
Mohon maaf buat mia lovers mulai dari bab ini sudut pandang cerita akan diganti dengan pov author ya supaya lebih banyak cerita dan tidak membosankan , agar tidak berkutat hanya kepada tokoh utama saja selamat membaca dan Semoga semua suka , jangan lupa terus dukung Author ya... terima kasih.
****************
Perputaran roda kehidupan terus berlalu, berjalan dua puluh empat jam, sama rata untuk seluruh makhluk di dunia
suatu pagi di sebuah ruang kontrakan
"Ada apa dengan mu ?? kenapa sepagi ini sudah berisik sekali..??!" tegur Arman yang merasa terganggu tidurnya. padahal sebenarnya sudah tidak pagi juga.
waktu sudah menunjukkan kan pukul setengah delapan.
"Aku tidak tahu mas.. " jawab Regita. "perutku rasanya mual sekali, sedari tadi ingin muntah tapi tidak keluar apapun ." tambahnya. Dengan suara yang sangat lemas
"Makanya, aku sudah bilang berkali-kali, kurangi hobymu makan pedas itu..!! kau bisa terkena radang lambung, kau mau menambah beban ku dengan merepotkan ku .. iya..?!" bentak Arman panjang lebar.
"Tidak mas...,aku sana sekali tidak makan pedas seharian kemarin. " sanggah Regita.
"Lalu kenapa.. ? atau mungkin karena kau terlalu sering begadang..? akhir akhir ini kau selalu pulang larut malam, bahkan aku pulang kerja pun kau tidak ada di rumah. sebenarnya apa yang kau cari di luar sana. ?? aku lama lama bisa bosan dengan tingkahnya itu.!" kali ini Arman sungguh sudah termakan emosi, memikirkan ulah Regita yang semakin tidak terkendali.
__ADS_1
"Aku bosan di rumah sendiri terus mas, kau juga melarang ku untuk menyambangi mu ketika di kantor..! balas Regita. " Kenapa sikap MU berubah seperti ini mas, aku sungguh tak lagi mengenalimu lagi..?? tambahnya
"Oh.. atau jangan-jangan kau benar-benar tergodalagi dengan si udik Maya itu mas..!?? itu makanya kau melarang ku untuk datang ke tempat kerja mu ..??! iya kan mas ??!!" Regita semakin tak karuan ucapan nya
" Kau selalu menuduhku seperti itu, tidak kah kau sadar ..?? kalau kau itu semakin menyebalkan..??! " ucap Arman tanpa Tedeng aling aling . dia bahkan tak menghiraukan Regita yang mungkin saja merasa sakit hati mendengar ucapannya.
"Memang nya kau tak sadar kenapa aku selalu melarang mu ke sana..? kau itu selalu membuat ulah di sana..!! kau selalu mencari perkara dengan Maya.. apa kau masih tidak sadar juga kalau itu sedang membahayakan posisiku..??! apa kau ingin aku di pecat dari sana.. ?! lalu mah makan apa kita kalau aku tidak bekerja di sana..??! kau pikir gampang mencari pekerjaan di tempat lain..?! mungkin ada pekerjaan di tempat lain, tapi tentu gajinya tidak akan sebesar di sana ..!" tegas Arman semakin panjang lebar. nampaknya tidurnya tadi benar-benar terganggu sehingga menyerang syaraf di kepalanya.
"Mas.. maksud aku...!!"
"Stop.. jangan bicara lagi.. sekarang giliran aku yang bicara setelah selama ini kau selalu menyetir otakku .!!" potong Arman sebelum Regita melanjutkan celoteh nya
"Kalau memang aku ingin mendekati Maya lagi kenapa, ?? apa masalahnya bagimu ??
"dan apa katamu tadi ??! kau bilang Maya udik..?! apa matamu buta,?? siapa yang kau bilang udik ?? dia sekarang bahkan jauh lebih cantik darimu. !!" tandas Arman lagi, yang semakin membuat Regita menjadi hancur hatinya
"Tega kau berkata seperti itu mas.. ! kau benar-benar sudah berubah, kau tidak memikirkan lagi tentang perasaan ku , setelah semua apa yang ku berikan padamu mas.. ??!" ucap Regita sambil berlinang air mata
"Ha ha ha... Jangan naif kau Regita.. jangan kau pikir kau yang paling berkorban, kau lah yang dulu menggodaku, kau yang membuat aku berpisah dengan Maya. !" tuding Arman sambil menunjuk wajah Regita
__ADS_1
" Apa kau tahu, aku sungguh menyesal telah melepaskan Maya , Jika saja aku tahu bahwa dia akan sukses seperti sekarang ini, aku menyesal telah menuruti keinginanmu , Aku menyesal telah berselingkuh denganmu , dan sekarang benar aku memang ingin kembali dengannya, tapi sayang dia sudah tidak ingin lagi bersamaku, !"
