
kembali ke masa kini
Pagi ini aku bangun dengan tubuh segar, semalam setelah mengabaikan pesan dari Arman, aku malah lebih asik berselancar di dunia novel, ada kisah yang benar benar mirip dengan kisahku dan , dan aku benar-benar setuju dengan endingnya
Aku tiba di area parkir kantor bersamaan dengan mas Rendy yang kemarin memang berjanji akan mengajarkan ku , tentang seluk beluk perusahaan, ya.. aku sudah berjanji dalam hati untuk ikut mewujudkan cita-cita ibu
haahh kenapa aku tidak curiga sebelumnya sih , nama perusahaan ini saja di ambil dari namaku. sudah lah , untuk apa di pikirkan lagi . kalau ibu menyerahkan tanggung jawab ini padaku , itu berarti ibu percaya kalau aku bisa, itu yang di katakan mas Rendy kemarin, dan semoga saja aku tidak mengecewakan ibu
"Tapi sebenarnya Maya lebih nyaman di rumah singgah mas.." rengekku mas Rendy kemarin, ketika mas Rendy mencoba memotivasi ku untuk tetap mengurus kantor ini. ya , aku punya rumah singgah di pinggiran kota, rumah yang aku gunakan untuk menampung anak jalanan yang dan pengamen kecil , ada sekitar tujuh belas anak di sana , dan juga ada dua orang wanita yang tadinya berprofesi sebagai pengemis.
"Rumah singgahmu akan tetap berjalan . .. oh ayolah Maya.. bahkan untuk memberi kehidupan pada mereka kau membutuhkan banyak harta, dengan apa kau akan membiayai pendidikan mereka jika kau bahkan tak punya uang.., kau pikir cukup penghasilan sebagai pelayan toko untuk menghidupi mereka..? Tidak, yang ada nantinya mereka aja tetap berdiri sambil menengadahkan tangan di pinggir jalan !" ceramah nya.
ah iya , itu benar, selama ini aku hanya bisa menghidupi mereka sekedar makan saja, dan mengajar kan mereka membaca dan menulis, untuk membuat mereka benar benar mentas dari jalanan, aku harus punya uang lebih banyak, tidak seperti selama ini, yang hanya mengandalkan pemberian Bu Farida, mas Rendy, dan anak asuh Bu Farida yang lain yang lebih dahulu sukses. aku memang bisa di bilang anak bungsu di tempat Bu Farida, karena kedatangan ku yang paling akhir
setelah kedatangan ku, Bu Farida tidak lagi mengadopsi anak , untuk selanjutnya ibu menyerahkan segalanya pada kami. walaupun pada awalnya biaya tetap di tanggung oleh Bu Farida,
aku mendirikan rumah singgah.
__ADS_1
mas Rendy juga memiliki yayasan amal, selain perusahaan nya. begitu juga mas Anwar, selain tetap mengelola SUMBER REJEKI juga memiliki panti sosial, mbk Meta dan mbak Marisa memiliki panti jompo yang khusus menampung para tuna wisma, sedang mas Iqbal mempunyai sanggar khusus anak berkebutuhan khusus.
semua itu tak lepas dari campur tangan Bu Farida, sungguh mulia hati beliau , melihat kebaikan ibu itu lah pada awalnya aku pun terketuk hati membuat rumah singgah, karena ingin mengikuti jejak beliau
Dari cerita yang pernah kudengar dari mas Anwar, hanya mas Rendy lah yang sudah ikut ibu sejak masih kecil, kira Ira umur enam tahun. Mas Anwar sendiri malah sudah tamat SMA ketika itu, bahkan awalnya juga sebagai penjaga di toko ibu, toko SUMBER REJEKI, dimana aku juga pernah bekerja di sana. sebelum Bu Farida mengutarakan maksudnya untuk aku ikut tinggal saja bersama mereka, dan aku menerima saja tawaran itu, karena di kampung ku aku hanya tinggal bersama bibiku yang juga seorang janda. yang kemudian oleh Bu Farida bibiku itu di berikan modal untuk usaha
Hahhh sebenarnya berapa banyak harta Bu Farida itu, seperti tak habis habisnya walau selalu di gunakan untuk menolong orang, mungkin memang benar, bersedekah akan memperlancar jalan rejeki kitibu
mulai sekarang aku bertekad aku harus bisa menjadi seperti Bu Farida. melihat orang orang tersenyum karena kehadiran kita, membuat hati jadi bahagia, itu yang pernah di katakan ibu
"Kau sudah siap..?" suara mas Rendy membuyarkan lamunan ku.
