
"Mas Arman...!" satu suara menginterupsi dari arah belakang ku, dan aku mengenali suara itu. aku memijit kepala ku yang mendadak pusing
"Oh ya Tuhan... apa lagi setelah ini..?" Aku bergumam, menghembuskan nafas kasar.
"Mas Arman...!" kulihat wajah Arman yang tampak gelagapan karena kedatangan wanita itu. "siapa dia mas ..?" tanya Regita yang telah berada di antara kami, ya wanita itu adalah Regita, teman yang dulu kubawa dari kampung , tapi akhirnya malah menghianati ku dengan berselingkuh dengan pacarku
Regita memandang ku dari atas sampai bawah mencoba menelisik mengingat ingat,
Aku tetap atau cool dengan membusungkan dada dan bersedekap, senyum sinis kuperlihatkan di sudut bibirku
"Kau...??" Regita tampak terkejut setelah berhasil mengenaliku, aku kembali tersenyum sinis tanpa menjawab. "Ka u Maya..??" mas apa benar dia Maya..? " Regita menggoyang goyangkan tangan Arman, yang berusaha di lepas oleh si empunya tangan.
"Mau apa kau kesini..!!??" bentak Regita karena aku masih saja terdiam. "oh.. aku tahu .., karena kau tahu sebentar lagi mas Arman mau naik jabatan menjadi manager marketing, lalu kau mau mendekatinya lagi, begitu kan..??" aku biarkan saja dia bicara semaunya
"Regi cukup..!!" Arman menyela
"Tidak mas, jangan halangi aku bicara. aku tahu modus wanita ini. !" aku merotasi mata malas, akan ku lihat seberapa jauh imaginasi nya tentang aku. dia kembali menatap penampilan ku dari atas ke bawah. lalu dia berjalan memutari ku. ada banyak karyawan yang mulai berdatangan dan hendak mendekat iku, tap kuberi mereka isyarat untuk diam di tempat.
"Whauuw .. whauuw .. whauuw... " dia bertepuk tangan. " coba lihat penampilan nya.!! wah wah...baru dua tahun tidak bertemu kau sudah banyak berubah rupanya yaa..?? baju bagus , tas bagus , sepatu , aksesoris..?? wauuuw .,. luar biasa Maya ... kau sungguh luar biasa...! " dia kembali bertepuk tangan, aku masih diam bersedekap. sedangkan Arman berulang kali mencoba menghentikan nya tapi sungguh tak mempan
"Apakah itu asli..? atau jangan-jangan itu semua KW.. ?!" Ejeknya. "oh aku tahu.. karena mas Arman mencampakkan mu yg dulu kucel, lalu sekarang kau bela belain beli perhiasan palsu untuk menggodanya, begitu kan..? sungguh wanita licik..!" serunya
"Regi sudah hentikan..!" sentak Arman, karena seperti nya dia menyadari kalau kami sudah jadi bahan kerumunan , bahan aku lihat ada di antara mereka yg merekam dengan ponselnya, tapi Regita seolah tuli, mungkin juga karena terbakar oleh ketakutan nya sendiri jika aku akan kembali pada Arman.
"Tidak mas, biar mereka semua tahu , " aku tergelak mendengar nya , apa yang perlu mereka tahu? . tapi biar lah , aku masih ingin mendengar celotehan nya.
__ADS_1
"Oow ..aku tahu... atau jangan-jangan kau menjadi sugar baby ya sekarang, itu sebabnya kau berusaha tampil glowing seperti ini ??!" dia tertawa sinis , "Lihat mas, wanita apa yang pernah jadi pacarmu dulu, sok lugu Ternyata ...M U R A H AN !!"'' dia menekankan kata terakhir nya
" PLAKK...!!" Aku sudah tidak bisa menahan diri lagi, sehingga cap lima jariku berhasil mampir di pipinya yang berdempul
"Kau...! " dia menunjuk wajahku dengan geram.. sambil memegangi pipinya yang mungkin terasa panas. "kau berani berani nya kau menamparku, nafasnya tersengal karena marah . dan dia bermaksud hendak membalas ku tapi berhasil di hentikan oleh Arman, hingga membuat Beberapa karyawan yang melihat sontak mendekat, aku mengangkat tanganku pertanda jangan ikut campur, mereka pun berhenti lalu memilih berdiri dengan jarak di belakang ku
" Kenapa aku harus takut..??!" jawabku balik bertanya, "jika kau bisa bicara panjang lebar dan menghina ku , aku juga bisa membuat tangan ku melayang menyapa mu..!!" tegasku.
"kenapa?? apa masih kurang..?? kau mau lagi..??" aku maju selangkah, dan dia sontak mundur berpegang an pada tangan Arman.
"sudah puas kau bicara ngalor ngidul..?? sekarang giliran aku yang bicara..!!" ucapku lantang
"Kau bilang apa tadi..?? aku?? hendak mendekati Arman..?? hah.. apa kau tidak salah..? coba tanya pacar mu itu , siapa yang mengajak berbaikan, siapa yang ingin mengulang semua dari awal..?? " aku tunjuk wajah Arman " dia .. dia yang sudah memohon padaku untuk kembali.. tapi sayang , aku tak suka barang bekas, ambil saja dia kalau kau masih mau, aku memberi kan nya padamu *G R A T I S* !!"
