SETELAH KAU KHIANATI

SETELAH KAU KHIANATI
Sisi Manja Rendy


__ADS_3

Sisi Manja Rendy


sementara itu di tempat lain, diwaktu yang sama di belahan bumi yang berbeda , di tempat yang sangat jauh dari hiruk pikuk keramaian kota , tempat yang masih terasa Asri tanpa polusi udara , di sebuah rumah yang cukup mewah , di antara bangunan tetangga sekitarnya


seorang pria tampan sedang duduk di depan televisi yang menyala, dengan pandangan kosong , pikiran entah kemana, entah siaran TV itu masuk ke telinga dan matanya ataukah tidak.


" ada apa Ren..? tanya Bu Farida


"Tidak ada apa apa Bu..!" jawab Rendy. entah kenapa dia memang ingin sekali bertemu dengan ibunya. tapi begitu berkunjung ke tempat ibunya, tak ada yang bisa di ucapkan nya. sejak datang sepulang dari pekerjaan nya tadi siang dia hanya duduk diam, di depan TV , tanpa ingin beranjak dari tempatnya. padahal begitu inginnya bertemu dengan ibunya, hingga di bela bela In pulang siang, dan mengijinkan karyawan juga untuk pulang lebih awal.


"Anak ibu sudah dewasa rupanya, sudah pintar main rahasia rahasia an sama ibu. !" ucap Bu Farida yang sudah duduk di samping putranya. di belainya rambut putranya, dan suguhan senyum tulus yang tak pernah pudar walau telah di makan usia.


"Ibu.." rengek Rendy kemudian meletakkan kepalanya di pangkuan ibu nya.


"Ada apa nak.. apa yang sudah bikin putra ibu yang tampan ini jadi galau..?" tanya Bu Farida masih sambil membelai rambut putranya


"Ibu dapat bahasa galau dari mana sih.. ?!" Rendy mendongak menatap wajah cantik ibunya sambil terkekeh geli. di sadarinya usia ibunya yang tak lagi muda . ada banyak kerutan keriput, di wajah yang tetap terlihat cantik itu. di usapnya wajah ibunya dengan tangan perkasanya.

__ADS_1


"Ayo cerita sama ibu...!" ucap Bu Farida lagi, sambil di genggam nya tangan perkasa yang hinggap di pipi keriput nya.


"Apa ini tentang Maya.. ?!" tebak Bu Farida, karena Rendy tak kunjung bercerita.


"Ibu memang paling tahu tentang Rendy. !" Ucap Rendy kemudian duduk sambil merangkul ibunya


" Memangnya apa lagi yang kau ragukan ? apa yang masih jadi bahan pertimbanganmu, Bukankah mbak Meta juga sudah pernah cerita tentang apa yang diucapkan oleh Maya ?!" tanya Bu Farida lirih


" masa iya kamu tidak berani bicara dengan Maya ?? " Bu Farida mendelik kan matanya Sambil tertawa . ada yang terasa menggelitik dalam hatinya


"Tidak Ibu sangka , Putra itu yang di luar terlihat dingin dan datar di luar , dan ditakuti oleh semua orang, Putra ibu yang terlihat berwibawa ini, Putra ibu yang paling sukses di dunia bisnis. Putra ibu yang paling disegani oleh lawan-lawannya , masak dia sama cewek saja nggak berani ngomong ?? ish cemen kamu ini.!" Bu Farida masih saja terus sambil tertawa . seolah menggoda putranya adalah sesuatu yang sangat membahagiakan


"Memangnya sebahagia itu ya menjadikan Rendy sebagai bahan tertawaan.?!" Rendy berlagak cemberut dihadapan ibunya.


Lihatlah bibirnya yang cemberut ditekuk itu, jika orang yang lain yang melihatnya , mungkin bisa pingsan . karena di luaran sana Rendy tak pernah memperlihatkan wajah selain dingin dan datar


 hanya orang-orang terdekat dengannya yang punya kesempatan melihatnya tersenyum dan bercanda

__ADS_1


" tidak ada ya Rendy seperti itu Bu . Rendy itu cuma masih mau ngasih kesempatan sama Maya , biar dia merasakan kebebasan dulu biar dia bisa mencari kebahagiaannya


Dia itu sekarang ini sedang fokus-fokusnya memegang perusahaan, dan Rendy tidak mau nanti fokusnya terganggu, dia itu lagi giat-giatnya mengembangkan perusahaan dan dia lagi giat-giatnya ingin memberikan masa depan yang cerah untuk anak-anak asuhnya itu. jadi Rendy tidak mau Kalau nantinya Maya malah terganggu fokusnya.!" Elaknya mencari pembelaan diri.


