
Halo semuaa jumpa lagi dengan karya suka yaa, oh iya bab 1,2, dan tiga sudah di revisi yaa, silahkan di baca ulang semoga hasilnya lebih baik
kembali ke masa kini
Aku dongakkan wajah menatap langit langit ruangan ku . kuhapus beningan kristal yang masih tersisa di sudut mataku. tidak ... aku tak boleh seperti ini. bukankah dulu aku bisa tegar, bukan kah aku sudah berhasil melewatinya. ya benar semua sudah lewat, dan aku sudah berhasil memenangkan pertarungan melawan hatiku, seharusnya aku tak lagi menangis , "Ayo bangun Maya... tunjukkan kalo kau bisa lebih baik tanpa dia.!!"
Aku bangkit dan menuju wastafel yang ada di kamar mandi ruangan ku . kubasuh wajahku agar lebih segar. Aku sudah pernah berjanji pada diriku sendiri bahwa aku tak kan lagi mengingat masa lalu kelam. Ya benar, aku sudah berjalan sejauh ini , sudah dua tahun berlalu, dan Sekarang aku sudah berada dalam posisi yang tak bisa di pandang sebelah mata oleh Arman.
Walaupun untuk melalui semua itu aku menjadi sedikit takut jika harus menjalin komitmen dengan seorang pria, bukan takut sih hanya saja ada seseorang yang aku sukai tapi aku tak berni mengungkapkannya ,
Aku kembali ke meja ku. aku sedikit bertanya tanya dalam hatiku , kenapa aku bisa bertemu dengan Arman di perusahaan ini..??
ah mungkin saja dia salah satu karyawan , atau mungkin salah satu jajaran petinggi di sini. Biarkan saja, memang apa urusan ku ??
Aku kembali merenung, mengingat kembali semua perjalanan hidupku , bagaimana bisa aku yang hanya pelayan di toko pakaian Sekarang bisa ada di tempat ini
flash back on
pagi itu keesokan hari setelah aku memergoki pengkhianatan Arman...
"Selamat pagi pak Anwar yang kece..!!" pagi pagi aku sudah tiba di toko dengan penuh semangat karena aku sungguh masih penasaran dengan Nyonya Farida
"Pagi.., jangan ganjen kamu itu masih dagangan.." ish.. aku langsung cemberut dengan jawab an pak Anwar.
"Tumben kamu jam segini sudah nyampe, kesambet apa..?? biasanya yang alasan masih ngantar sarapan ke tempat pacar lah .. apalah.." lanjutnya yang membuat ku terbungkam, dan tertunduk ada yang tercubit dalam hatiku. iya itu memang benar, itu dulu, aku yang begitu bodoh yang selalu mengutamakan kebutuhan Arman bahkan sebelum perutku sendiri terisi.
"Kenapa... ?? ada yang salah sama kata kataku ..??" tanya nya melihatku terdiam, aku menggeleng lemah. mungkin dalam hatinya terkaget dengan reaksiku, karena itu jelas bukan sifatku jika harus diam tanpa protes. "Kamu boleh curhat dulu kalo mau, mumpung belum ada pembeli datang.." sambungnya lagi, sambil menatap lekat padaku
"Dia berselingkuh di belakang saya pak..." akhirnya aku mengadu, dengan kepala tertunduk
"Oohh..." jawabnya yang otomatis membuat ku mendongak . cuma oh, what demi apa hanya oh saja , masa hanya oh..
"Kok cuma *Oh* sih pak..??"
__ADS_1
"Emang harus apa..??" dia malah tanya , sambil tertawa mengejek lagi.. yang membuatku jadi dongkol.
"Saya ini barusan ngadu pak.. pacar saya selingkuh..!!" tandasku "Harusnya pak Anwar kaget dong..!!" lanjutku
"Sudah tahu..!!" jawabnya singkat.
"kok sudah tahu ..?? maksudnya gimana..??" otak tololku kembali nge lag sinyalnya.
"Aku sudah tahu pacarmu itu selingkuh, makanya tidak kaget" jawabnya yang justru membuatku kaget
"What , demi what .. what..?? maksudnya..?? pak Anwar sudah tahu kalo pacar saya selingkuh.??" aku masih rak percaya dengan yang kudengar
"Iya..!!"
"Kapan pak,...? dimana..?? sejak kapan..?" kok pak Anwar gak ngasih tahu saya ??" ttanyaku menggebu, aku benar benar tak percaya
"Sudah lama, " jawabnya.
"kok pak Anwar gak ngasih tahu saya sih..??" tukasku lagi
"Kan biar saya tahu pak, biar saya gak di bodohin dia terus..??
