SETELAH KAU KHIANATI

SETELAH KAU KHIANATI
Rendy dan Marissa


__ADS_3

"Tak tak tak..!" suara heel beradu dengan lantai keramik terdengar nyaring, karena suasana yang hening di private room restoran itu.


"Kamu sudah lama Ren..?!" suara heel itu semakin cepat berlari menuju ke arah meja yang terlihat di mana seorang pria tampan gak duduk manis sambil memegang ponsel


" Baru beberapa menit yang lalu santai aja, lagi pula juga bukan sesuatu yang terlalu penting, udah santai aja , Oh ya Nih kamu mau pesan apa ?" ucap Rendy menyodorkan buku menu yang ada di tangannya.


" udah samain aja lah sama pesanan kamu kalau kamu doyan aku juga pasti doyan, " jawab gadis itu.


" Baiklah kalau begitu . Oke Mbak ini pesannya dua spaghetti dua ayam teriyaki dengan jus alpukat nya dua ya !" ucap Rendi pada waitress yang berdiri menunggu di dekat mereka.


" Baiklah mohon ditunggu sebentar ya !*" ucap waitress itu lalu undur diri


" Bagaimana dengan perkembangan butik mu ? " tanya Rendy memulai percakapan,


" Baik, lumayan stabil, hampir tak ada kendala sama sekali !" jawab gadis itu yang tak lain adalah Risa.


"Syukurlah..!" ucap Rendy


" tumben banget kamu nanyain batikku ada apa sih.. ?!"


 percakapan mereka terhenti dengan datangnya waiters yang membawa pesanan mereka


" gak ada apa-apa cuma pengen nanya aja ya udah ayo makan dulu.!"


" sumpah deh Ren .. aneh banget tau nggak sih lihat kamu kayak gini ?. Biasanya juga langsung ngomong ceplas-ceplos , ada apaan sih sebenarnya.?" kata Risa sambil menyuapkan sepotong ayam teriyaki ke dalam mulutnya. kemudian memandang aneh ke arah Rendy, sambil meneruskan kunyahan nya.


"Ris... !" ucap Rendy pelan


"Hem..??"


"Aku..." Rendy menjeda ucapan nya. membuat Risa diam memperhatikan, tapi sejenak kemudian dia melanjutkan memotong ayam di hadapan nya. sedangkan Rendy sendiri. hanya memainkan saja hidangan di hadapan nya dengan pisau dan garpu.


" aku akan menikahi Maya..!"


"Klotak..." garpu dengan lilitan spageti yang hampir saja masuk ke dalam mulut Marissa spontan terjatuh dan membentur piring di bawahnya mulut yang terbuka hendak melahapnya itu pun perlahan terkatup kembali.

__ADS_1


 Marissa spontan mendungak menatap wajah Rendy, seakan tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya, walaupun sebenarnya dia sudah menduganya dari jauh hari . akan tetapi begitu mendengarkan kata itu terucap , tak pelak ada rasa perih dalam hati.


Marissa menundukkan kembali kepalanya . ada yang hendak jatuh lolos dari pelupuknya, Tetapi dia berusaha keras untuk menahannya jangan sampai dia menangis di hadapan Rendy


"Kenapa...?!" tanya nya lirih


"Maaf ...!" ucap Rendy.


 Marisa menghela nafas pelan , dari awal Sejak kedatangan Maya , Marisa tahu Maya menaruh hati pada Rendy , dan Marissa juga tahu bahwa Rendy pun memiliki perasaan yang sama terhadap Maya. hanya saja tidak ada kata terucap diantara keduanya


 Marisa sendiri merasakan bahwa dirinya memiliki ketertarikan terhadap Rendi sejak lama. sejak sebelum kedatangan Maya . akan tetapi sikap Rendy yang tak pernah berdekatan , ataupun tanda-tanda ketertarikan dengan seorang wanita. yang tak pernah menanggapi apabila Ibu dan juga saudara-saudaranya yang lain bercanda, ataupun mengejek mengolok Rendy tentang wanita, membuat Marissa merasa segan untuk mengungkapkan perasaannya. apalagi dirinya yang sebagai seorang wanita. tidak mungkin baginya untuk menembak Rendy duluan.


 Marissa hanya mencoba bersikap baik menunjukkan perhatian-perhatian kecil pada Rendy . berharap agar Rendy mengerti perasaannya dan membalas cintanya . akan tetapi sayangnya Rendy tetaplah Rendy yang dingin dan datar


 akan Tetapi semenjak kedatangan Maya di dalam keluarga mereka, sikap Rendy perlahan berubah, Rendy menjadi lebih hangat dan lebih perhatian, lebih banyak bicara jika berada di antara lingkungan keluarga, walaupun ketika begitu berada di luar, wajah dingin dan datarnya akan tetap terpasang.


" sekali lagi aku minta maaf !" ucap Rendy


"Kenapa harus Maya ..? kenapa bukan aku.. ?" tanya Marisa lirih. dengan kepala yang masih tertunduk.


