
Hallo mia lovers... jumpa lagi di karya pertama saya, mohon dukung terus ya, jangan lupa tinggalkan jejak, like, komen, follow, dan subscribe nya ya.. syukur syukur ada hadiah untuk saya , secangkir kopi, atau kalo tidak, setangkai bunga mawar aja juga boleh, biar tbah semangat kita up datenya, karena kita merasa begitu di sayangi.
bye .. bye .. emmuuaach
kembali ke masa kini.
"Begitu lah saya mulai bekerja pada bu Farida sejak saat itu.., Beliau orang yang sangat baik. bukan hanya pada saya tapi juga pada semua orang. saya menjaga toko dan juga menemani mas Rendy belajar, mas Rendy juga sangat baik orang nya, kalo kamu ketemu dia pasti langsung klepek klepek.., eits tapi ingat, jangan ganjen, !!" pak Anwar mengakhiri ceritanya.
Aku mengangguk angguk kan kepala tanda paham. entah apa yang ada di otakku ini, cerita pak Anwar justru membuat saya makin penasaran tentang sosok Bu Farida. sekaligus kesal juga , belum belum sudah di ultimatum gak boleh ganjen, ishh aku kan gak ganjen..?!
"terus Sekarang bapak sudah bisa jadi boss gitu ya..?" aku penasaran,
"Aku ini bukan bos, mayaa... aku juga karyawan seperti mu, hanya saja mungkin kalo di lihat dari posisi , saya lebih tinggi darimu." dia menjelaskan.
*Yaahh .. walaupun ibu tidak pernah memperlakukan saya seperti orang lain sih, tapi tetap saja , yang sebenarnya saya adalah se orang karyawan. " lanjutnya. "itu sebabnya saya tetap harus disiplin, tentang waktu kerja dan apa saja, maka nya pas kamu minta cerita tadi saya gak mau cerita, karena belum waktu istirahat. dan ingat ini juga berlaku untuk mu, jangan pergunakan waktu kerja hanya untuk hal yang tidak perlu !!"
"Iya saya paham, " jawabku "Sebaik itu ya pak..?? Bu Farida ??" tanyaku
"Sebaik apa ibu..., kamu sendiri sudah melihat itu kemarin. bukan hanya pada saya saja , orang tua saya pun ikut menikmati kebaikannya" lanjutnya, "ibu membangun rumah orang tua saya di desa, juga memberi mereka modal usaha, bahkan dengan mengatasnamakan saya, pada orang tua saya , ibu bilang kalau apa yang di berikan pada orang tua saya adalah hasil kerja keras saya selama beberapa bulan kerja di kota" aku benar benar takjup dengan cerita itu
"Oh iya pak sampai lupa..., kok bu Farida bisa tahu tentang saya,?? kemarin aja Bu Farida langsung tahu saya kerja di sini, dan juga tahu saya tinggal di kos an, padahal saya belum ngasih tahu tempat tinggal saya.." tanyaku
"Ibu mempunyai semua data tentang karyawan nya yang berada di seluruh tempat usaha nya.." jawabnya. dan juga sebenarnya kan ibu pernah beberapa kali ke sini, tapi pas ibu ke sini , kebetulan kamu gak masuk , kamu kan orang yang paling kebanyakan alasan, yang pacar sakit lah, pacar ini lah , pacar itu lah , pacar anu lah...!!" dia mendengus kesal mengakhiri ucapannya dan menatap jengkel padaku.
Aku hanya mampu terdiam, iya benar, selalai itulah aku dulu, yang terlalu me-raja-kan Arman, sehingga sering ijin tidak masuk, atau datang telat ke toko.
Hahhh.. untung saja pak Anwar tidak memecat ku, seandainya bukan pak Anwar, mungkin aku sudah jadi pengangguran. Jika di ingat ingat, aku jadi semakin benci dengan Arman.
"Lalu.. kenapa dulu pak Anwar tidak memecat saya..?" tanyaku heran dan juga takut. pak Anwar sontak menoleh karena pertanyaanku.
__ADS_1
"Kamu saya pecat..??" geramnya
"Eh... bukan pak... bukan begitu , saya kan cuma mau tahu alasannya, pasti karena saya karyawan yang baik ya pak , makanya saya tidak di pecat ..?? , Sekarang kan cari karyawan susah pak..?" tiba tiba saja otak ku kembali ke mode error,
"Terlalu percaya diri kamu.." ucapnya seraya menoyor kening ku, hingga aku hampir saja terjengkang " kalo bukan karena ibu, aku sudah memecat mu, kamu pikir kamu saja yang butuh pekerjaan, orang yang melamar kerja ke ibu itu banyak, kalo cuma cari karyawan seperti kamu , tinggal jentik kan jari saja langsung datang !" kesalnya
" Ish ... tapi kan kalo saya orang nya, jujur pak dan juga baik hati, dan tidak sombong juga, "sangkal ku. " susah lo pak cari orang seperti saya di jaman Sekarang ini , .." tambahku membuat nya yang sudah hampir masuk kedalam menghentikan langkah nya lalu menoleh lagi
"Sudah habis jam makan siang , sana balik kerja lagi..!!" sentak nya
"Lho.. lho.. ya gak bisa gitu dong pak.., kan saya belum dengar cerita tentang Bu Farida..??, itu curang namanya..!!"