" Kamu saja yang lola, jadi Sekarang kamu sudah sadar kan kalo kamu itu bodoh ..??" dia kembali meledek ku, sungguh caranya tertawa itu membuatku gemas sampai sampai ingin meleparnya dengan kotak makan yang masih ku pegang. tapi kalo ku lempar nanti aku mau makan apa..aku cemberut pura pura marah
"Makanya punya akal itu di pakai sedikit, jangan cuma nurut aja jadi cewek itu. mana ada cowok baik baik yang kerjanya cuma minta uang sama ceweknya..?? kalo dia benar benar sayang sama kamu seharusnya dia yang memberikan uang untuk mu..!! .
Tiap kali kamu cerita kalo uang mu kamu gunaka untuk entah apa kepantingan pacarmu, kamu sudah pernah aku ingat kan kan..?? jangan terlalu royal , emang kamu mau dengan saranku ?? enggak kan ?? malah kadang kamu bela bela in kasbon, dasar o'on.!!"
huh pedas sekali sih ceramahnya, walaupun memang iya sih. sebodoh itu aku dulu. Sekarang aku hanya bisa menunduk merutuki ketololan ku.
"Sudah sana mulai kerja, siapkan semua, nanti keburu ada pembeli datang,!! jangan nangis lagi, emang belum puas kamu nangis kemarin !!" perintahnya. benar benar tak punya empati sedikitpun
"Iya pak.." jawabku pelan, aku usap air mata yang hampur terjatuh kembali, memang benar aku tak boleh terlalu larut dalam patah hati ini, kuhembuskan nafas kasar . lalu melangkah untuk mulai menata dagangan pakaian.
__ADS_1
"Maya..!!" panggilnya saat aku sudah mulai bergerak aktif. membuat ku menoleh menghentikan aktifitasku
"Ya .. pak !" jawabku
"Kamu tidak boleh kalah, tunjukkan kalo kamu akan lebih bahagia tanpa dia. jangan biarkan dia melihat mu menangis, rugi besar kalo kamu jadi down gara gara dia , lelaki seperti dia tak layak mendapatkan kehormatan airmata darimu !!" oh sungguh wejangan nya membuat ku meleleh. ah... pak Anwar memang sebaik itu, dia juga selalu sigap menolong ketika karyawannya dalam kesulitan .
"Siap pak..!!" jawab ku sambil memberi hormat layaknya bendera negri "saya janji mulai Sekarang saya gak akan lemah" lanjutku
"good.."" dia tersenyum sambil mengacungkan jempolnya. "Suatu hari kamu pasti akan bertemu jodoh yang baik untukmu" lanjutnya "Sudah sana balik kerja jangan cengar cengir disitu !!" sentaknya. aku segera kembali bergerak melanjutkan tugasku.
"Eh .. pak ..pak.. kalo saya pacarannya sama bapak aja gimana..?? bapak kan baik hati jadi saya gak mungkin disakiti lagi..?" aku cengar cengir setelah menggodanya, sudah lama sekali tidak menggodanya , lidahku jadi gatal. dan sepertinya menggoda majikanku ini lebih bermanfaat dari pada menangisi Arman
"Mayaaa !!" geramnya.
"Eh gak kok pak bercanda pak bercanda , pis ya pak pis..." godaku sambil menunjukkan salam dua jari. karena seperti nya pak Anwar mulai naik tensinya
"Kamu itu bukan tipe saya, istri saya jauh lebih cantik darimu, dan juga seksi, gak kayak kamu ini kurus kerempeng. !" tandasnya yang membuat ku cemberut,
"Ish pak .. saya ini gak kerempeng ya ..!! tapi langsing.
langsing pak L A N G S I N G," bantahku yang malah membuat terbahak.
"Sudah sana balik kerja !!" sentak nya setelah reda tawanya.
"Ya pak ya... mau ya pak jadi pacar saya, paca kedua juga gak papa kok pak, lumayan kan pak buat cadangan.." aku kembali menggodanya sambil mengedip ngedip kan dua mata seperti gadis genit, membuat dia menggesah malas atau mungkin kembali darah tinggi
"Sudah ku bilang jangan ganjen, Maya..!!" dia Sekarang berkacak pinggang. "Kamu itu masih dagangan, kamu mau nanti laki laki yang melihatmu jadi ilfiel ??" peringatnya , ish selalu saja
"Ish kenapa sih bapak tu selalu bilang saya dagangan..?? , emangnya saya ini pakaisn yang di etalase ??" aku jadi cemberut, dan dia lagi lagi tertawa seolah mendapat lelucon gratis, dan tentu saja iru membuat ku makin manyun
"kenapa saya bilang kamu itu dagangan..??" tanyanya seolah ini teka teki, "karena kamu itu... " dia menjeda katanya yang membuatke penasaran.
"Karena kamu itu.... BELUM LAKU !!! ha ha ha ha " dia tertawa terbahak bahak , sambil berlalu meninggalkan ku menuju meja kasir ysng selalu menjadi kursi kebesarnnya
__ADS_1
Aku menggeram kesal, what so what what , ini jelas penghinaan kan namanya, aku hentakkan kakiku dengan tangan terkepal, boleh gak sih kalo aku lempar dia dengan kemoceng yang ku pegang ini..??