
"Aku harus upload ini...!" ucap Maya kemudian membuka aplikasi sosial medianya , membuat Rendy spontan membelalak merasa tidak suka.
" Eh tapi tunggu ..!" Maja menunda upload nya " wajah Mas Rendy ini harus ditempeli pakai stiker ya .." ucap Maya sambil mengotak-atik mengedit foto yang ada di depan matanya. " "pokoknya wajah Mas Rendy yang imut seperti ini tidak boleh dilihat oleh siapapun selain Maya!" lanjutan ucapan Maya benar-benar membuat Rendi semakin memerah wajahnya lalu berpaling agar Maya tidak melihatnya.
" gadis ini benar-benar...!" umpat Rendy dalam hatinya. Tapi dia membiarkan saja apapun yang dilakukan oleh Maya hatinya yang ingin marah telah kalah dengan perasaannya yang berbunga-bunga.
*
*
*
"Mas... !" Panggil Maya pelan . selesai sudah acara cekrak cekrak dengan upload upload . saat ini posisi Maya sedang bergelayut manja bersandar di bahu Rendy. Rendyy hanya terdiam tanpa menjawab , tapi Maya tahu Rendy mendengarkan kata-katanya
"Mas...!" Panggil Maya lagi . akhirnya Maya mendongakkan wajahnya , memastikan bahwa Rendy tidak tertidur. karena Rendy tetap diam tanpa menjawab.
" kalau aku pernah suka pada Bowo, aku akan diam di kampung atau pergi melamar Bowo ke rumahnya. " Rendy tersentak mendengar ucapan itu , apa katanya tadi Maya akan melamar Bowo..?! " tapi kedua tangan Maya. memeluk pinggangnya erat. menahan agar Rendy tidak bangkit. dan akhirnya Rendy pun kembali menyandarkan punggungnya di sandaran sofa.
" aku tidak akan pergi ke kota lalu jatuh cinta pada si br3ngs3k itu. !" ucap Maya .
__ADS_1
langkah awal dia harus bisa meyakinkan Rendy, bahwa dia sama sekali tidak pernah jatuh cinta atau memiliki perasaan pada Bowo. Dan dia juga tak hendak menyebut nama Arman . karena nama itu selalu membuat Rendy sensitif.
Arman masih bertahan dengan ke terdiamannya tak hendak menjawab Apapun yang diucapkan oleh Maya.
" apa karena Bowo orang kampung Mas..?" Randy menghembuskan nafasnya kasar dengan bertanya seperti itu seolah-olah Maya tidak pernah mengenal Bagaimana sifat dan wataknya Rendy. padahal Maya tahu persis Rendy bukanlah orang seperti itu . yang membedakan orang dari kasta dan asal-usulnya.
" bahkan Mas Rendy saja juga jatuh cinta pada Maya. padahal waktu itu juga tidak jelas asal usul ku . dan tidak jelas aku ini anak siapa . Aku bahkan seorang yatim piatu Mas. aku hanya hidup dengan Bibiku.!" lanjut Maya lagi. kali ini dia menggunakan nada yang halus . dia tidak ingin menantang Rendy dengan beradu urat saraf. Karena Rendy bukan orang yang bisa di tentang.
" Maya Stop..!" jangan membuatku semakin marah !" ucap Rendy menghentikan ucapan Maya. Maya pun terdiam. sepertinya kata-katanya salah, dia sudah salah mengambil langkah, karena sepertinya dia sudah mengusik dan melukai Sisi baik Rendy. dengan salah paham tentang sifat Rendy. karena itu dia akan mengambil langkah lain
Maya menunjukkan wajahnya dengan masih menempel di bahu Rendy, membuat Rendi merasa menyesal telah berbicara dengan nada keras.
"Aku tak bermaksud untuk membentak mu " ucap Rendy tanpa Mengatakan kata maaf.