" tapi kan usia kamu sudah cukup matang untuk berumah tangga nak?" sudah mau kepala tiga Lho kamu ini, teman-teman sekolah kamu saja malah ada yang sudah punya anak, Memangnya kamu tidak ingin segera seperti mereka ? ibu juga sudah ingin punya cucu loh , masa kamu mau dibalap sama Iqbal , Meta dan Marisa??!" tanya Bu Farida, karena memang Iqbal dan Meta pernah pulang ke rumah dengan membawa calon pasangan nya masing masing untuk di perkenalkan. Hanya Marisa saja yang belum , tapi Dari gelagatnya Bu Farida juga tahu , bahwa Marisa sepertinya sudah mempunyai lelaki idaman , hanya saja Marissa memang tak pernah mau mengatakannya.


" dan lagi pulang jika nanti Misalnya Maya benar-benar menjadi istrimu, apa kamu rela Maya tetap bekerja di kantoran, dia tidak akan punya waktu untuk mengurus mu kalau seperti itu , apa kau tidak ingin seperti istrinya Mas Anwar saja ? Mas Anwar yang bekerja, istrinya itu di rumah mengurus suami dan anak-anaknya , Jadi kalau misalnya kamu pulang bekerja dalam keadaan capek, ada yang tetap menjadi pelepas lelah mu.!"


" masa iya juga ibu akan berpikir Maya akan menjadi ibu rumah tangga biasa bu ? lalu apa gunanya ibunya sekolah kan dia tinggi-tinggi? Ibu bela-belain Cari tempat kursus kursus buat dia loh bu , Apa iya sekarang Setelah dia bisa menguasai semuanya, akhirnya dia hanya akan jadi ibu rumah tangga biasa. nantinya pasti Maya akan mengeluh yang capek mengurus rumah lah , ini , itu. Aku tidak mau itu terjadi Bu .!"


" ya tidak seperti itu juga Rendy, Memangnya kamu tidak bisa membayar seorang pembantu rumah tangga ,? sampai-sampai istrimu mengeluh kecapean ? Walaupun dia akhirnya menjadi ibu rumah tangga , Jadikan Dia ibu rumah tangga yang bahagia."


" kalau itu sih Randy paham Bu , Tapi tetap saja tidak dalam waktu dekat ini, biarkan Maya menemukan jati dirinya dulu , biar dia menentukan apa yang dia inginkan untuk kehidupan dia di hari depan. selain itu juga ada satu hal yang harus Rendi bereskan dulu sebelumnya , agar nanti setelah Rendy benar-benar menikah dengan Maya tidak ada ganjalan di belakang.!" perang Rendy memberikan alasan


" Ya sudah terserah kamu saja le.. ,Ibu hanya memberikan saran tetapi kamu sendiri yang bisa menentukan masa depanmu , Kamu sendiri yang bisa menentukan keinginanmu, kamu sudah dewasa . tugas Ibu memberikan kehidupan layak untuk mu untuk sudah selesai.


Sekarang kamu sendiri lah yang bisa menentukan kebahagiaan seperti apa yang ingin kau dapatkan. Ibu hanya bisa membantu doa supaya kamu dan juga semua anak-anak ibu, kalian pada akhirnya akan hidup dengan bahagia bahagia . dan Ibu berharap teruslah rukun sampai nanti , meskipun Ibu tidak ada, jangan ada yang berebut apapun , jangan ada yang bertengkar . Jika ada masalah selesaikanlah baik-baik . Dan semoga saja kalian semua tetap bisa melanjutkan mimpi-mimpi ibu." tutur Bu Farida sambil menangkup wajah Rendy dengan dua tangan nya.

__ADS_1


" tentu saja Bu Kami akan bahagia sampai akhir . Untuk itulah sebelum aku mengambil keputusan untuk menikahi Maya, ada hal-hal yang harus aku selesaikan lebih dulu. tetap berada di samping kami ya Bu , Jangan pernah menghilangkan kasih sayang untuk kami.!" ucap Rendy sambil kemudian memeluk ibunya dengan erat ada kebahagiaan di hati mereka kebahagiaan yang tak kan pernah bisa dihapuskan oleh siapapun, bahkan oleh sang waktu


__ADS_2