SETELAH KAU KHIANATI

SETELAH KAU KHIANATI
Positif


__ADS_3

"Kamu tidak sedang hamil kan Mas,?!"


"What.. ?!"


"Aku,..?!"


Rendy memandang istrinya dengan tatapan yang entah, mendengar pertanyaan istrinya barusan membuat perasaannya tak menentu. ada desir aneh di sana.. seakan ada sesuatu yang berbeda. dipandang nya wajah istrinya , adakah perubahan, tapi nihil, tak ada selain pipinya yang sedikit chubby.


 hingga kemudian ingatannya terbang ke beberapa hari belakangan. tentang aktifitas malam mereka berdua. biasanya setiap satu bulan sekali dia harus berpuasa karena ter jeda oleh lampu merah. akan tetapi ini, Rendy ingat sudah hampir dua bulan , nonstop tanpa hambatan apapun.


Rendy bergegas bangun dari baring baring nya, di Sibak nya selimut yang menutup dari mata kaki hingga batas pinggang, lalu segera turun dari ranjang pasien.


"Eh.. sayang.. kenapa turun.?" tanya Maya kaget melihat Tingkah Rendy.


"Ayo ikut. kita periksakan dirimu..!" Rendy bukannya menjawab, malah menarik tangan Maya agar segera berdiri. Rendy harus memastikan sesuatu.


"Eh.. apa maksudnya.. periksa apa.. aku kan tidak sakit sayang .., kamu yang sakit , kenapa aku yang juga harus periksa..?!" Maya Semakin bingung.


" sudah diam menurut saja.! ayo kita periksakan Dirimu.!" ucap Rendy. lalu menyambar ponsel nya yang tergeletak di atas nakas .


"Buat janji dengan dokter obigin !!, sekarang..!!" perintahnya pada seseorang, lalu menutup sambungan secara sepihak tanpa menunggu jawaban. Mungkin seseorang di seberang sedang menggerutu sekarang.


mana dia peduli.


lalu menarik istrinya agar segera berjalan mengikuti nya.


" Sayang jangan cepat-cepat jalannya nanti aku jatuh..!" keluh Maya, hingga membuat Rendy menghentikan langkahnya. menyadari Jika benar Maya sesuai dengan yang diduganya , maka dia tidak boleh membuat Maya berjalan terlalu cepat hingga akhirnya membahayakan dirinya sendiri


" tapi sayang Kamu kan belum boleh turun dari ranjang , bagaimana nanti jika ada dokter yang datang membawa hasil laboratorium ? kamu masih harus istirahat dulu ? begitu Kata Dokter tadi.!" Maya masih mencoba untuk tidak pergi dari ruangan itu

__ADS_1


" aku tidak sakit , dan aku tidak apa-apa . kondisiku baik-baik saja . dan aku yakin hasil pemeriksaannya pun akan baik-baik saja . Karena sekarang aku tahu, bukan aku yang sebenarnya butuh diperiksa , tapi kamu .!" Rendy tetap kukuh pada pendiriannya , untuk membawa Maya ke tempat pemeriksaan dokter obigin.


***


"selamat Nyonya... Anda benar-benar positif sedang mengandung. !" ucap dokter Risma . dokter perempuan yang diminta datang oleh Rendy. walaupun mereka harus menunggu selama 2 jam. karena dokter Risma sendiri sebenarnya sedang menangani pasien di rumah sakit cabang yang lain. Rendy tidak terima kalau istrinya harus diperiksa oleh dokter laki-laki.


" perhatikan di layar ini ini adalah kantong janinnya , dan yang kecil ini ini adalah calon bayi Nyonya Maya.! Dan usia kandungan Nyonya Maya adalah 8 Minggu. !" dokter Risma menjelaskan apa yang ada di layar monitor USG.


" itu beneran bayiku tapi kenapa bentuknya seperti Kulit Kacang..?" tanya Maya. Rendy menepuk beningnya mendengar perkataan istrinya . sedangkan Seorang perawat yang berdiri di belakang dan Dr Risma, menunduk sambil menggigit bibirnya untuk menahan agar tidak kelepasan tertawa.