"Lalu kau bilang apa tadi..?? Arman..?? dia mau naik jabatan..?? kau yakin..?? aku bahkan bisa membuat nya tak punya pekerjaan..!!"
"Tidak..Maya.. jangan..! kumohon jangan pecat aku..!!" Arman bergerak mendekat padaku tapi ku isyarat kan tangan tanda stop,
"Mas...! apa apa an sih kamu ??!! , untuk apa memohon padanya..??!!" Regita seakan tak terima dengan ucapan Arman
"See..?? kau lihat..?? pacarmu memohon padaku untuk tidak ku pecat. kau tahu artinya itu..??!!" Regita tampak syok hingga terhuyung nyaris jatuh jika saja tangan Arman tidak menahan bobot tubuhnya. "Ha ..ha ..ha.." aku tertawa tergelak. " Kenapa..?? kau kaget..?? atau tidak percaya..?? kau boleh bertanya pada mereka yang berdiri di sekeliling mu..!!" aku memutar badan dengan tangan mengarah pada para karyawan yang menyaksikan perdebatan kami, wajah Regita perlahan memucat
"Kenapa diam..?? ayo berteriak seperti tadi..!! aku memberi mu kesempatan untuk bertanya pada mereka..!" aku kembali berdiri tegak bersedekap membusungkan kan dada.
"Ah .. iya .. " aku berjalan mendekat padanya , membuat nya mundur beberapa langkah.
__ADS_1
"dan apa katamu tadi..?? kau bilang semua apa yang aku pakai ini KW..??" Aku kembali terbahak bahak,
"oh ayolah MANTAN SAHABATku..!!" aku menekankan status nya.
"Aku rasa matamu cukup awas.., kau tidak buta kan..?? kau cukup pintar untuk membedakan apakah yang aku pakai ini KW atau A S L I .. " ejekku.. dengan tawa meremehkan nya , aku rasa dia sudah ingin pingsan mungkin, ah biar ku tambah sedikit lagi
"lalu kau bilang apa tadi.. ?? aku ?? menjadi sugar baby.?? apa kau tidak keliru.?? kau itu sedang berbicara tentang ku atau tentang dirimu sendiri..??" Regita tampak semakin memucat apalagi Arman tampak mempertanyakan apa yang baru saja apa yang baru saja aku ucapkan.
"oh .. ayolah Regi.. memangnya harus ya ?? aku membeberkan beberapa bukti tentang siapa di antara kita yang sudah menjadi sugar baby?? " aku terus mengintimidasi nya.
"Apa maksudmu..??!, jangan memutar balikkan fakta..!!" dia semakin ketakutan
"Tapi tenang lah wahai MANTAN SAHABAT..!! aku tidak sekejam itu..!" aku tersenyum manis "Kau tahu kan ada pepatah yang mengatakan *sepandai-pandainya orang menyimpan bangkai, bau busuknya akan tercium juga ??* " lanjutku, ah kenapa wajahnya tambah pucat ?? padahal aku tersenyum sangat manis ??
"Ah.. Satu lagi..!! Kau bisa melihat di sana kan ..?? " aku menunjukkan tangan ku ke arah jauh ke atas, tempat yang tak jauh dari halaman parkir.
Di bagian depan gedung tertinggi, disana ada nama dari gedung ini yang tak lain di ambil dari namaku M A Y T E X
" lihat baik baik Regita..!! kau masih bisa membaca kan??" Regita terlihat semakin pucat. "Kenapa Regi...? kau butuh kacamata..?? apa sudah terlihat jelas..??" aku bertanya pelan tapi tajam. "Ah... biar aku bantu bacakan *M A Y T E X* seperti itu kira kira Regi...!" aku sengaja memanggil nya dengan panggilan sohib kami dulu, agar dia terlempar ke masa lalu, "Kau tahu artinya itu kan..??, nah sekarang kita berpikir logis , apa perlu dipertanyakan, apakah yang aku pakaiini semua asli atau palsu..?? apa sekarang kau sudah bisa menebaknya..?
" Kenapa Regita ... ??kau kaget ,..?? tak percaya..??, biar ku jelaskan. dengar baik-baik oleh telinga mu, masuk kan dalam memorimu..!! Ya Regita... inilah aku.. inilah MAYA,!! SETELAH kalian KHIANATI, inilah aku Regita...!! apa sudah bisa kau pahami..??!!"
tak ayal lagi tubuhnya luruh ke paving parkir , tampaknya dia benar-benar syok , aku puas sekali melihat nya.
"Kau... !!" tunjukku pada Arman yang langsung mendongak tegas. "Bawa pacarmu itu pergi, jangan sampai dia pingsan di lingkungan perusahaan ku..!!" ucapku tegas lalu pergi, berlalu dari tempat itu dengan kepala tegak dan dada terbulagi
__ADS_1