Sentuhan Mu Mengubah Ku

Sentuhan Mu Mengubah Ku
Ch - 64 Part 1 TAMAT


__ADS_3

Renggra menggendong Yusuf.


Air mata di tahan melihat peti mati di hadapannya. Tubuh Laura tidak bisa di lihat secara sempurna lagi, saat pihak polisi menemukan.


Renggra hanya melihat kain putih telah membungkus tubuh yang di anggap Laura.


Semua berdiri di bawah tenda berwarna putih, penampakan ini terulang kembali.


Dulu mengantarkan ke-dua orangtuanya, sekarang Renggra harus mengantar Laura ke pangkuan sang ilahi.


"Selama jalan, Yang. Maafkan Mamas! Gara-gara Mamas kamu harus pergi meninggalkan kami." ucap batin Renggra meneteskan air mata.


Bu Ani dan Amel memegang bahu Renggra. "Semua telah terjadi, Mas. Mbak Laura telah bahagia bersama Ayah dan Bunda." ucap Amel ikut meneteskan air mata melihat kondisi Laura yang terakhir mereka lihat.


"Dirinya akan sedih, jika dirimu masih bersedih, Reng." ucap Bu Ani.


Bu Aminah dan lainnya juga hadir.


Mereka semua masih menangis, tidak percaya pada apa yang terjadi. Secepat itu Laura meninggalkan mereka.


"Bagaimana, Bapak dan Ibu? Apa boleh kita memakamkan jenazah Ibu Zahra sekarang juga." ucap ustadz Shaleh yang memimpin acara pemakaman.


Renggra menganggukkan kepala. "Silahkan, Pak." ucap Renggra.


"Baik, Pak. Tapi, siapa yang mau mengazankan, Ibu Laura?" tanya ustadz Shaleh.

__ADS_1


"Saya yang akan mengazankan Laura." ucap Renggra berusaha melakukan yang terbaik di akhir perpisahan mereka.


"Baiklah kalau begitu, kita mulai." ucap Ustadz Shaleh.


Semua pegawai yang mengikuti mulai membuka peti.


Semuanya semakin deras menangis.


Perlahan mayat itu di keluarkan dan di letakkan di dalam tanah yang sudah di buat.


"Silahkan Bapak Renggra mengazankan Ibu Laura." perintah Ustadz Shaleh.


Renggra melihat Bu Ani, menyerahkan Yusuf. Dirinya mulai berjalan perlahan masuk ke dalam rumah terakhir Laura.


"Alhamdulillah." ucap Renggra selesai mengazankan Laura.


Dirinya kembali naik.


Mulai tanah menutupi Laura.


Hiks hiks hiks semuanya menangis tidak tertahankan.


"Laura..." ucap Bu Aminah terduduk.


"Ibu..." anak panti memegang bahu Bu Aminah.

__ADS_1


Hiks hiks hiks. Tangis Bu Aminah pecah, mengingat perjuangan Laura yang membantu dirinya.


Pemakaman telah usai di laksanakan.


Renggra berdiam diri melihat barisan Laura, Ayah, dan Ibunya.


"Yang, semoga kamu bahagia di sana. Aku yang akan menjaga Yusuf di sini. Jangan di pikirkan." mengalir air mata Renggra yang tidak bisa berhenti. "Kamu pasti sudah bertemu dengan Ayah dan Bundaku." mengusap pelan papan nama Laura. "Semoga kalian semua berbahagia di surga."


Angga dan Nova mengusap pelan punggung Renggra.


"Laura sudah tenang, Reng. Sudah bahagia bersama ke-dua orang tuamu, Mari kita pulang, kasian Yusuf menunggumu." ucap Angga.


Angguk Renggra sambil melihat Bu Aminah. "Maafkan Aku, Bu." ucap Renggra merasa bersalah.


"Semuanya telah terjadi, Nak Renggra. Hidup dan mati seseorang telah di tentukan. Jangan merasa bersalah. Percayalah, ini semua jalan yang Allah berikan untuk kita semua." ucap Bu Aminah yang mulai tenang.


"Benar, Reng. Ini." Bu Ani menyerahkan Baby Yusuf. "Sekarang tugasmu adalah menjaga titipan ini. Jangan lagi larut dalam kesedihan, kasihan Yusuf." upaya Bu Ani terus memenangkan Renggra. "Yusuf belum makan siang. Ayo kita semua pulang." ajak Bu Ani.


"Iya Bu." ucap Renggra.


Manik mata Renggra sekilas melihat pemakaman Laura.


"Selamat tinggal istriku, Laura. Jika ada lain waktu, Mamas akan ke sini menemuimu. mengajak anak kita Yusuf."


...Part 1 TAMAT...

__ADS_1


__ADS_2