
" Sementara itu di tempat lain , di sebuah mobil berwarna putih, yang tengah melaju dengan santai membelah jalanan ibukota...
" Apa yang sebenarnya kau lakukan sedari tadi..??!" tanya Rendy tanpa menoleh ke arah Maya, yang sedang duduk bermain ponsel di kursi penumpang di sebelahnya.
" hanya bermain, !" jawab Maya . " dan juga mengirim pesan pada Mbak Risa !" lanjutnya
ready hanya melirik sekilas tidak peduli tapi ingatannya akan yang diucapkan mayat terakhir kali di restoran tadi membuatnya menoleh
" Bukannya tadi kamu bilang tidak bawa ponsel ? waktu teman yang satu spesies denganmu tadi meminta nomor ?!" tanya Rendy . Maya meletakkan ponselnya di atas pangkuannya lalu menoleh dan memiringkan badannya menghadap ke arah Rendi
" Mas Rendy tidak tahu kenapa aku bohong sama Bowo? " tanya Maya dan Rendy hanya menggeleng sebagai jawaban
"Ish ... Seharusnya kan Mas Rendy tahu alasanku...?!" ucap Maya sambil cemberut
" Kamu pikir aku cenayang ? yang bisa membaca isi hati orang ?" Rendy terkekeh melihat bibir Maya yang sudah moncong ke depan.
" alasannya adalah karena saat ini *ada hati yang harus aku jaga kemasan nya agar tidak remuk isinya* !" ucap Maya dengan mata puppy eyes nya.
Rendy mengulum bibirnya , wajahnya terasa hangat ada yang berdesir dalam hatinya mendengar gombalan Maya , tapi dia membalikkan wajahnya agar Maya tak melihat perubahan wajahnya tapi terlambat Maya sudah melihatnya
Demi apa Rendy tersipu malu ? wajah yang merah merona seperti seorang gadis yang terkena rayuan maut wajah yang tak pernah diperlihatkan oleh Rendy pada siapapun dan kini Maya melihatnya
__ADS_1
saya mengambil hp-nya dan mengaktifkan mode kamera lalu membidik wajah Rendy.
" Apa yang kamu lakukan !" bentak Rendy
"Acieee... mas Rendy tersipu ya ..?!" Maya Mulai kumat sifat jahilnya , sambil terus jebrat-jebret keadaan arah wajah Rendy.
" Sudah hentikan !" bentak Rendy lagi. tapi Maya tidak perduli, karena dia tahu walaupun Rendy membentak , tetapi itu tidaklah serius seperti bentakan orang marah. dia tahu Rendy hanya malu.
# sial ... Kenapa aku tidak bisa marah ? padanya walaupun apapun yang dilakukannya. selama ini tidak pernah ada orang yang mempermainkan Rendy . dan dialah satu-satunya . tapi entah kenapa sifatnya yang seperti itu justru membuat aku semakin menggilainnya . aku benar-benar tidak bisa marah padanya . mungkin kalau itu dilakukan orang lain aku sudah membantingnya # gumam Rendy dalam hati.
" wajah Mas Rendy yang seperti ini harus diabadikan tahu ?" oceh Maya . dia kembali melihat-lihat apa yang telah dijebretnya di dalam kameranya tadi . tapi Sedetik kemudian dia kembali menoleh ke arah Rendi
" tapi ingat ya Mas wajah yang seperti tadi tidak boleh Mas Rani Perlihatkan pada orang lain . apalagi jika dia itu seorang cewek . Awas aja kalau itu sampai Mas Rendy lakukan ..!!" ancamannya dengan wajah imut nya yang membuat Rendy tergelak. Entah kenapa sikap Maya yang berang dan seperti orang marah mengancam justru terlihat imut dan menggemaskan di mata Rendy.
Maya menghentikan pergerakannya dengan kamera ponselnya lalu kemudian memiringkan badannya kembali menatap ke arah Rendy.