"Balik kerja, !!" tegasnya. "besok kamu datang lebih pagi kita lanjut. Cepat,!! sana periksa, barang apa yang habis, apa yang tinggal sedikit, dan juga periksa barang yang lama tidak terjual.." perintahnya. Aku menghentakkan kaki ku kesal, tapi tak urung segera masuk juga kedalam. karena memang sudah waktunya bekerja kembali, sudah cukup juga istirahat ku
***
"Tok... tok...tok..." suara pintu di ketuk dari luar
"Masuk...!!" sahutku. pintu terbuka, aku mendongak, kulihat Erin sekretarisku melangkah mendekat dengan map biru berada dalam dekapannya
"Ini berkas laporan dari bagian produksi Bu Maya..." dia menyerahkan map itu di atas mejaku
"Sudah kau lihat isinya..??" tanyaku.
"Iya Bu, permintaan pasokan benang dan juga kain . benang yang tersisa hanya cukup untuk stok selama dua minggu, dan harus segera di datangkan lagi sebelum kehabisan, sedangkan dari bagian kain, kita ada permintaan untuk bahan silk dan semi woll untuk pembuatan gaun dan baju hangat, persediaan yang tersisa juga tinggal dua minggu masa produksi.!!". Erin menjelaskan dengan gamblang sambil membaca berkas di tangan nya.
" Baiklah hubungi pihak PT Indah Teks, buat janji temu dengan mereka, nanti di jam makan siang, di restoran ABC.!!" perintahku,
"Tapi Bu... " sahutnya. aku mendongak, menatap nya menunggu apa yang akan di ucapkan nya , apakah ada masalah.. "Maaf tapi tadi pagi pak Rendy meminta waktu untuk bertemu di jam makan siang juga, katanya Beliau tidak bisa menghubungi ponsel bu Maya..!" jawabnya.
__ADS_1
"Mas Rendy.. ? ada apa dia ingin bertemu..? " aku mengecek ponselku yang ternyata berada dalam mode silent, pantas saja, dan terlihat ada tujuh panggilan tak terjawab dari mad Rendy.
"Ya sudah kalau begitu kamu saja yang buat janji temu dengan Indah Teks, baru setelah itu kamu konfirmasi ke saya..!"
"Baik .. kalo begitu saya hubungi mereka dulu Bu. " dia beranjak keluar setelah membungkuk hormat padaku, aku menghela nafas malas melihat nya. entah kenapa dengan orang orang itu , dari mana adat membungkuk hormat itu berasal, sudah seperti jaman kekaisaran saja.
Aku segera menghubungi mas Rendy , dan dia bilang akan datang sebelum jam makan siang. entah ada masalah apa yang hendak di bahas , karena dia tak ingin menjawab nya sekarang.
***
"Kamu masih sibuk May... " aku mendongak kaget dengan pintu yang tiba tiba terbuka tanpa di ketuk, dan kulihat sudah ada mas Rendy di sana.
"Ah.. enggak kok mas.., ini tinggal membereskan berkas yang baru saja aku periksa." jawabku. "Kita ke Resto Horison saja ya mas, sekalian ada janji temu dengan pihak Indah Teks ," ucapku, ya.. tadi Erin mengatakan kalo janji temu dengan Indah Teks akan di lakukan di Horizon
"It's ok.." jawab mas Rendy. aku segera beranjak tak lupa membawa kerjaku. Mas Rendy menekuk siku nya agar aku melingkarkan tangan ku padanya, dan aku menyambutnya dengan senang
hati , kami pun berjalan keluar.
"Erin .. saya akan pergi dengan pak Rendy saja , kamu boleh istirahat atau makan siang sesukamu." kataku pada Erin ketika kami sudah berada di dekat mejanya.
"Baik Bu.. ini berkas yang mau di bawa." Erin menyodorkan map yang ada dalam dekapannya padaku , dan aku segera berlalu bersama mas Rendy.
***
"Maya...!" aku dengar suara seseorang berteriak memanggilku ketika aku dan mas Rendy, baru saja hendak keluar dari loby. aku dan mas Rendy spontan berhenti, dan menoleh ke belakang, kulihat dua orang pria berjalan bergegas menuju ke arah kami. satu di antara nya adalah pak Ridho dari staf marketing , dan satu lagi seseorang yang datang dari masa lalu.
aku menghembuskan nafas kasar, kenapa harus bertemu dengan dia lagi???
bersambung
__ADS_1