SETELAH KAU KHIANATI

SETELAH KAU KHIANATI
Rendy vs Agung


__ADS_3

" Apa yang bisa kau berikan pada Marisa..?! " tanya Rendy tanpa menunggu waktu lama, Padahal aku dan Marisa baru saja menyelesaikan makannya . Tapi tampaknya Rendy benar-benar tidak mau menunggu.


 Agung masih belum menjawab . Tetapi dia mendongakkan wajahnya menatap ke arah Rendi , dengan pandangan sorot mata yang tenang tanpa ada rasa takut atau rasa terintimidasi sedikitpun , Rendy sungguh memuji keberanian orang ini . Agung mengambil tisu lalu mengusap mulutnya. lalu kembali menatap ke arah Rendy.


"Ren.. apa maksudmu. aku tidak meminta apapun. !" entah kenapa Marisa merasa marah dengan pertanyaan yang dilontarkan Rendy kepada Agung . dia merasa tidak terima dengan pertanyaan itu . padahal dia benar-benar yakin bahwa dia belum jatuh cinta kepada Agung . akan tetapi dia juga tidak ingin Agung merasa malu atau marah karena pertanyaan Rendy , lalu Agung akan menjauh darinya.


" Risa Dengarkan Aku Kau adalah adik kami yang berharga, aku tidak akan menyerahkanmu kepada sembarang orang. !" seru Rendy dengan sorot matanya yang tajam pada Marisa.


"Tapi..!" Agung menyentuh tangan Marisa pelan sebelum Gadis itu menyelesaikan ucapannya. Marisa menoleh ke arahnya Agung menggelengkan kepalanya. Marisa bingung untuk menentukan sikapnya. di satu sisi dia merasa tidak enak pada Agung. tapi di sisi lain dia juga merasa terharu dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Randy.


 yang mengucapkan bahwa dia adalah saudara yang sangat berharga. dia benar-benar merasa dihargai , merasa disayangi , dan merasa dianggap bahwa dia ada .


ada yang menganak di sudut matanya . rasa haru itu muncul begitu saja.


"Pak Rendy sedang bertanya padaku, Bolehkah aku saja yang menjabnya. ?!" tanya Bowo sambil menatap lembut ke arah Marissa dan apa yang bisa dilakukan Marisa selain hanya menganggukkan kepalanya. Lalu aku kembali mengarahkan pandangannya kepada Rendy


" Saya memang tidak memiliki apapun , saya bukan orang yang kaya raya seperti anda , juga bahkan saya merasa bahwa saya belum ada apa-apanya dibanding kekayaan Marissa. tetapi saya memiliki hati , saya memiliki cinta, selain itu saya juga memiliki tangan dan kaki dan juga otak tentunya . dan saya akan bekerja keras untuk membahagiakan Marisa." jawab Agung lugas tanpa berusaha untuk meninggikan dirinya. dia bahkan berbicara dengan menerima tatapan mata tajam dari Rendy dan tanpa berniat untuk memalingkan wajah ataupun menundukkan kepalanya , atau juga menghindari tatapan tajam dari Rendy. dua sorot mata itu benar-benar beradu, Rendy dengan tatapan tajamnya dan Agung dengan tenangnya menerima itu.


huh Rendy benar-benar bertemu lawannya sekarang.


" Apa yang membuatmu jatuh cinta pada Marissa..?" tanya Rendy


"" jatuh cinta tidak membutuhkan alasan.!" jawab Agung.


"Aku tidak membiarkan begitu saja.!"


" saya tahu...!"

__ADS_1


" bagaimana kalau aku tidak akan memberikan Restu ?!" kejar Rendy


" Saya pasti akan mendapatkan nya.!" tantang Agung.


"Cih,.. percaya diri sekali kau ?!" Rendy betdecih sinis.


"Apa yang harus membuat saya merasa tidak percaya diri ?!" sahut Agung pula.


dua orang terus beradu mulut, membuat Marisa bingung. kepalanya merasa pusing Karena harus melihat ke arah Rendy dan Agung secara bergantian.


"Tidak bisa kah kalian berhenti berdebat ?!" Marisa memegang kepalanya yang terasa berputar putar.


"tidak !"


"tidak.!"


"Kalau begitu teruslah berdebat, aku akan pergi saja ..!" ucap Marisa mendorong kursi nya ke belakang dan bersiap untuk berdiri


"Tunggu..!"


