
SKK S2 Kondisi Rendy.
Maya masih mondar-mandir di depan ruang pemeriksaan . Ibu farida duduk menunggu dengan gelisah di kursi tunggu yang berada di depan ruang. . sedangkan Tom masih berdiri tegak dengan melipat kedua tangannya di belakang punggung . ketiganya sedang berharap harap cemas menunggu akan hasil pemeriksaan dari para dokter .
ceklek . ..
pintu ruang pemeriksaan terbuka dari dalam, tampak seorang dokter keluar dari dalam ruangan tersebut . membuat ketiga orang yang sedang berharap cemas di depan ruangan tersebut spontan berdiri dan menghampiri ke arah dokter tersebut
" bagaimana keadaan putraku..?!" Bu farida yang paling lebih dulu mengeluarkan suara.
" hasil pemeriksaan sementara tidak menemukan indikasi apapun. Tuan Rendy berada dalam keadaan baik-baik saja . diagnosa awal beliau sedang mengalami kelelahan. kemungkinan ini adalah efek karena sejak hari kemarin beliau kurang beristirahat." dokter memberikan keterangan
" Pasien akan dipindahkan ke ruang perawatan ,dan kita akan menunggu hasil laboratorium dan juga hasil CT scan. !" lanjut dokter
Bu Farida dan Maya menghela nafas lega. setidaknya tidak ada hal apapun pada Rendy. dan berdoa semoga hasil pemeriksaan lanjutan pun akan baik baik saja.
hanya Tom yang melongo tidak percaya mendengar keterangan dokter . apa katanya ? kecapean ?
Rendy bukanlah orang yang lemah. sering sekali dia berada dalam posisi kurang istirahat , bahkan juga sering berhari-hari tidak tidur jika terpaksa lembur pada saat terjadi masalah dalam perusahaan.
jadi jika pingsan hanya karena alasan tidak tidur sehari semalam, itu bukanlah Rendy . firasat Tom mengatakan ada sesuatu yang sedang terjadi .
***
"Sayang.. ayo bangun.. !" maya masih juga menggenggam tangan suaminya yang masih tergolek di atas ranjang pasien. Entah kenapa dia merasa suaminya itu betah sekali tidur .
hanya tinggal Maya yang menunggu di dalam ruangan sedangkan Tom menunggu di luar . Ibu Farida sendiri sudah diantarkan pulang oleh supir pribadi nya., karena kondisi kesehatannya yang menurun . sebenarnya Ibu Farida tidak ingin diantarkan pulang . Ibu Farida ingin menunggui putranya , akan tetapi kondisi kesehatannya yang kurang bagus dan juga nasehat dari Maya yang tak ingin jika Bu Farida ikut jatuh sakit , maka Bu Farida pun menurut untuk diantarkan pulang.
" sayang.." rendy merintih sambil membuka matanya perlahan
" Mas ... ! kamu sudah sadar ..?!" Maya memekik Kegirangan .
__ADS_1
" Mas mana yang sakit Mas...? apa yang kamu rasakan .?! Kenapa kamu bisa pingsan? Tom ... mas Rendy sudah sadar.. cepat panggil dokter..! " Maya menjadi heboh . mengeluarkan pertanyaan beruntun , dan juga berteriak untuk memanggil Tom.
ceklek
Tom yang mendengar teriakan Maya bergegas masuk ke dalam.
" Tuan anda sudah bangun ?? " tanya Tom sambil menekan tombol darurat yang gunanya untuk memanggil perawat atau dokter, yang berada di atas ranjang pasien.
Maya bahkan melongo , saking gembiranya dia melihat Rendy terbangun , dia sampai lupa bahwa di atas ranjang pasien terdapat tombol untuk memanggil dokter . kenapa dia harus berteriak memanggil Tom tadi .
" Tuan apa yang Anda rasakan sekarang ?" tanya Tom, sambil mendekat ke sisi ranjang yang berlawanan dengan tempat Maya duduk.
" ada apa . apa yang terjadi padaku .. Kenapa kita berada di rumah sakit ?" tanya Rendi yang masih belum sepenuhnya sadar.
" Anda tiba-tiba pingsan tadi..!" Terang Tom .
"hsst..!" Rendy memijat pelipisnya yang tiba-tiba kembali terasa pusing.
"Anda sudah bangun Tuan ?!" tanya dokter yang masuk ke dalam ruangan diiringi oleh dua orang perawat.
