
Cerita Bu Wulan
dan begitulah , sejak hari itu Regita tinggal di kediaman Bu Wulan, Bu Wulan sendiri tidak tinggal di rumah itu , hanya sesekali saja datang membawa apa yang sekiranya di butuhkan oleh Regita, akan tetapi di tempat itu ada seorang asisten rumah tangga yang menemani Regita.
Regita sendiri yang merasa tidak enak sekaligus sungkan juga tidak mau hanya berpangku tangan, dia ikut mengerjakan pekerjaan rumah sebisanya, semampunya dia , seperti pekerjaan yang. ringan ringan, misalnya menyapu , mencuci piring , atau juga menyeterika pakaian, hal yang bisa di kerjakan nya sambil duduk.
sudah sering kali bibi art mengatakan untuk dia tidak usah membantu, tetapi Regita tetap saja ingin mengerjakan nya. hal itu yang belakangan ini juga sering di kerjakan nya semasih tinggal bersama Arman, karena setelah hamil dan menikah, Arman bukan hanya tidak membelikan nya barang mewah. bahkan untuk makan saja Regita sampai harus memohon di berikan belas kasihan oleh Arman. mungkin dia harus bersyukur, setidaknya ketidak pedulian Arman padanya, membawanya menuju perubahan diri yang lebih baik.
flasback off
*
*
*
__ADS_1
"Tapi kenapa Maya melakukan ini semua Bu.?" Regita bertanya dengan air mata yang masih berderai, bahkan mungkin lebih deras dari pada saat menyaksikan siaran pernikahan di TV beberapa saat lalu.
"Apa lagi ? , tentu saja karena mbak Maya masih menganggapmu saudara , dan tentu juga karena dia kasihan padamu. !" jawab Bu Wulan agak ketus.
sesungguhnya dia memang tidak menyukai Regita, karena dia mendengar cerita dari teman art yang bekerja di rumah Bu Farida yang pernah bercerita tentang Regita. teman nya itu sendiri mengatakan tidak sengaja menguping pembicaraan Bu Farida dan anak anak asuhnya. hanya saja karena Maya pun sudah memaafkan Regita, dan menyuruhnya untuk bersikap baik kepada Regita dia pun melakukan nya. Bu Wulan juga ingin menjadi seperti Maya yang baik hati.
" Tapi waktu itu aku melihat dia pulang bersama Arman, dan karena permintaan Maya Arman menceraikanku. ?!" Regita masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.
" Apa dengan membuat lelaki itu menceraikanmu, jadi kamu berpikir kalau mbak Maya sudah berbuat jahat padamu ?
"Tolong ceritakan apa yang ibu tahu Bu .. saya benar-benar tidak paham maksud ibu.!" pinta Regita. " yang saya tahu Maya, meminta Arman untuk menceraikan saya,!" ucap Regita sendu.
" sejujurnya mbak nona hanya menyuruh ku untuk menolong dan memastikan keberadaanmu, dan juga tidak meminta ku untuk merahasiakan apapun , tapi ini bukan jalurku untuk terlalu banyak bicara, lagi pula sepertinya , aku berbucara sampai mulutku berbusa pun , kau juga tak akan paham."
" Bahkan sepertinya , kau bahkan berfikir kalau semua orang itu sama sepertimu, yang punya watak jahat dan balas dendam , suatu saat mungkin kau akan tau dan paham dengan sendirinya., itu pun jika mata dan hatimu masih bisa terbuka. !" ucap Bu Wulan.
__ADS_1
" Sudahlah, aku tak mau bicara apa apa lagi. yang terpenting bagimu sekarang, uruslah anakmu dengan baik. jadikan dia anak yang berbudi dan berakhlak baik. dan kau sendiri, jadilah orang yang tau balas budi . kau memang tak harus membayar hutang padaku seperti kesepakatan awal, tapi apa kau juga tak ingin membayar kebaikan mbak Maya, meskipun dia tak memintanya ?" putus Bu Wulan kemudian. lalu beranjak meninggalkan Regita dan menuju kamarnya untuk beristirahat
" Oh iya aku ada kue-kue tadi yang aku bawa dari rumah utama, tempat pernikahan Mbak Maya dan Mas Rendy, katakan pada Bu Sari untuk mengambilnya di mobil aku lupa untuk membawa nya turun tadi, kau makan lah!! makan yang banyak agar perutmu terisi dan air susumu berlimpah ! demi kebaikan putrimu.!" tambah Ibu Wulan
"Iya Bu ." jawab Regita. " ah maaf Bu , bukan nya pernikahan di adakan di hotel,? terus rumah utama itu maksudnya ?" tanya Regita
" Iya memang diadakan di hotel , tapi aku tidak pergi ke hotel aku memilih menyaksikan nya bersama teman-teman dari rumah utama, !" jawab Bu Wulan sambil menghentikan langkahnya.
" rumah utama itu tempat kediamannya Ibu Farida. di sana ada TV sebesar Layar tancap, di sanalah para ART, dan juga pekerja rumah dari tukang kebun dan lainnya menyaksikan pernikahan itu, hanya para sopir saja yang tidak ada karena mereka tentu mengantar para majikan ke hotel " .
"sebenarnya para ART pun boleh jika mau ikut ke hotel, tapi kami kasihan pada para ART yang sudah tua tua dan tak lagi bisa duduk atau berdiri dalam waktu lama, jadi kami putuskan untuk tidak ikut ke hotel, lagi pula di rumah utama kami lebih bebas. kalau ingin apapun, tanpa perlu harus malu pada tamu undangan yang tentunya kebanyakan berasal dari kalangan atas.!" .
cerita Bu Wulan benar benar membuat Regita merasa takjub, dan bertanya tanya , seoerti apa kah kekayaan orang bernama Bu Farida itu, sehingga ART, saja seperti punya perkumpulan sendiri.
" berdoalah semoga suatu saat nanti kau punya kesempatan untuk datang dan berada di sana.!" setelah itu bu wulan benar-benar berlalu dari hadapan Regita .
__ADS_1