SETELAH KAU KHIANATI

SETELAH KAU KHIANATI
14 Ayo Kita Balikan


__ADS_3

Aku baru saja merebahkan tubuhku di atas ranjang, setelah beberapa saat lalu mas Rendy mengantarkan ku pulang, yaah aku lebih memilih pulang, bagaimana pun antara aku dan mas Rendy tidak ada hubungan darah


sekarang apapun aku dengan nya , tetap saja kami adalah orang asing, yang kebetulan di pertemukan dengan ikatan sebagai saudara, karena sama sama di adopsi oleh Bu Farida.


"klinting.." notifikasi dari ponselku berbunyi. enggan dan lelah , tapi tetap ku tengok juga, sebuah nomor asing lagi, kenapa hari ini banyak sekali nomor tak ku kenal masuk ke kontak ku.


"May.. aku tahu ini kamu, aku tahu kamu masih marah padaku, tapi tolong beri aku kesempatan untuk bicara..!" tidak ada photo profilnya, tapi dari kata katanya aku tahu itu Arman.


"Huh.. " aku mendengus kesal , mau apalagi dia, sampai bela belain beli nomor baru segala Setelah nomor sebelumnya ku blokir.


Di antara kami tak ada lagi yang perlu di bicarakan, aku menganggap semua nya sudah selesai sejak saat di mana aku memergokinya dengan Regita.


Bukannya Arman tidak pernah mengajak balikan, pernah. dia pernah mengajak balikan , itu dulu , keesokan hari setelah aku melihat pengkhianatannya. sore hari sepulang aku kerja, dia sudah menunggu di gang dekat tempat kos ku. kalau aku mau menerima nya , sudah kulakukan sejak dulu , bukan baru sekarang setelah aku bisa sukses


......................


Flash back


sore itu sepulang aku kerja, aku melihat nya berdiri di gang dekat kos ku, tapi aku tak peduli memilih tetap acuh padanya


"Maya... tunggu..!" dia mencekal tanganku yang mencoba melewati nya." kita harus biara! " ucapnya sambil masih mencekal tanganku


"Lepas, atau aku akan teriak..!" bentakku


"Ok... ok..." dia mengangkat kedua tangannya.


"Beri aku waktu untuk bicara..!" pintanya

__ADS_1


"Apalagi..? semua sudah selesai, tak ada lagi yang perlu dibicarakan, !" jawabku tegas


"May... berikan aku kesempatan untuk bicara, ku mohon..!" pintanya sambil menangkupkan tangan di dada.


"Ok.. bicara lah akan ku dengar, to the point, jangan terlalu lama, aku lelah dan aku butuh istirahat..!!"


"May... sejujurnya aku katakan , aku masih Sangat mencintaimu, ayo kita baikan, aku minta maaf untuk kesalahan ku kemarin, jujur saja aku khilaf.!" ucapnya


"Bulshit..." umpatku, dia mendongak kaget, mungkin. dia tak percaya umpatan itu keluar dari mulutku. "Sudah..?? kau sudah selesai bicara..??" Sekarang biarkan aku lewat.


"Maya .. dengar kan aku... aku berbicara jujur dari hatiku, aku benar benar masih mencintaimu, aku tak bisa hidup tanpamu..!!" tegasnya lagi.


"Tak bisa hidup tanpa ku atau tanpa uangku Arman..??!!" dia mungkin terkejut aku menyebutkan namanya tanpa embel embel *mas* aku tak peduli. "Oh iya aku lupa, tiga hari lagi waktunya kamu bayar kos Kan..??!!" aku mempertegas maksud kedatangannya, dia terlihat gugup dan salah tingkah "cih.." batinku


"Tidak.. itu tidak benar Maya... tidak seperti itu, mulai Sekarang aku akan membayar kos dengan uangku sendiri, juga aku akan membiayai hidupku sendiri, aku hanya mau kita baikan, ayo kita mulai dari nol lagi..!!" serunya tergagap


" Kau pikir aku ini pom bensin mas yang tiap ada pembeli selalu bilang *di mulai dari nol ya mbak..?* begitu..?" seruku , membuat dia makin salah tingkah


"Jadi sebenarnya kamu sadar kan kalau selama ini kamu merepotkan..??"


"Iya Maya.. iya.. aku sadar aku salah jadi tolong maafkan aku, hubungan ku dengan Regita hanya karena kesalahan, tolong maafkan aku, ayo kita baikan.."


"Tidak... T I D A K... kau tahu arti kata tidak kan ..??!!"


"Kau berubah Maya... dimana Maya yang dulu lembut dan pemaaf..?" huh setelah dengan cara biasa tak mempan dia mencoba bermain drama rupanya, sayang sekali itu gak ngefek di mataku.


"Huh... kau bertanya seperti itu??, kau yakin..??, atau kau lupa karena apa akh Berubah..??"

