
Aditya yang masih berusia enam belas tahun, membuat perasaannya gelisah dan jenuh di dalam rumah. Ia berjalan ke ruangan yaitu tempat kerja pak Septo.
Larangan keras bagi orang lain masuk selain izin dari pak Septo. Namun, keadaan rumah sepi, membuat pikir Aditya tak masalah ia masuk ke dalam ruangan, karena dirinya anak kandung pak Septo. Lihatnya banyak sekali tumpukan dokumen membuat fokus itu pada satu buku di ujung lemari berukuran kecil tapi menarik.
Ambilnya perlahan, membuka secara seksama jatuhlah sebuah kertas ke bawah lemari. Meraih sana sini, ia malah menemukan sebuah dokumen yang sudah berdebu. Penasaran dalam dirinya memuncak, apa isi dokumen tersebut?
Memasukkan ke dalam pakaian, membawa dokumen itu ke tempat lain.
Aditya melihat foto-foto semasa hidup ibu kandung dan dirinya, ia juga menemukan sebuah petunjuk di dalam ruangan kerja Pak Septo.
Mengerutkan kening membuat Aditya penasaran, berjalan pelan kembali lagi ke dalam ruangan itu, mencari sebuah buku, ketika di tarik, lemari yang berada di hadapannya terbuka menjadikan sebuah ruangan.
Aditya semakin penasaran ada apa di dalam ruangan itu? Masuk secara perlahan, melihat tombol di dinding yang berdebu.
Menekan tombol itu, tampak hiduplah beberapa lampu menerangi.
Melihat isi ruangan tampak berdebu dengan satu buah peti mati terletak di lantai.
__ADS_1
Aditya mendekati dan bertanya-tanya, ada apa lagi di dalam sana? Membuka secara perlahan, ternyata mayat ibunya di awetkan. Air mata Aditya menetes, mengepalkan tangan, menahan amarah semakin memuncak.
Menjerit dalam hati, tega seorang ayah memperlakukan perbuatan keji pada anak dan istrinya.
Pada saat itulah Aditya diam-diam mempunyai dendam pada pak Septo, ayah kandungnya sendiri.
Semakin hari tubuh kecil itu menginjak dewasa, rasa bosan dalam hidupnya membuat ingin berjalan ke suatu tempat agar benak di pikiran itu hilang. Berjalan mengitari jalan tibalah mall baru milik Renggra di buka.
Duduk di kursi memesan makanan dan minuman. Melihat sana sini situasi begitu ramai, tampaklah wanita berhijab panjang menghampiri pelanggan wanita di meja samping Aditya.
Di perhatikan wanita itu hanya melayani costumer wanita saja, panggilnya untuk mengetes apa benar yang di lihat itu, atau hanya sekedar dapat pesanan dari costumer wanita saja.
Laura melihat sebentar dan mengalihkan pandangan. "Maaf, Kak. Saya hanya melayani costumer wanita saja. Kalau ada apa-apa langsung aja ke kasir." jalannya cepat ke meja mengambil pesanan.
Aditya tertegun, melihat sisi dari wanita itu. Perasaan yang datang, menilai perbedaan Laura dengan wanita lain.
Di sanalah mula asalnya Aditya ingin memiliki Laura.
__ADS_1
Senyum Pak Septo, memainkan tangannya. "Apa lagi yang kau inginkan Dit? Bukannya sebagai imbalan wanita yang sedang tertidur di sana itu untukmu. Santai saja Dit, semuanya sudah kita dapatkan. Sesuatu yang di inginkan sudah kita miliki." mendekat ke arah Aditya.
Angga mengetukkan jarinya ke lantai untuk memanggil semua orang yang berada di luar, masuk ke dalam gedung mengepung Pak Septo dan Aditya. Polisi dan pengawal pak Septo sama-sama mengarahkan senjata api.
Aditya melihat suasana semakin mencengkram ia menginjakan tombol di kakinya dan keluarlah asap tebal. Renggra, Angga dan Nova berhasil di selamatkan oleh pihak polisi saat asap tebal itu muncul.
Blar...!
Booom...!
Tempat itu meledak dengan sangat kuat.
Renggra melihat tempat itu meledak dan menghabisi semua yang berada di sana. "Tidak... Jangan... Laura..." teriaknya ingin mendekat menyelamatkan Laura yang masih di dalam gedung tua.
Angga dan Nova meraih langsung tangan Renggra dan memeluknya, Renggra memberontak melepaskan pegangan Nova dan Angga. Ia pun sangat kuat dengan isak tangis yang menggebu-gebu. Air mata membasahi wajahnya, membuat dirinya tidak tahan dengan perih luka di hati melihat sang istri ikut terbakar di dalam gedung.
Sampai kesadaran Renggra habis, akibat syok berat yang di rasakan.
__ADS_1
Angga dan Nova langsung membawa Renggra ke rumah sakit, tak lupa mereka menyuruh pihak berwajib memeriksa keadaan gedung itu untuk mencari Laura.
Bersambung...