Sentuhan Mu Mengubah Ku

Sentuhan Mu Mengubah Ku
Ch - 59 Mengajak


__ADS_3

Pagi dengan sinar mentari yang tak begitu panas, Renggra, Laura, dan baby Yusuf duduk santai di taman belakang nyambilnya berjemur menikmati udara segar bersama.


"Mas, ini taman kenapa bisa sebagus ini sih? Setiap hari duduk di sini merasa tenang, damai, rasanya pikiran tuh di buat nyaman, tanpa beban apapun." ucap Laura melihat semua tanaman yang sedang bermekaran, air terjun kecil di dekat danau buatan, dua angsa berenang santai sedang mendinginkan tubuhnya.


Renggra tersenyum-senyum melihat Laura.


"Kamu percaya nggak, Yang. Jika semua ini Mamas terinspirasi dari sesuatu?" jelas Renggra.


"Mamas sendiri yang membuat sketsa taman ini?" Laura merasa kagum dengan pemikiran Renggra.


"Benar, Yang. Mamas membuatnya saat teringat dengan suasana di panti asuhan dulu." Renggra menunjuk ke arah danau buatan. "Lihat dua angsa di sana, itu Mamas anggap sebagai sepasang kekasih yang sedang bahagia menikmati hidupnya." Renggra menjelaskan tentang perumpamaan pada dua angsa yang sedang berenang santai di alam kolam.


Laura terpikirkan sesuatu. "Jika sepasang angsa itu tibanya berpisah, apa yang kamu pikirkan?" entah kenapa dirinya merasa sesuatu yang mengganjal di lubuk hatinya.


Renggra mengelus-elus kepala Yusuf dalam dekapan Laura. "Kenapa tiba-tiba bicara begitu, Yang?" Renggra merasa kurang nyaman dengan ucapan Laura.


"Aku ingin tau aja Mas, apa yang kamu pikirkan? Namanya juga hidup, pasti tidak selalu dengan kata bahagia terus menerus. Pasti ada saja cobaan di dalamnya. Kamu pasti tau, zaman sekarang itu, banyak di awal pernikahan baik-baik aja. Tibanya salah satu selingkuh, atau memilih jalan untuk memutuskan hidup sendiri dan berbagai macam lainnnya." jelas Laura dengan pemikiran yang mengganggu dirinya akhir-akhir ini. Gara-gara Laura kebanyakan nonton film drama di tambah melihat sosial media sedang buming masalah pelakor yang sedang marak terjadi saat ini.

__ADS_1


Renggra menarik nafas legah. "Baiklah menurut Mamas, jika angsa itu berpisah maka angsa jantan akan sangat sedih dan berusaha mencari angsa betina sampai dapat. Seperti aku terus mencarimu, sampai sekarang aku mendapatkamu. Jangan berpikir bahwa Mamas akan menduakanmu. Hanya kamu, Yang. Di hati Mamas." ingatnya pada kejadian hari itu, saat dirinya mencari Laura.


Laura mencubit pipit Renggra dengan pelan merasa gemas. "Bisa ya gombal." geramnya.


"Duh, sakit Yang." pura Renggra merasa sakit, dirinya juga membalas langsung dengan mencium kepala Laura yang tertutup hijab itu.


Cup!


"Mamas, telen nih." canda Renggra merasa bahagia menjahili Laura.


"Kan sudah tadi, Mas." bisik Laura agar tidak di dengar pegawai yang membersihkan taman .


"Kamu tuh, nggak pernah nggak kurang, Mas." Laura merasa kesal dengan tingkah Renggra.


Renggra merasa apa yang di katakan Laura benar adanya. Tubuh Laura selalu membuat Renggra merasa candu, dirinya ingin selalu berada di dekat Laura di setiap waktu. Cintanya begitu besar, sampai-sampai lupa bahwa di dunia ini bukan milik mereka berdua saja.


"Yang, malam nanti, ikut Mamas ke pesta undangan. Kamu mau nggak?" Renggra mengajak Laura untuk menghadiri acara pesta yang di adakan malam nanti.

__ADS_1


"Siapa yang nikah, Mas?" Laura melihat Renggra.


"Bukan nikah, Yang. Tapi acara ulang tahun paman tiriku." jelas Renggra.


"Paman tiri yang pernah kamu ceritain dulu, yang sering ngajak berantem itu." Laura pernah mendengar cerita dari Renggra bahwa dirinya memiliki musuh di dalam selimut, yaitu paman tirinya sendiri.


"Iya, Yang."


"Kamu masih mau datang, Mas?" Laura merasa Renggra begitu sempurna, musuh saja masih di anggapnya baik.


"Iya, Yang. Sebenarnya acara kumpul-kumpul orang-orang sosialita saja, dengan alasan acara ulang tahun." jelas Renggra dengan sabar.


"Oh gitu. Yusuf di ajak juga?" Laura melihat Yusuf masih tertidur pulas di tangannya.


"Enggak, Yang. Titip sama Bu Ani, kita hanya sebentar. Kasihan Yusuf masih kecil di ajak pergi malam-malam. Mamas sudah bilang sama Ibu, boleh katanya." jelas Renggra agar Laura tidak kepikiran.


"Iya sudah, aku ikut Mamas aja." Laura setuju dengan solusi Renggra.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2