"Maya..!!" kudengar suara dari arah belakang kami. huhh.. kenapa harus dia lagi.? "Maya.. ah maksud saya , Bu Maya.., ijinkan saya bicara sebentar, ada yang ingin saya jelaskan.!" pintanya.
mas Rendy melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, lalu menatap ke arah Arman, lalu kembali menatap ku. "Masih ada waktu, selesaikan urusan kalian.!" ucapnya sambil menepuk kepalaku
"Ada apa lagi ..?" aku menatap nya tegas sambil bersedekap , dia seperti salah tingkah. "Saya sibuk, tidak punya banyak waktu, segeralah anda bicara atau saya pergi..!" tambahku. dengan bahasa formal, yang membuat nya terkejut
__ADS_1
"Tunggu.. iya .. Maya, aku senang bisa bertemu kembali denganmu..!" ucapnya. aku hanya diam tak menyahut. "kamu cantik sekali sekarang " dia mulai menggombal. tapi sayang gombalan itu tak membuat ku tertarik, sebaliknya aku merasa mual.
Arman semakin salah tingkah karena aku hanya memandang nya datar tanpa senyum dan tanpa suara "Maya.. apa benar yang aku dengar kalau kau adalah direktur utama di sini..??!" tanya nya seolah butuh kepastian. ini kesempatan ku untuk menjatuhkan mental nya
"Iya benar , !" jawabku. "kenapa.. kau kaget..kau tidak percaya.. ?" heh aku tersenyum sinis. " Akan ku beri tahu kalau kau ingin tahu, Yaahh Arman ini adalah aku, aku pemilik perusahaan ini, aku direktur di sini, aku yang akan memberimu gaji di sini..!!"
"Kenapa... kau masih tidak percaya...?" Arman hanya menggeleng seolah tidak percaya.
"Dengar baik baik, dan lihat baik baik , wanita yang ada di hadapanmu ini , wanita ini yang dulu kau khianati, wanita ini juga yang sekarang harus kau hormati!!" lanjutku
"Yaahh Arman , ini lah aku, ini adalah Maya. *SETELAH dulu KAU KHIANATI* inilah aku..!!!" sentakku ber api api
"Tidak Maya.. itu tidak benar.. aku tidak pernah mengkhianati mu..!" aku tertawa tergelak " hubungan antara aku dan Regita hanya sebuah kesalahan,! " aku menggeleng entah manusia seperti apa yang ada di hadapan ku ini. padahal aku sendiri melihat dan mendengar jelas semua nya hari itu. tapi aku tak peduli, kata kata itu tak ada artinya bagiku. jadi lebih baik aku pergi saja.
"Sudah... ?? kau sudah selesai bicara...?" ah.. aku kenapa jadi merasa deja fu
"Maya ayo kita kembali.. aku benar-benar sangat mencintai mu, aku akan meninggalkan Regita asal kita bisa kembali bersama.!" ucapnya sambil berusaha meraih tanganku, tapi sayang tak berhasil karena aku tak kan membiarkan tangannya yang kotor itu menyentuhku
__ADS_1
"Kumohon May... ayo kita kembali, aku akan berubah, aku akan sangat setia, aku akan meninggalkan Regita..!"
"Mas Arman...!?" satu suara menginterupsi Dari arah belakangku, dan aku mengenali suara itu, aku memijit kepala ku yang mendadak pusing.