__ADS_1


sergahku, "Kau yang membuat ku berubah Arman...! kalau kau bertanya di mana Maya yang dulu . maka jawabannya adalah...


*Maya yang dulu sudah mati, terkubur bersama pengkhianatanmu..!" jawabku


setengah berteriak, melampiaskan rasa sesak dalam dadaku


"Mayaa... Aku benar-benar minta maaf, aku hanya ingin kita kembali seperti dulu, lupakan semua yang telah terjadi..!" lirihnya


"Enak sekali kamu ngomong, lupakan yang sudah terjadi..??, kalau seandainya aku yang berkhianat, apa kau juga akan menerima nya ..??" sentakku , yang di jawab hanya dengan gelengan kepala.


"Ok.. " kataku kemudian, kulihat matanya tampak berbinar. "Kalau hanya untuk maaf, ok aku maafkan, tapi untuk kembali, jawaban ku tetap sama. tidak T I D A K..!" tugasku


"Sombong kau Maya... !" bentaknya. lihat .. lihatlah, baru saja beberapa saat yang lalu dia mencoba merayu, Sekarang sudah terlihat keasliannya. aku berdecih sinis. "Kau pikir kau itu sudah paling hebat haa..??!" tambahnya lagi. aku lipat dua tangan di depan dada, biar kudengar lagi apa yang akan di katakan nya


"Coba kau lihat dirimu itu, apa menurutmu kau itu cantik..?" tentu saja aku tak merasa akh cantik, akh juga tahu kalau Regita memang lebih seksi dari ku. "Kau bahkan tak layak disebut sebagai wanita..!" lanjutnya. ada denyut nyeri dalam dadaku, orang yang selama ini ku puja, bisa bicara seperti itu. tapi ku abaikan rasa sakit itu. aku tak mau terlihat kalah olehnya, ku tutupi sesakku dengan tawa sinis.


"kau bahkan tak bisa merawat dirimu sendiri, kau sama sekali tak bisa berhias, apa kau tahu aku selalu malu tiap kali berjalan dengan mu..apa kau pikir ada yang mau menjadikan mu pacarnya selain aku..?? seharusnya kau berterimakasih padaku, bukan bersikap sok jual mahal seperti ini. !" lanjutnya terengah engah, karena bicara sambil teriak . aku bertepuk tangan, aku mulai memindai sekitar ku kulihat beberapa orang mendekat dalam jarak aman menguping


"Sudah selesai...?? kenapa diam ?? ayo lanjutkan!! . kenapa berhenti..??" dia memandangku tajam seakan kemarahan berada di ubun-ubun, hingga mungkin dia tak sadar bahwa sejak tadi kami sudah jadi tontonan, karena memang gang itu berada di pemukiman padat penduduk


"Sekarang boleh aku jawab..?? boleh aku gantian bicara..?? Aku menjeda kalimatku sejenak untuk mengambil nafas , " Kau pikir kenapa aku bisa seperti ini, kenapa aku terlihat jelek, kenapa aku tidak bisa berhias, kenapa aku kucel, kenapa pakaian yang kugunakan tiap hari lusuh dan tidak modis..? , kau yakin tidak tahu jawaban nya...?? aku berhenti sejenak menghembuskan nafas


"Semua ini karena kamu Arman, .!!" bentakku. dia terbeliak menatapku. "Ya.. karena mu, aku tidak bisa berhias, tidak bisa perawatan, tidak bisa membeli baju bagus, semua itu karena mu, karena seluruh uang gajimu ku berikan padamu..!! Apa kau tidak sadar itu Arman..??!!" teriakku semakin berapi api, sambil melirik sekeliling yang semakin banyak orang


"Maya.. sudah cukup .. stop , aku minta maaf.. hentikan teriakanmu..!!" agaknya dia mulai sadar kalau kami jadi tontonan


"Tidak... kenapa aku harus berhenti sekarang.. aku belum selesai.. " potongku . "Ya.. Arman, aku jelek aku kampungan, aku lusuh, tidak modis. tapi wanita yang kau bilang jelek dan kampung an ini, dia lah yang membuat MU bertahan hidup sampai detik ini. Membuatmu bisa berdiri sampai di titik ini..!! apa kau sadar itu ??!!" lanjutku

__ADS_1


"Mulai sekarang jangan perlihatkan wajahmu di hadapan ku, berpura-pura lah tidak saling kenal jika tak sengaja bertemu, wanita yang jelek dan kampungan ini bisa mencari kebahagiaan, dan justru akan lebih bahagia tanpa mu..!!" tugasku. lalu berlalu dari tempat itu


"Huuu.. ternyata parasit..." kudengar sekilas cemoohan mereka yang menyaksikan drama barusan, dan aku tak peduli


__ADS_2