SETELAH KAU KHIANATI

SETELAH KAU KHIANATI
Di atas Langit masih ada Langit


__ADS_3

Ini sudah satu jam berlalu dari sejak keluarnya Tom dari ruangan Rendy, Tom keluar dari ruangan itu dengan membawa sebagian berkas berkas perusahaan yang tadinya akan didi periksa oleh Rendy, Tapi malah Rendy melimpahkan nya pada Tom. Dan hanya menyisakan berkas yang hanya membutuhkan tanda tangan nya saja.


"Sebenarnya aku ini detektif atau asisten pribadi ..?" Tom menggerutu, tapi percuma, toh Rendy tak ingin menanggapi nya. Dan tentu saja Tom harus maklum. Dia bisa melihat kalau Tuan, atasan , sekaligus sahabatnya itu sedang dalam kondisi galau.


Tuan mas bos itu masih saja diam terpaku , dilihatnya kembali berkas tentang Agung Wibowo Agung Wibowo adalah pria yang sangat sempurna, begitu lah penilaian Rendy, sama sekali tak ada cacat maupun cela. Di beberapa hal bahkan Rendy merasa Agung lebih unggul darinya, Agung mempunyai orang tua utuh, orang tua yang kaya raya dikampung nya, dengan kata lain Agung sudah bergelimang harta sejak lahir.


dan nilai plusnya meskipun terlahir dengan sendok emas di mulutnya, Agung juga bukan orang yang sombong. Juga tidak menjadikan nya seorang playboy meskipun dia bisa. Catatan tentang Agung benar benar bersih. Tanpa noda. Bahkan di sekolah dari SMA sampai kuliah dia terkenal sebagai pangeran alias the most Wanted


Untuk pertama kalinya ada orang yang mampu membuat Rendy merasa insecure. Dia mengingat dirinya yang ditelantarkan oleh ibunya, dan bahkan sampai saat ini dia tidak tahu dimana , bahkan siapa nama ibunya. Kenapa dulu ibunya tidak meninggalkan tanda pengenal untuk nya , seperti di cerita cerita, misalnya saja kalung yang ada poto ibunya atau apa Rendy memukul mukul pelipisnya, kenapa tiba-tiba saja otaknya menjadi error seperti Maya, yang sedikit sedikit menggunakan kisah novel sebagai tolak ukur.


Membandingkan antara dirinya dan Agung, membuat dirinya menjadi gelisah , selama ini dia selalu bisa berdiri tegak, menatap lurus ke depan, selalu melangkah penuh percaya diri. Bukan takabur. Rendy tetap lah orang yang mempercayai bahwa di atas langit masih ada langit. Dan yang akan selalu dia ingat selamanya adalah, tanpa Bu Farida, dia tidak akan pernah sampai di titik ini.

__ADS_1


Dilihatnya lagi dan lagi berkas pembiayaan pendidikan Maya, dilihat dari usia , Agung dan Maya terpaut lima tahun, pada saat Maya menerima tawaran bea siswa sebagai siswi SMP, Agung sudah duduk di bangku SMA. Ada yang menggelitik sisi ke ingin tahu an Rendy , Agung masihlah seorang anak SMA, bagaimana bisa dia punya pemikiran membiayai pendidikan Maya, ya walaupun di sekolah negeri dengan biaya lebih murah, bukan sekolah elit yang sama dengan tempat Agung sendiri menimba ilmu. Tetapi tetap saja itu adalah merupakan hal yang sangat istimewa menurut Rendy


Satu pertanyaan yang selalu menghantui pikiran Rendy, apakah mungkin sebenarnya Agung itu sudah menyukai Maya sejak kecil ? Atau bagaimana kalau sebenarnya Maya juga pernah menyukai Agung , hanya saja tidak mungkin bagi Maya untuk mengungkapkan karena status sosial mereka yang bagaikan langit dan bumi.


"Kalau aku pernah jatuh cinta pada si Bowo Bowo itu , tidak mungkin dengan mudahnya aku jatuh cinta lagi dengan si brengsek itu dan berakhir di selingkuhi..!"


Setidaknya kalimat sangkalan Maya itu lah yang saat ini bisa menjadi obat penenang bagi hati Rendy. Yang sedang galau. Dia akan mempercayai Maya sepenuhnya, walaupun dia tidak bisa percaya pada Agung.


Rendy menegakkan punggung nya dari posisi bersandar. Di ambilnya ponsel yang sedari tadi tergeletak manis di meja. mencari sebuah kontrak lalu di tempelkan nya ponsel itu di telinga.


"Buatkan aku kartu dengan limit 200juta. secepatnya..!"

__ADS_1


"Untuk apa Tuan..?"


"Apa aku harus melaporkan apapun yang kulakukan?!"


"Ah tidak , maaf Tuan..!" seseorang di seberang merutuki kelancangan mulutnya


"Harus aku tadi cukup menjawab *baik* begitu kan ?!" pikirnya


"Dan juga buat janji temu dengan Marissa dan fotografer barunya jika kartu itu sudah selesai di buat !" perintah lanjutan dari Rendy


"Baik !" kali ini Tom benar benar menjawab hanya dengan satu kata, dia tidak ingin lagi kepo, dan juga jika mengingat berkas yang diserahkan beberapa saat yang lalu , dia bisa sedikit membaca alur. Mungkin ini ada kaitannya dengan biaya pendidikan nona Maya

__ADS_1


"Aku harus segera menyelesaikan masalah ini . Sebelum hari pernikahan ku dengan Maya, dan juga jika ada kemungkinan bahwa Agung pernah menyukai Maya, Marissa harus mendengarnya langsung. "


Bukan hal yang sepele mungkin bagi Rendy, jika itu menyangkut hati. Maya adalah gadis yang untuk pertama kalinya membuat nya jatuh cinta , Maya adalah sumber kebahagiaan nya , jadi dia tidak akan membiarkan ada yang mengusiknya


__ADS_2