" aku memang tidak akan melakukan apapun, karena memang tidak akan ada yang bisa aku lakukan untuk mengalahkan Mas Rendy, tapi jika itu terjadi , maka Mulai sejak itu juga , dan selamanya Mas Rendy tidak akan bisa melihat aku Tertawa lagi .!" ucap Maya serius
"ciiiittt,...." mobil berhenti secara mendadak karena Rendy spontan menginjak remnya dan itu membuat Maya terantuk dan keningnya mengenai dashboard.
" Mas Randy apa-apaan sih sakit tahu..?!" Maya mengusap keningnya yang terasa sakit dan mengusap dadanya karena kaget
__ADS_1
" maaf... apa kau baik-baik saja ?" tanya Rendy ikut mengusapkan yang kekasihnya
" aku benar-benar tidak sengaja, aku hanya kaget mendengar apa yang kau ucapkan tadi." ucap Rendy merasa bersalah.
"Tolong jangan ucapkan hal seperti itu tadi Berjanjilah bahwa kau akan tetap tersenyum Berjanjilah bahwa kau akan selalu bahagia.!" ucap Rendi lagi.
" makanya Mas Rendy juga harus janji , kalau mas Rendy tidak akan tersenyum untuk cewek lain . Mas Rendy harus bilang kalau wajah Mas Rendy yang imut seperti tadi itu hanya buat Maya. !"
" tentu saja dan selama ini kau juga melihatnya kan.?" jawab Rendy.
" dan aku juga minta satu hal padamu !" ucap Rendy sambil memegang kedua bahu Maya.
" bersikap majalah hanya di depanku , dan bergantunglah hanya kepadaku. Jangan pernah membagikan bebanmu pada orang lain selain aku .!" ucapnya sambil menatap lekat wajah Maya , Maya mengangguk terharu dan Randy pun menariknya ke dalam pelukannya.
Randy tidak ingin senyuman itu hilang dari bibir Maya . Maya jugalah alasan dia bisa tersenyum akhir-akhir ini , jika sebelumnya Rendy merasa enggan berdekatan dengan seorang wanita , tak seorang pun tahu apa alasannya , juga tak seorang pun tahu bahwa masa lalu Rendy , yang terbilang kelam pada saat terlantar di pos satpam di sebuah pasar itu , menjadi trauma tersendiri bagi Rendy.
bahkan Randy pernah membenci semua makhluk yang bernama wanita. tetapi jika Dia teringat dengan ibu Farida , itulah yang sedikit demi sedikit menghapus kebencian itu.
Rendy takut berhubungan dengan seorang wanita, Randy enggan untuk menikah, karena dia khawatir, jika nantinya mereka memiliki seorang anak maka wanita itu akan kembali melancarkan anaknya sama seperti yang terjadi pada Rendy di masa kecil.
hingga akhirnya dia bertemu dengan Maya.. rasa sukanya terhadap Maya pun bukan sesuatu yang tiba-tiba . pada awalnya waktu mengenali bahwa Maya adalah seorang gadis yang bekerja di tokonya , pandangan Rendy terhadap Maya sama saja dengan pandangannya terhadap wanita lain .
__ADS_1
sampai akhirnya suatu sore sepulang dari kantornya , Rendy melihat Maya yang menari-nari di jalanan, Maya yang terlihat begitu gembira membuat Rendy ingin mengikutinya, dan saat itulah dia dengan mata kepalanya sendiri, melihat Maya membeli makanan dengan uang gajinya pada hari itu , membeli makanan yang sangat banyak dan dia membagi-bagikannya kepada anak-anak kecil yang tinggal di kolong jembatan. di situlah dia menyadari bahwa Maya berbeda dari orang lain . Maya terlihat sangat menyayangi anak-anak. dan itulah awal mula bagaimana Rendy bisa banyak menyukai Maya.
dan sekarang setelah mereka bisa bersatu . apakah dia akan membiarkan senyuman itu hilang