SETELAH KAU KHIANATI

SETELAH KAU KHIANATI
17 Jadilah Wanita Tangguh


__ADS_3

hai jumpa lagi dengan author so sweet, bab 1, 2, 3 dan 16 sudah di revisi ya.. silahkan tengok kembali. terimakasih


"Sudah selesai bersenang senang nya ..?? CK CK CK..??!!" suara ketus mas Rendy mengagetkan ku saat aku baru saja membuka pintu ruangan. "Puas sekali rupanya..??" lanjutnya.


"Ish.. apaan sih...??" gumamku kesal . "ada orang capek juga baru nonton sama main drama.. masih di ketusin juga, bukannya datang di kasih minuman kek ..? biar lega hilang bad mood nya.. " masih gumam gumam entah di dengar oleh nya atau tidak, aku tak peduli


aku memilih diam tak menyahut , lebih baik aku rileks sebentar, ku hempaskan tubuhku di atas sofa , ku lpar begitu saja Sling bag yg sedari tadi bergelayut di pundakku. berdebat dengan mereka ternyata cukup menguras emosi dan tenaga juga, aku benar-benar lelah sekarang.


"Nich .. minum...!!" sebuah minuman kaleng yang sejuk terulur di depan hidungku, bersamaan dengan mas Rendy yang menyusul duduk di sampingku.


"Kau tidak berniat membalas perbuatan mereka padamu..??" aku sontak menoleh mendengar pertanyaan nya , tapi lalu kembali ke posisi semula


"Ish.. untuk apa, aku gak level menyimpan dendam, bikin capek. " jawabku sok acuh


"Cih ...!! tak ingin dendam konon..??!! ledeknya "terus tadi itu apa.. ngapain capek capek bikin pertunjukan..??" ya ...ya ..ya.. ku tahu pasti tadi mas Rendy melihat semua dari CCTV yang tersambung di ponselnya , "Sok bilang gak mau balas dendam segala lagi..!"


"Ish ... kalau yang tadi itu kan bukan balas dendam mas..! itu namanya aku memberitahu kan mereka tentang statusku.!" bantahku. lagian buat apa balas dendam, akan ada Tuhan yang membalas perbuatan mereka, bukan nya karma itu lebih pahit ..??" tambahku lagi.


"Lagian mas Rendy tadi kok gak asyik banget sih...?? malah ninggalin Maya sendiri an, harusnya tadi pas nenek Lampir itu mulai bikin ulah kan mas Rendy datang dengan keren.. lalu pura pura nya mas Rendy datang sebagai pacar Maya gitu..??" aku menggerutu,

__ADS_1


"ah aku jadi membayangkan seandainya tadi mas Rendy datang bak seorang pahlawan ksatria lalu menggandeng tangan ku dan mengatakan kalau aku ini pacarnya mas Rendy, sudah pasti Regita akan lebih membenciku , secara pacarku yang baru lebih ganteng, lebih tajir, dan lebih keren dari Arman yang sudah dia rebut..!" ucapku ber api api.


"Dasar anak kecil..!" mas Rendy menjual kepalaku. membuat ku merengut.


"Tapi sumpah deh mas, aku sebenarnya heran.. kenapa ya kok Regita itu tega sekali berbuat seperti itu padaku..?? padahal aku lho yang bawa dia dari kampung, ke kota ini. aku juga yang bayarin bis nya.." cerita ku yang mungkin saja dia sudah tahu,


"Tadinya kan aku mau ajak dia kerja di SUMBER REJEKI juga, tapi waktu itu, mas Anwar bilang udah gak butuh karyawan lagi..! jadi kemudian dia mencari lowongan pekerjaan di tempat lain di bantu oleh Arman, dan berhasil, " pungkas ku


"Bukannya gak butuh, kalau mas Anwar mau dia bisa saja mempekerjakan nya di cabang toko atau tempat usaha ibu yang lain. tapi karena dari awal mas Anwar tahu kalau dia buruk hati..!" bantah mas Rendy, aku terbeliak, ini fakta lain yang baru ku dengar.


*"What..?? masa sih mas ..??" aku tak percaya


"Mas Anwar itu sudah berpengalaman berhadapan dengan banyak orang, jadi melihat gerak gerik orang sekilas saja mas Anwar bisa membedakan, mana yang tulus dan mana yang palsu.!"