"Tunggu..!"


lagi lagi Rendy dan Agung berseru bersamaan.


"Ish ... kalian itu kenapa kompak sekali. ?!" Dalam hatinya merasa merasa benar-benar bahagia , Marisa bahagia karena Rendi yang mempertahankannya , dan juga merasa bahagia karena aku yang memperjuangkann ya.


"Se sebenarnya kau tadi memanggil kami ke sini untuk apa ??" Marissa mencoba mengalihkan pembicaraan agar tak lagi berkutat pada Agung dan dirinya.

__ADS_1


 Randy nyaris saja menepuk keningnya yang melupakan Apa tujuannya memanggil mereka berdua. Tapi tentu saja dia menahannya , dia tak ingin terlihat kalau dia sedang lupa , bisa jatuh harga dirinya di hadapan Agung. maka dia hanya bisa menghembuskan nafasnya saja .


Lalu mengambil sesuatu dari saku jasnya, dan meletakkan di meja . lalu mendorong nya ke hadapan Agung.


"Apa ini ..?!" tanya Agung tanpa menyentuh barang itu yang berupa kartu emas.


"Apa maksudnya ini Ren..?!" Marisa benar-benar terkejut dengan apa yang di lihatnya


"di dalamnya ada uang sebesar dua ratus juta. !" ucap Rendy tanpa ingin menjawab rasa penasaran mereka berdua


"Apa Anda ingin saya menjauh dari Marissa.?" tanya Agung yang membuat Marisa terbelalak. tanpa sepatah kata pun mampu terucap. hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil menatap Rendy dengan tatapan sendu.


~tampaknya Risa pun sudah mulai menyimpan bibit bibit cinta untuk lelaki ini . hanya mungkin Risa belum menyadari isi hatinya sendiri~ Batin Rendy yang melihat sorot kesedihan di mata Marisa.


"Apa Anda ingin membeli hati saya..?!" tanya Agung lagi , kali ini dengan nada lebih tegas , walaupun tanpa berteriak, Rendy bisa mendengar adanya nada kemarahan dan kekecewaan dari suara si Bowo Agung itu. apalagi melihat sorot matanya yang tadinya tenang sekarang berubah menjadi merah membara. dalam hatinya ia tersenyum.


~ternyata melihat dia merasa kesal tapi tak bisa membantah sangat mengasyikkan juga~ batin Rendy. (dasar somplak Kowe Ren...)


"Sudah aku katakan Risa... aku tidak akan menyerah kan mu pada sembarang orang. !" ucap Rendy santai . sambil menyandarkan punggungnya, dan melipat tangannya di dada. tak lupa sebelah kaki nya yang di angkat dan di tindakan di atas kaki yang lain. sorot matanya tenang menatap ke arah Agung. "Lelaki ini yang baru saja beberapa saat yang lalu bilang sudah jatuh cinta padamu, kau harus tau segalanya tentang masa lalunya.!" lanjutnya.


Mendengarnya Agung hanya tertawa sinis.


"Saya tahu , bukan hal yang sulit bagi orang seperti Anda untuk mencari informasi apapun tentang saya.?!" ucap Agung . dia mengingat beberapa hari yang lalu , seorang guru dari SMA di desanya mencari informasi tentang dirinya, dan karena merasa tidak pernah membuat kesalahan apapun maka dia membiarkan guru itu membuka semua data tentang nya . " lalu bagaimana hasil penyelidikan Anda?! apakah ada nilai-nilai minus di raport saya ?!" tanya Agung yang merasa geram.


"Ren...?!" Marisa menggelengkan kepalanya berharap apadi ucapkan Agung itu tidak benar, ya Tuhan itu adalah pribadi seseorang, dan Rendy sudah melanggar nya.


"Sudah aku katakan sejak awal Risa, siapapun yang nanti akan menjadi pendampingmu , dia harus melalui tahap seleksi dariku. aku tidak mungkin melepaskanmu untuk orang yang tak ku ketahui asal usulnya . !" Rendy tetap tak mau merubah keputusannya. Marisa mengusap matanya yang berkaca-kaca. dia memang belum benar benar memutuskan untuk menerima Agung, tapi juga tak ingin Rendy memusuhi Agung,

__ADS_1


Risa juga menerima jika Rendy akan m.e.nguji Agung, tapi tidak seperti itu caranya


__ADS_2