" sedangkan aku aku memiliki orang tua tetapi mereka membuang ku. kau masih lebih beruntung karena kau tahu di mana letak makam orang tuamu . Aku bahkan tidak tahu siapa nama orang tuaku. waktu kecil aku ingat aku memanggilnya ibu, tapi setelah hari itu aku Bahkan tak lagi pernah melihat wajahnya , dan aku juga tak tahu dia ada di mana sekarang . apakah masih hidup ataukah sudah mati. ". Ucap Rendy sambil menahan rasa sesak di dadanya. Maya merasa menyesal dengan mengungkit nama orang tua, Dengan mengatakan bahwa dirinya yatim piatu, Maya mendongak memandang wajah Rendy. ada kabut yang menggelayut di sana. Lalu Maya memeluknya dengan erat , berusaha memberikan kekuatan dan memberikan ketenangan.
" maaf... " hanya satu patah kata yang keluar dari bibir Maya membuat Randy balas memeluknya dan menyadarkan kepala Maya di dadanya.
" Ayo kita lupakan soal bahasan hari ini !" ucap Rendy.
__ADS_1
"Tapi mas...!"
" Kenapa kau senang sekali menyebut nama Bowo hari ini..!" Randy masih merasa tidak terima
" karena aku butuh jaminan Mas.!" ucap Maya pada akhirnya . ini adalah jurus terakhir. semoga dengan ini Rendy mau merestui jika Marissa dan Bowo ingin menjalin hubungan. bukannya apa. Maya hanya tidak ingin Rendy terlalu mengekang Marissa apa terlalu merasa bertanggung jawab . hanya karena rasa bersalahnya yang tidak bisa menerima Marisa.
Rendi terdiam sambil menatap ke arah Maya. jaminan apa maksudnya..
"Aku butuh jaminan bahwa Mbak Marissa tidak akan lagi mendekati atau mencoba mengambil Simpati Mas Rendy lagi, Aku cemburu mas, aku selalu di hantu i rasa takut, takut jika suatu saat hati mas Rendy akan luluh pada Mbak Risa " ucap Maya menggebu-gebu sambil terus menatap lekat ke arah Rendi demi meyakinkan bahwa kata-katanya akan berhasil meluluhkan Rendy
dan,.... jitu. Ucapan Maya berhasil membuat Randy terbungkam dengan wajah bersemu merah gadis ini benar-benar minta pintar menggombal mungkin begitulah batin Rendy
" Mas Rendy adalah cinta pertama bagi Mbak Marisa . dan akan sulit bagi seseorang untuk melupakan cinta pertamanya !" lanjut Maya. tetapi sepertinya Maya kembali salah ucap.
" Apa kau juga seperti itu ? apa kau juga tidak bisa melupakan cinta pertamamu?" tanya Randy dengan syarat matanya yang berubah menjadi tajam
" his jangan mencoba mengalihkan pembicaraan Mas, kau dan si brengsek itu benar-benar jauh berbeda. si brengsek itu mempunyai banyak nilai minus . akan terlalu mudah Bagi siapapun untuk melupakannya. sedangkan Mas Rendy ??! dalam Mas diri Mas Rendy bahkan tidak ada minus satupun. tidak satu atau dua gadis yang mengejar Mas Rendy . entah kebaikan apa yang aku lakukan di masa lalu , hingga bisa membuat Mas Rendy jatuh cinta padaku .!" ucap maya kembali berusaha mencoba untuk meluluhkan hati Rendy.
" tampaknya kau berusaha sekali untuk menjodohkan mereka, kau sudah seperti biro jodoh saja. " sangatlah bodoh tampaknya . jika mengira bahwa Rendi tidak tahu apa yang dilakukannya . ready mengerti semua ucapan Maya tadi tulus , tapi Rendy juga mengerti bahwa itu memang niat Maya untuk menjodohkan Marissa dan Bowo" Baiklah . karena hari ini aku begitu bahagia . aku akan mengabulkan keinginanmu .Tapi tetap saja aku akan menyeleksinya . dan aku akan menyuruh orang untuk menyelidiki tentang pria itu. !" pungkas Rendy pada akhirnya.
__ADS_1
" apa dulu Mas Rendi juga meminta orang untuk menyelidiki aku ?? Waaahhh bahagianya hatiku. " kecambahnya sambil memeluk dadanya sendiri kemudian menepuk nepuk kan kedua tangannya di pipi.
"Cih... Aku punya mata dan kaki sendiri dan aku tidak membutuhkan orang untuk menyelidiki wanitaku. !"