" saya akan memeriksa kondisi anda !" ucap dokter itu dan Tom pun menyingkir untuk memberikan jalan.
Dokter memeriksa kondisi Rendy menggunakan stetoskop yang tergantung di lehernya. kemudian juga Mulai memeriksa dalam rongga mulut dan mata Rendi, menggunakan senter kecil, lalu beberapa kali menekan bagian perut Rendy menggunakan ujung telapak tangan.
" apa yang Anda rasakan ?!" tanya dokter setelah memeriksa.
" tidak ada . saya tidak merasakan sakit apapun . hanya sedikit pusing dan terkadang agak mual . mungkin karena kemarin saya tidak makan dengan teratur, dikarenakan saya panik setelah kecelakaan!" .jawab Rendy
" Semua terlihat normal. Anda sungguh berada dalam keadaan baik-baik saja. akan tetapi untuk lebih pastinya kita akan menunggu hasil laboratorium dan CT Scan yang mungkin akan keluar beberapa saat lagi !" ucap dokter lalu kemudian karena tidak ada hal lagi yang perlu dilakukan dia pun segera berpamitan untuk keluar
**"
__ADS_1
" Sayang cepatlah sembuh . jangan terjadi apapun . ini sudah dua hari Lho kamu tidak bekerja , kamu harus segera sembuh dan kembali bekerja . kalau kamu tidak bekerja kita mau makan apa ?!" ucap Maya merajuk
Rendy melongo demi mendengar ucapan Maya . Demi apa, istrinya itu takut tidak bisa makan , hanya karena dia dua hari tidak bekerja.
" Sayang , Kau tidak sedang melupakan siapa suamimu kan?"
Maya memutar bola matanya malas
" jangan lupa mas harta itu hanya titipan. suatu saat nanti kalau tidak diambil orang , Ya diambil kembali oleh Tuhan. !" ucap Maya sambil memalingkan wajahnya.
Sebenarnya dia bukan sedang bermaksud untuk mendorong suaminya untuk terus bekerja. akan tetapi dia sedang cemas karena menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. dia hanya sedang berharap semoga suaminya tidak apa-apa. semoga suaminya benar-benar baik-baik saja.
tidak masalah baginya jika suaminya itu tidak bekerja, asalkan bukan karena alasan sakit.
" oh ya .. sayang. Kemarin kau belum bercerita padaku. kenapa bisa terjadi kecelakaan ? dan kenapa kau berada di jalan raya? Apa yang sedang kau lakukan di sana?" tanya Maya begitu dokter dan Tom pergi meninggalkan tempat itu
" kemarin itu aku akan menjemputmu ke tempat ibu , dan aku sedang menunggu taksi yang sudah aku pesan."
"memangnya mobilmu kenapa ?! kok mau naik taksi.?!" tanya Maya merasa aneh
"Ada.. Tapi entah kenapa aku ingin sekali naik taksi, dulu waktu masih bersama ibu , aku ingin naik taksi , tapi tidak ter sampai karena Ibu tidak punya uang. Lalu setelah itu sama Ibu Farida aku juga tidak pernah naik taksi karena Ibu punya mobil sendiri." Tutur Rendy.
" sayang .. nanti kalau aku sudah sembuh , ayo kita berlibur di kampung ibu. kita naik delman , itu yang ada kudanya itu, kita jalan-jalan keliling kampung ibu . pasti seru.!" Rendy membayangkan apa yang diinginkannya sudah sambil tersenyum tidak jelas.dan mata berbinar
"terus kita pergi ke pasar di sana ada banyak cilok , somay , telur gulung juga ada . aku pernah beli bersama ibu dulu. !" Maya melongo mendengar rentetan keinginan Rendy.
" Sayang , Kok kamu diam ? kamu tidak setuju? tanya Rendy Sendu. Mata Maya memicing
" Sayang.. Kayaknya kamu aneh deh. tiba-tiba ingin naik taksi, tiba-tiba ingin liburan, tiba-tiba ingin naik delman, tiba-tiba ingin ke pasar , tiba-tiba ingin jajanan anak kecil. kamu persis seperti perempuan yang sedang ngidam . kamu tidak sedang hamil kan., Mas ?!"
"Aku..?!" tanya Rendy sambil menunjuk ke arah dirinya sendiri benar-benar syok dengan pertanyaan Maya Bagaimana mungkin seorang pria jantan sepertinya dianggap hamil . Sungguh ajaib sekali pemikiran istrinya ini
__ADS_1