SETELAH KAU KHIANATI

SETELAH KAU KHIANATI
13 Impian Bu Farida


__ADS_3

masih pov Rendy


"Duduk sini dulu ya nak...!" Bu Farida menurunkan ku dari gendongan nya dan mendudukkan ku di kursi yang empuk. aku hanya mengangguk patuh melihatnya meninggalkan ku lalu menaiki tangga menuju ke atas, rumah itu besar sekali, dan sangat bagus, sangat jauh jika di bandingkan dengan rumah yang pernah ku tempat i bersama ibuku, dan dari berapa lama kami berjalan tadi aku ingat kalau ini tidak jauh dari pasar, dimana ibu ku meninggalkan ku tadi pagi


"Ayo kita mandi, setelah itu makan ya..!?" dia kembali dengan membawa handuk dan menggendongku lagi membawaku ke kamar mandi , aku hanya mengangguk dan terus memperhatikan wajahnya


"Kenapa melihat ibu seperti itu ? ibu cantiknya,?" guraunya sambil tertawa, ya ibu itu memang cantik entah berapa usia ku saat itu, tapi aku sudah tahu kalau ibu itu cantik.


"Atau kamu takut dengan ibu ya..?" tanyanya sambil menatap ku dan terus menyabuni tubuhku, wangi sekali aku belum pernah memakai sabun sewangi itu, dan airnya juga hangat. aku menggeleng, aku tidak tahu apakah aku takut atau tidak


"Tidak usah takut dengan ibu yaa, ibu cuma mau berteman kok, nanti kalo ibu kamu datang, kamu boleh ikut lagi dengan, ok ?" aku mengangguk, dan mungkin wajahku berbinar


"Sudah segar, yuk pakai handuk.!" dia membalut tubuhku dengan handuk tebal mulai dari batas leher sampai kaki, ada aroma harum dari handuk itu tercium di hidungku. lalu di kembali menggendongku


"Kita ambil baju ya ...?" dia membawaku ke depan rumahnya, ada bangunan lagi di depan rumah. dan saat dia membawaku masuk ke sana ada banyak sekali tumpukan pakaian


"Siapa nama kamu nak,..?" tanyanya sambil menurunkan ku


"Rendy,.." jawabku singkat


"Nah Rendy ayo sini pilih sendiri baju yang mana yang mau di pakai..!" katanya sambil menuntun ku. "Waauuw.." mataku terbelalak dengan begitu banyak pakaian bagus yang ada di hadapanku


"Rendy boleh pilih yang mana saja ..ayo..¡" serunya lagi. tentu saja aku girang sekali , seumur hidup baru kali itu aku akan memakai baju bagus.

__ADS_1


" Rendy boleh pakai yang Superman tidak ??" tanya aku


" Oh tentu saja boleh Rendi boleh pilih yang mana saja yang Rendy suka." jawab ibu itu, dan aku pun makin kegirangan


......................


selesai dengan memilih pakaian ibu itu mengajakku kemeja makan,


" ayo sini sayang kita makan Kamu lapar kan?" serunya. setelah menduduki kanku di kursi. " nah Rendy mau makan lauk apa ? Ada ayam goreng, ada sayur sop , ada tempe goreng, Rendy mau yang mana sayang ?"


" Rendy mau ayam goreng sama sayur sop. " dengan telaten ibu itu menyuapiku padahal aku ingin makan sendiri karena malu tapi Ibu itu tidak memperbolehkannya.


......................


" nanti kalau misalnya ibunya Rendy tidak ke sini mencari Rendy, Rendy jangan sedih ya?? Rendy tinggal sama Bu Farida, kita tinggal bersama, suatu hari nanti Rendy setelah dewasa, Rendy yang akan melanjutkan mimpi-mimpi ibu.!" ucap Bu Farida sambil terus mengelus kepala aku , aku sendiri tidak tahu apa maksudnya pada waktu itu, tapi entah kenapa aku mengangguk menghiyakannya.