" Aku tidak tahu.. !" jawab Rendy


kali ini Isak dan air matanya tak lagi bisa ditahan sedangkan Rendy tetap diam tak ingin memotong . dia membiarkan Marissa meluapkan segala emosinya.


" apa yang sudah dilakukan Maya dan aku tak bisa lakukan, hingga dia bisa menarik perhatianmu ? sedangkan aku yang sudah melakukan semuanya sejak dulu, bahkan membuatmu menoleh pun tak bisa. " Marisa menelungkup kan wajahnya di atas meja . tangisannya tak lagi bisa di bendung


 Rendy mengulurkan tangannya hendak membelai rambut Marissa, akan tapi tangan itu hanya berhenti di atas kepalanya saja. Randy mengurungkan niatnya , lalu menarik kembali tangannya dan menyimpannya di atas meja.


" Maafkan Aku ..!" ucapkan di ketika tangis Marisa sudah reda


"Andai saja aku bisa mengatur arah hatiku.." Rendy menghela nafas berat.


" aku menyadari perasaanmu dari dulu, dan sebenarnya aku ingin sekali membalasnya, tapi entah kenapa aku tidak bisa, aku tidak bisa mengendalikan hatiku sendiri. aku benar-benar minta maaf untuk ini . kau boleh membenciku Tapi aku mohon padamu jangan membenci Maya , dia tidak tahu apapun tentang ini. " ucap Rendy panjang lebar.


"Apa boleh aku tanya satu hal ??" Marissa mengangkat wajahnya.

__ADS_1


" katakan saja ! kalau aku bisa aku pasti menjawabnya."


" apa yang telah dilakukan Maya sehingga membuatmu tertarik padanya..?" Marissa bertanya sambil menatap lekat wajah Rendy


" tidak ada." jawab Rendy sambil menggelengkan kepalanya


" Apa kelebihan Maya dariku hingga kau memilih dia daripada aku, ?!"


" tidak ada,...


" kalian berdua sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing , Tidak ada yang lebih unggul, kau atau Maya kalian semua sama istimewa bagiku. " Rendy menjeda ucapannya


" kau berbohong , kalau kau menganggap aku istimewa , kau pasti menerima perasaanku. !" potong Marissa


" aku tidak berbohong. Itu benar , kau juga istimewa , hanya saja aku lah yang bodoh tak bisa membalas perasaanmu, dan aku juga tidak bisa membohongi hatiku , bahwa aku memiliki ketertarikan padanya .pada Maya. Andai saja aku boleh memilih maka aku tidak akan memilih kau atau dia. aku pasti akan mencari orang lain di luar , agar tak menyakiti satu diantara kalian "


"Tapi masalahnya aku benar-benar tidak bisa menuntun hatiku sendiri agar bisa keluar dari jeratan ini. "


"aku benar-benar minta maaf Marissa , aku benar-benar tidak bisa mengendalikan hatiku . dan aku sangat memohon padamu ,agar kau mau bisa mengerti, kita akan tetap menjadi saudara seperti sebelumnya , aku mohon padamu, jangan sampai persaudaraan kita terputus hanya karena masalah hati ini "


"bencilah aku Marissa !! benci aku sebanyak yang kau mau . tapi sekali aku lagi aku mohon, Tolong jangan membenci Maya ! tetap Jadikan Dia sebagai adikmu.!" Rendy memohon sampai menangkupkan dua telapak tangan nya di depan dada.


" Baiklah aku mengerti , kau tidak pernah meminta apapun sebelum ini. Kau selalu saja tampil sebagai pemberi. dan tentu saja aku tidak akan membenci Maya . ini bukan kesalahannya ini adalah kesalahanku kenapa aku yang jatuh cinta padamu.!"


" tidak... kau tidak bersalah karena kau juga tidak bisa mengendalikan hatimu...!" potong Rendy.


" baiklah .. " Marisa berusaha untuk Tertawa Dia tak ingin terlihat lemah karena dia juga benar-benar menyadarinya bahwa Cinta Tak bisa dipaksakan .


"Jadi sekarang kau meminta restu dariku ?" Marissa mencoba bersikap setegar mungkin.


" Iya tentu saja.. kau saudaraku. Tentu saja aku meminta doa restu darimu.!" jawab Rendy Sambil mencoba tertawa juga. dia tahu sebenarnya Marissa masih merasakan perih dalam hatinya


" Baiklah Baiklah aku menyerah aku memberikan doa restumu padamu. ucap Marisa. " tapi..." Marisa menjeda ucapannya membuat Rendy menatapnya


" jika suatu saat nanti kau tak bahagia dengan Maya datanglah padaku.. !" ucap Marisa sambil mencoba bergurau.

__ADS_1


"Maaf.." jawab Rendy lalu menunduk


" ya...ya..ya.. baiklah baiklah, aku tahu kau akan bahagia dengan Maya Sampai Akhir.!" pungkas Marisa sambil tersenyum. dan Rendy pun mengangkat wajahnya lalu ikut tersenyum


__ADS_2