"wahh... !!" prok prok prok...!!" aku bertepuk tangan, "mas Anwar benar-benar keren. tapi kok aku gak tahu ya mas..?? mas Anwar juga gak pernah ada cerita..?? " aku benar-benar kagum dengan mas Anwar


"Kamu nya saja yang Lo La..!" ledeknya


"" Aku gak LOLA ya ma..!!" sahutku tak terima "Mas Rendy ini ya kenapa senang sekali menghina ku ??!!"

__ADS_1


"Siapa yang menghina ..?? aku kan cuma menirukan kata-kata mas Anwar saja ..!" banyaknya sambil tergelak. aku semakin kesal , mereka itu. kelima bersaudara, yang sama sekali tak ada hubungan darah satu sama lain, tapi kenapa mereka kompak sekali sih..?? Seperti punya ikatan batin saja, kenapa gemar sekali meng olok ku. semenggemaskan itu apa diriku ini sebenarnya..


"Huuffh.. !" aku menghembuskan nafas kasar , dan anganku berkelana , melalang ke masa lalu. " aku baru ingat mas, mungkin sejak beberapa hari setelah saat itulah hubungan antara Arman dan Regita terjalin." ucapku sambil menerawang


memang setelah itu hubungan mereka terlihat lebih akrab, kadang mereka berangkat kerja bersama dengan alasan tempat kerja yang searah, bahkan sering Arman mengantarkan Regita pulang ke tempat kos ku, dan aku sama sekali tak curiga .."huuff.. ternyata aku benar-benar tolol, aku bahkan tanpa sadar menampung seekor ular di tempat kos ku!"


"Tapi aku ini masih sebel lo ya sama mas Rendy..?" sewotku mengalihkan pembicaraan, tak ada gunanya berurusan dengan masa lalu


"Apalagi..??"


"Kok bisa bisa nya tadi mas Rendy gak datang nolongin aku, ?? harusnya kan tadi mas Rendy datang bak super Hero yang menyelamatkan kekasih nya !!" gerutu ku


"Ha ha ha... masih Juga kau mikirin hal itu ??" dia tertawa sambil menggeleng heran. "Sebenarnya tadi mas sudah mau turun , tapi mas lihat kamu sudah bisa mengatasi semua sendirian, jadi aku urung!!" jelasnya. "kamu memang harus bisa berdiri sendiri mulai Sekarang, tidak selamanya kami bisa menjagamu..!!" mas Rendy mulai bicara serius ,"Apalagi sekarang statusmu adalah pemimpin perusahaan!" lanjutnya


"Mulai lah bekerja dengan hatimu Maya.. !! jangan lagi berfikir kau bekerja untuk menggantikan ibu, !! kau bukan pengganti !! kau harus bisa !! jadilah wanita tangguh !! mulailah bangun jati dirimu, jadilah kuat, hingga tak satupun menggoyahkan mu, !! jadilah seperti harapan ibu !! bahkan lebih dari ibu, !! wujudkan impian ibu !! buatlah kami semua bangga !! ayo bangun Maya..!! kamu pasti bisa..!!" mas Rendy mengepalkan tangannya memberi semangat


Seumur hidupku ini pertama kalinya mas Rendy bicara begitu panjang, tak pernah seperti ini sebelumnya, apalagi jika kami berada di luar, atau berhadapan dengan orang lain, hingga orang melihatnya sebagai sosok yang dingin, dan tak tersentuh, mas Rendy hanya terlihat hangat kalau sedang berada di antara keluarga saja. ah.. aku jadi semakin meleleh di buatnya


"Iya mas.. !! aku siap ..!! " aku berdiri dari duduk ku dan menghadap padanya yang masih duduk di sofa. " Maya berjanji pada kalian semua, dan juga pada diri Maya sendiri, Maya akan jadi seperti yang kalian harapkan, Maya pasti akan membuat kalian bangga ..!" aku mengangguk mantap dengan tangan terkepal penuh semangat

__ADS_1


"Bukan demi kami Maya.. tapi bertekad lah demi demi dirimu sendiri... dan juga jangan lupakan harapan anak anak asuhmu..!!" tegasnya. iya aku memang harus lebih giat berjuang , dan aku yakin pasti bisa, dengan dukungan mereka semua


__ADS_2