Sentuhan Mu Mengubah Ku

Sentuhan Mu Mengubah Ku
Ch - 20 Cemburu


__ADS_3

Azan subuh berkumandang, terdengar dari handphone Renggra.


Laura membuka mata secara perlahan, inginnya bergerak, tapi tangan Renggra melingkar di perutnya.


"Astaghfirullah." ucap batin Laura merasa terkejut. Ini kali pertama dirinya di peluk laki-laki. Dimana keadaan Renggra masih tidur memeluk dirinya. Dada bidang yang kekar itu tepat sekali di wajah Laura.


Manik mata Laura melihat pakaiannya di dalam selimut.


Huuuf!


Laura menghelai napas panjang, dirinya masih aman.


Renggra dari tadi sudah bangun, tapi menunggu Laura bangun. Memeluk Laura begitu menyenangkan bagi Renggra. Sudah lama dirinya ingin memegang kekasih halalnya ini, baru sekarang tersampaikan. Tangan Renggra semakin mengeratkan pelukan. Harum tubuh Laura membuat Renggra merasa nyaman.


Laura sedikit merasa terkejut, dengan reaksi Renggra yang semakin memeluknya dengan erat.


Detak jantung Laura berdegup dengan kencang. Saat melihat wajah Renggra sedikit ke atas.


Bulu mata Renggra yang tebal dan panjang, hidung mancung, bibir tipis berwarna merah jambu. Membuat Laura tidak bisa mengukir perasaannya bahwa Renggra memanglah lelaki sempurna.


Laura membayangkan bibir Renggra yang mengambil ciuman pertamanya, membuat Laura sendiri merasa malu. Apa begini rasanya ciuman, pikiran Laura mulai nakal.


"Astaghfirullah, sadar Laura." ucap batin, merasa dirinya saat ini telah terhasut oleh para jin dan setan yang mengisi ruangan itu.


"Mas bangun, shalat subuh yuk." ajak Laura cepat, sebelum dirinya ikut terseret ke dalam hal yang berbau mesum. Walaupun halal dalam segi apapun. Tapi Laura, belum siap. Mungkin Renggra pun belum mencintainya, pikir Laura.


Nafas Renggra terdengar, menggerakkan kepalanya, menandakan dirinya bangun. "Hmmm, iya Ra." menjawab dengan mata masih terpejam.


"Mas, shalat..." pekik Laura di telinga Renggra.


Renggra langsung melepaskan pelukan. Dirinya terbangun dan duduk mengelus kupingnya terasa berdengung.


"Ra bisa nggak sih, bicaranya pelan-pelan." teriak Renggra merasa kesal dengan tingkah Laura yang tidak ada rasa manusiawi terhadap dirinya.


"Mamas udah kebelet ya mau kawin?" Laura langsung bertanya, merasa kesal dengan tingkah Renggra yang membuat jantungnya menari-nari.

__ADS_1


"Iya, terus kamu mau kawin sama Mamas?" jawab Renggra menantang melihat Laura dengan wajah yang datar.


"Wanita kemarinkan, ada. Cantik lagi." Laura mengakui kecantikan wanita itu." Apalagi kalian berdua sangat serasi. Udah berpelukan, di tambah ciuman pipi kanan, dan pipi ki-"


Cup!


Renggra langsung mencium bibir Laura lagi, taunya melihat Laura cemburu.


Laura hanya diam, ke-dua kali Renggra menciumnya.


Renggra melepaskan ciuman. "Kamu cemburu, Ra?"


Laura terdiam sebentar, memperhatikan wajah Renggra yang benar-benar ganteng itu.


"Ra..." ucap Renggra kembali, melihat Laura terdiam.


Laura mengedipkan matanya, bahwa dirinya sadar. "Enggak!" jawab Laura malu.


"Kenapa kamu marah?"


"Aku benarkan, Mas. Salahnya di mana?"


Laura merasa bingung, Renggra tak mau mengakui kesalahannya.


"Wanita itu adik kandung Mamas Ra, namanya Amel." Renggra langsung menjelaskan. Agar Laura tidak berpikir yang bukan-bukan.


Laura terkejut. "Adik?" ucapnya pelan.


Renggra tersenyum, melihat reaksi Laura. "Hmmm! Amel selama ini tinggal di Amerika. Sekarang akan tinggal di Indonesia, bersama kita di rumah. Kemarin malam kami pulang bersama." Renggra menjelaskan agar Laura tidak menimbulkan kesalah pahaman terhadap dirinya.


Laura merasa malu telah berburuk sangka pada Renggra.


"Sekarang kita shalat, berjamaah." ajak Renggra yang tau Laura merasa bersalah telah menuduhnya.


"Hmmm iya, Mas." jawab Laura yang berubah menjadi lembut.

__ADS_1


Renggra hanya tersenyum-senyum, melihat tingkah Laura yang berubah-ubah.


Secara bergiliran Laura dan Renggra mengambil wudhu, membentangkan sejadah, memakai alat shalat.


5 menit selesai. "Alhamdulillah." ucap Renggra selesai shalat berjamaah.


Dirinya langsung duduk di hadapan Laura mengangkat tangannya menyuruh Laura bersalaman. Laura langsung mencium punggung tangan Renggra, tangan Renggra sebelah kiri menarik kepala Laura untuk mendekat.


"Mamas mau apa?" Laura menahan agar dirinya tidak mendekati Renggra.


"Mau berdoa di atas kepala kamu, Ra."


"Hmmm." Laura mendekat.


"Ya Allah, aku ridho atas istriku. Bukakanlah hatinya untukku. Ampunilah dosa-dosanya. Aamiin." ucap batin Renggra, meniup ubun-ubun kepala Laura setelah itu mencium dengan lembut.


"Mas, doa apaan sih?" kepo Laura saat selesai di cium Renggra.


"Hmmm, apa ya?" Renggra mulai bercandai Laura.


"Serius?"


Renggra tersenyum. "Mamas berdoa agar kamu nggak marah-marah lagi."


"Kapan aku marah-marah sama, Mamas?"


"Nih!" Renggra menunjuk bibir dan kepalanya. "KDRT." ucap Renggra pelan.


"Itukan salah Mamas." Laura merasa kesal dirinya di salahkan.


"Iya-iya Mamas yang salah," nyerahnya Renggra. "Habis sarapan kita siap-siap." perintah Renggra.


"Mau kemana Mas?"


"Ikut aja."

__ADS_1


"Hmmm, iya Mas."


Bersambung...


__ADS_2