sadarkan diri, jadi saya dan anak-anak, langsung membawanya ke panti asuhan." jelas Bu Aminah.


"Oh begitu ya, Bu. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak sudah merawat dan menjaga Renggra."


Ibu Amina tersenyum menganggukkan kepalanya. "Hmmm iya Bu, sama-sama."


Ibu Ani melepaskan tangannya dan melihat ke arah Bi Siska dan scurity. "Turunkan semua barang yang kita bawa tadi ke sini." perintahnya, menunjuk lantai depan panti.

__ADS_1


"Siap, Nyonya!" jawab mereka serentak.


Ibu Ani kembali melihat Bu Amina, dengan mengambil selembar cek uang senilai 500 juta di dalam tas, kemudian di berikan pada Bu Aminah.


"Bu, ini ada sedikit bahan pokok makanan, dan ini juga ada sedikit uang untuk keperluan kalian semua." menyerahkan selembar kertas.


Bu Aminah mengambil. "Banyak sekali Bu uangnya." terkejutnya dengan tulisan angka di kertas itu.


"Tidak apa-apa, anggap saja ini tanda berterima kasih kami pada Ibu dan anak-anak yang telah menolong Renggra. Dengan uang ini juga, Ibu bisa membangun panti asuhan yang lebih baik untuk kalian tempati." jelasnya Bu Ani.


"Tapi Bu-"


"Jika Ibu tidak menerimanya, saya dan lainnya akan merasa sangat sedih." putus Bu Ani,


Ibu Amina terdiam sebentar melihat sekelilingnya. "Baiklah saya akan terima. Saya dan anak panti asuhan, sangat berterima kasih atas apa yang Ibu, Renggra dan bapak sekalian telah berikan pada kami."


"Iya Bu, sama-sama." jawab Bu Ani.


Renggra melihat Laura dengan raut wajah sedih. "Ra, aku pamit pulang dulu ya? Terimakasih sudah membantuku. Aku janji, akan menemuimu di lain waktu."


Laura tersenyum. "Iya, Kak. Aku tunggu janjimu."


"Iya sudah, kami pulang dulu. Assalamualaikum." Bu Ani mulai berpamitan.

__ADS_1


"Waalaikumussalam," serentak semua orang di panti asuhan menjawab.


Bersambung...


__ADS_2