" karena usianya masih sangat kecil nyonya, nanti seiring bertambahnya usianya maka akan terbentuk tubuhnya secara sempurna. !" dokter Risma memberikan penjelasan sambil tersenyum . sudah terbiasa baginya menghadapi pasien dengan pertanyaan-pertanyaan aneh seperti Maya, bahkan mungkin ada yang lebih lagi tingkah absurd nya. pernah ada calon Ayah yang mengatakan bahwa janin di perut istrinya seperti seekor cicak


"oh .. begitu..? " Maya mengangguk-angguk kan kepala tanda mengerti


" Eh... tapi tunggu .!" Maya seakan teringat oleh sesuatu


" Kok saya bisa hamil ?? Kenapa saya bisa hamil ?!" tanya Maya seolah sedang bingung.


Apa istriku ini sedang amnesia, hingga dia melupakan kegiatan yang kami lakukan tiap malam ? Batin Rendy.


" tentu saja, karena anda punya suami nyonya," dokter Risma Bahkan sampai bingung harus menjelaskan bagaimana , dan Seperti apa.


" Dokter ih..!" maya merasa kesal.


" maksud saya itu , mana mungkin saya hamil, padahal saya tidak merasakan apapun , saya tidak mual , saya tidak pusing saya tidak muntah-muntah dan saya tidak merasa pertanda apapun seperti yang biasanya dirasakan oleh wanita hamil .!" Maya menjelaskan maksud ucapannya.


" memang tidak semua wanita hamil merasakan gejala seperti tersebut tadi Nyonya. ada yang biasa-biasa saja , ada yang mengalami morning sickness parah. Bahkan sampai tidak bisa menelan makanan apapun. tapi juga ada yang bisa memakan apapun tanpa merasakan mual ataupun ingin muntah!" lagi-lagi dokter Risma harus menjelaskan dengan sabar.


" wah..." tiba-tiba saja Mata Maya berbinar.

__ADS_1


" itu artinya nanti saya pasti akan ngidam kan, sayang kamu tahu tidak ? aku pernah lo baca di novel, wanita yang lagi ngidam nyuruh suaminya yang seorang CEO untuk manjat pohon mangga di lapangan loh.?" Maya seperti sudah punya rencana untuk masa ngidam ke depannya.


"Hemm ..!" jawab Rendy datar


" Lalu ? apa yang direncanakan oleh otak picik mu itu.?!" Rendy bertanya dengan suara geraman di dekat telinga Maya


" Ya ampun sayang..!" Maya menoleh lalu mencubit kedua pipi Randy dan menggoyang-goyangkannya. Hingga kepala Rendy pun bergoyang ke kiri dan ke kanan


" sayangku tenang saja , aku tidak akan minta kebab yang harus dibeli di Turki , aku juga tidak akan meminta pizza yang harus dibeli langsung ke Itali. apalagi gudeg yang harus beli di Jogja . Aku sama sekali tidak akan merepotkan mu dengan ngidam ku ini sayang."


aku sudah punya rencana yang indah Ucap Maya dalam hati . matanya berbinar-binar, kedua tangannya menepuk menepuk pipinya, seakan ada hari-hari bahagia yang akan menyambutnya.


" awas saja Jika kamu menginginkan laki-laki lain untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan anakku." geram Rendy sambil menarik pipi Maya


" sayang ...?!" Maya cemberut


" Padahal aku kan sudah punya rencana untuk ngerjain Tom ?!" ups. Maya menutup mulutnya dengan kedua tangan merasa telah kelepasan bicara. Mata Rendy pun mendelik dengan tingkah istrinya.


 Setelah tak ada lagi yang harus dibicarakan. keduanya segera keluar dari ruang dokter. dengan membawa salinan resep yang sudah diberikan dokter Risma, untuk menebusnya di apotek. berupa obat penguat kandungan dan juga vitamin.


*****


"Bua ha ha ..." perawat yang sedari tadi berdiri di belakang dokter Risma, tak lagi bisa menahan tawanya begitu Randy dan Maya keluar dari ruangan itu.


" Maaf dokter Risma, Tolong jangan marah. Saya benar-benar tidak bisa bertahan untuk tidak tertawa sekarang. !" ucap perawat itu sambil memegangi perutnya yang terasa sakit karena terlalu banyak tertawa.


sedangkan dokter Risma menelungkupkan wajahnya di atas meja Dia sedang mencoba bertahan untuk tidak tertawa terbahak


" sungguh menantu dari pemilik Rumah Sakit ini benar-benar wanita yang sangat ajaib !" ucap dokter Risma masih menyembunyikan wajahnya.

__ADS_1


" tapi mereka berdua benar-benar so sweet ya dokter ?"


__ADS_2