" sudah malam sekarang Kita tidur yuk !" Bu Farida menggendongku kemudian mengajakku ke kamar , Kamar itu ada kasur busa yang sangat empuk ,


" Rendy Sayang, mungkin saat ini kamu belum mengerti apa-apa, tapi Ibu sungguh berharap ketika Kelak kamu dewasa, kamu akan melanjutkan mimpi-mimpi ibu , kita akan membuat kehidupan untuk orang lain, kita menjadi kehidupan untuk orang lain, kita yang akan berperan ketika ada orang yang menderita , atau membutuhkan pertolongan, kita akan mengangkat penderitaan setiap orang, kamu mau kan Rendy,..??" bisikan bisikan yang ibu gunakan di atas ubun-ubun ubunku, aku tidak paham, tapi entah kenapa aku mengangguk mengiyakan nya


seteah itu kami tertidur, Ibu tidur sambil memelukku ,aku pun tertidur dengan pulas, ada rasa nyaman yang aku rasakan ketika dia terus mengelus rambutku.


flash back of

__ADS_1


...****************...


"Mas.. mas Rendy...??!!" aku terus menggoyang tangannya, dan mas Rendy tersadar dari lamunan nya. aku cemberut, " ish... masa Maya di ajak ke sini cuma untuk ngeliatin mas Rendy ngelamun, ?" rajukku. dia bangkit menegakkan punggungnya, lalu mengacak rambutku. "Ish.." aku menepis tangannya " sudah rapi rapi juga..!! " sungutku


"Mas Rendy kangen ibu yaa, sama Maya juga. kita ke sana yuk mas tengokin ibu..udah lama sekali ya kan ibu gak pulang ke sini !!"


"Ngapain... orang mas baru dari sana kok , sama Iqbal..!" tolaknya.


"What... apa.,.. mas Rendy sama mas Iqbal kesana..? kok Maya gak di ajak sih...?? ahh... mas Rendy curang..?!" rajukku manja


"Habis nya mas gak level pergi pergi sama anak kecil , bikin ribet.. ;" jawabnya. enteng sekali dia ngomong gitu. bikin erosi aja.


"Maya bukan anak kecil ya mas, Maya ini sudah dua puluh dua tahun asal mas tahu..!!" bantahku berapi api. mentang mentang badan ku ini gak setinggi mereka enak saja bilang aku anak kecil, itu kan body shaming namanya..??


"iya iya kamu udah gede udah tinggi, lebih tinggi dari pohon kemangi ha ha ha...!!" ejeknya lalu berlari menuju kamar. udah deh puas puasin sana ngetawain aku sungutku, tapi memang, dari pada lihat mas Rendy, yang duduk diam dengan pandangan kosong kaya tadi mendingan lihat dia ketawa gitu, aku rela deh jadi sumber ketawa nya dia , walaupun itu harus dengan ngeledekin aku. ahhh... hatiku ini jadi meleleh kan lihat nya


sambil menunggu mas Rendy turun dari kamar, aku berselancar ke dunia Maya dengan ponselku. heh astaga, sedari tadi apa saja yang dilakukan nya, aku buru buru mandi ganti baju sampai gak mikir buat luluran demi supaya dia tidak menunggu lama, ehh.,..


dia malah asyik melamun di depan TV. untung ganteng.


"May... apa ini masih nomor kamu,..?" ada notifikasi di aplikasi hijauku, siapa dia, nomor nya tidak tersimpan di ponselku berarti nomor baru .kulihat photo profilnya, Ternyata si makhluk dari masa lampau yang kulihat di kantor tadi pagi. untuk apa dia menghubungi ku? . hanya ku baca dan tidak berniat membalasnya, ngapain dia masih menyimpan nomor ku ? ku abaikan saja dan beralih melihat barangkali ada pesan lain yang lebih penting


"May... ini aku Arman, aku tahu ini kamu ada wajahmu di profil, tolong balas pesanku, ada yang ingin ku bicara kan dengan mu..!" pesan susulan masuk , tapi sayang aku sana sekali tidak tertarik untuk membalas nya, sama seperti hatiku yang tak lagi mau berhubungan apapun dengan, lebih baik aku blokir saja agar tak ada lagi gangguan darinya

__ADS_1


__ADS_2