Arman seolah melimpahkan semua kesalahan kepada Regita, Padahal kalau saja dia tidak tergoda, padahal Jika saja dia berpikir, dan padahal Jika saja dia bisa setia, tidak mungkin dia akan berpisah dengan Maya , yang yang ada adalah dia memang terlalu menuruti hawa nafsunya, dia yang tergiur oleh godaan , dan dia yang tidak setia.
" Jangan hanya menyalahkan aku Mas, karena kau juga sebenarnya bersalah , kalau kau tidak mau menuruti kemauanku waktu itu, dan kalau kau tidak tergoda , semua ini tidak akan terjadi , jadi jangan hanya menyalahkanku, salahkan juga nafsumu yang sangat kotor itu, !!" contoh Regita tidak terima begitu saja dijadikan kambing hitam
" Aaaarrrgghh...!!" harapan berteriak sambil membanting apa yang ada di hadapannya
tampaknya dia benar-benar murka kali ini
Regita menjadi ketakutan Ini pertama kalinya dalam hidupnya dalam kebersamaan mereka dia melihat Arman semarah itu
melihat kemarahan Arman membuat regita menjadi ketakutan , dan dia merasakan kepalanya semakin pusing, apalagi sejak pagi dia memang mual-mual dan muntah-muntah , Sudahlah badannya terasa lemas tanpa tenaga, ditambah lagi sekarang harus menyaksikan kemarahan Arman, Regi merasakan matanya semakin berkunang-kunang, matanya semakin terasa gelap dan gelap, hingga tak tampak apapun lagi dalam pandangannya , dan tanpa dia sadari akhirnya dia menjadi Limbung . ya Regita pingsan
"Regita...!" Arman berteriak karena terkejut melihat regtai yang tiba-tiba pingsan, dia menjadi panik tidak tahu apa yang harus dilakukannya , dia terus mencoba membangunkan Regi , tapi tidak berhasil , dan akhirnya dia membawa tubuh lagi ke atas ranjang , bergegas Arman keluar dari kamar, lalu mencari minyak kayu putih di kotak obat yang tersedia, dibalurkannya minyak kayu putih itu di hidung regi, berharap Regita akan bangun, tapi sayang itu tidak bisa membangunkan regita, tubuh regita masih tetap lemas, digoyangkannya tubuh Regita yang tanpa tenaga, matanya masih tetap terpejam , dan karena ketakutan, akan terjadi sesuatu pada Regita, akhirnya Arman berinisiatif untuk membawa Regita ke klinik yang dekat dari tempat kontrakannya,
Arman segera memesan taksi online, untuk membawa Regita ke klinik , karena tidak mungkin Arman memboncengnya dengan sepeda motornya, karena Regita dalam keadaan pingsan.
Dan juga tidak mungkin bagi Arman untuk meminta tolong kepada orang sekitar , karena selama tinggal di sana , setahu Arman Regitaa kit tidak pernah akrab, dan tidak pernah ramah tamah dengan tetangga sekitar mereka , Arman merasa sungkan untuk meminta pertolongan.
__ADS_1
Untung saja taksi yang dipesan tidaklah lama begitu taksi datang Arman segera membopong tubuh Regita ke dalam taksi dan mengatakan kepada sopir taksi untuk segera berangkat menuju klinik yang tepatnya tidak begitu jauh dari kontrakan mereka
" suster ...suster... cepat tolong saya...!?" teriak Arman ketika baru saja turun dari ke taksi. Untung saja di bagian depan ada suster jaga , dua orang suster segera mendekat ke arah Arman dengan membawa kursi roda , dan Arman segera mengangkat tubuh Regita dari dalam taksi dan mendudukkan yang di kursi roda, dengan cekatan dua suster tersebut langsung mendorong kursi roda tersebut dan membawanya ke dalam.klinik