Sentuhan Mu Mengubah Ku

Sentuhan Mu Mengubah Ku
Ch - 44 Perawatan


__ADS_3

Setelah menjalani pemeriksaan, Dokter duduk di depan meja, berhadapan dengan Renggra, Angga, dan Nova.


"Pak, anda terkena obat berbahaya. Efek samping, bisa merusak sistem saraf di bagian kepala anda. Bapak tidak perlu khawatir ini bisa kita atasi, karena Bapak sudah meminum obat pencahar sebelum datang ke sini. Walau tidak bereaksi secara garis besar, tapi obat itu bisa menunda reaksinya. Sekarang hanya perlu perawatan khusus lebih lanjut untuk beberapa hari."


"Hmmm, Iya Dok." jawab Renggra merasa legah, dirinya hanya bisa mengikuti anjuran dari Dokter.


Renggra tidak habis pikir, cinta seseorang bisa membutakan mata hati. Termasuk bisa mencelakakan atau membunuh orang yang menghalanginya.


Jika cinta tidak di dampingi dengan perbuatan baik, sadar apa yang dilakukan, jauh dari sang maha pencipta, mencintai bukan karena ibadah, maka itulah pertanda golongan orang yang tersesat.


Perawat datang menghampiri.


"Bapak Renggra, kamar anda telah siap. Mari Bapak melakukan perawatan." ucap perawat menjelaskan.


"Iya Sus." jawab Angga.

__ADS_1


Mereka bertiga di bawa keruangan yang telah di sediakan.


Renggra mengganti pakaian rawat inap dan infus terpasang di tangan Renggra. Duduk di atas ranjang berselimut kain tebal.


Nova dan Angga duduk di kursi sofa dekat Renggra.


"Sekarang apa yang harus kita lakukan? Dia telah membuat mu begini, Reng." Nova merasa kesal dan khawatir dengan Renggra.


"Gue ingin mengikuti rencana lelaki itu." Renggra penasaran dengan apa yang di lakukan Aditya Jika tidak di ikuti, entah apa yang akan di lakukan selanjutnya.


"Maksud elu, Reng?" tanya Angga belum paham dengan jalan pikiran Renggra.


Angga merasa ini terlalu berat untuk di lalui. "Apa elu sanggup, sering berjauhan dengan Laura?" pastikannya lagi.


"Iya berat, tapi ini demi kita semua." jawab Renggra mengorbankan apa yang ada.

__ADS_1


Renggra merasa ada orang lain di sekitar mereka, mau tidak mau, dirinya harus mencari tau, siapa orang yang berada di dekatnya, mencoba menjadi musuh dalam selimut.


Nova memegangi kepala. "Jika elu jadi gue, sulit untuk lalui. Apalagi mempertaruhkan rumah tangga."


Renggra menarik nafas panjang. "Semua mungkin berat, tapi kita nggak tau apa yang sudah di rencanakan jika kita tidak ikuti permainannya. Gue percaya Allah maha mengetahui, pasti ada jalan." pasrah dengan keadaan.


"Baiklah, Reng. Jika itu sudah bulat, kita lalui bersama. Kami ada di samping mu." Angga memberi dukungan pada keputusan Renggra.


Renggra melihat Angga dan Nova. "Tolong cari siapa di sekitar kita, yang menjadi mata-mata orang lain. Entah itu di rumah maupun di perusahaan. Gue nggak mau, di antara kita dalam bahaya." jelasnya meminta bantuan sahabatnya mencari siapa antek-antek yang di jalankan oleh Aditya.


"Hmmm, baiklah Reng." jawab serentak Nova dan Angga.


Angga segera menelepon Bu Ani, menceritakan apa yang terjadi barusan. Bu Ani menceritakan pada Amel, setelah dapat telepon dari Angga.


Sulit di percaya, mereka berdua harus mengikuti drama yang di buat Renggra sedemikian rupa. Mungkin, banyak hal yang akan terjadi. Apalagi berurusan dengan rumah tangganya, jika tidak di perbuat rumah tangganya akan makin hancur. Mau tak mau, demi Renggra dan Laura mereka lakoni.

__ADS_1


Renggra mulai di rawat di sana beberapa hari, sekalian melakukan drama jika Laura telah tiba.


Bersambung...


__ADS_2