SETELAH KAU KHIANATI

SETELAH KAU KHIANATI
SKK S2 Alasan Maya


__ADS_3

" Assalamualaikum. ..!" ucap Maya dan Rendy begitu mereka masuk ke dalam rumah . hari ini mereka sudah kembali bekerja setelah satu Minggu cuti pernikahan.


" Waalaikumsalam,.!" jawab Si Mbok sambil tergopoh-gopoh menyambut kedatangan Maya.


" Mbak Nona ..? Sudah pulang ? Mbak Nona bawa apa ..?!" sambut simbok sambil menerima kantong plastik yang dibawa oleh Maya.


" itu nasi tiwul yang simbok pesan tadi pagi." jawab Maya. tadi pagi sebelum Maya berangkat , memang dia bertanya pada Mbok Minem dia ingin untuk dibawakan apa Ketika nanti pulang , Tetapi Mbok Minem bilang tidak menginginkan apa-apa. karena Pikir mbok Minem paling di sini tidak ada .


Mbok Minem ingin makan nasi tiwul. tapi biasanya nasi tiwul kan hanya ada di desa. orang kota mana ada nasi tiwul . begitu pikir Mbok Minem. dan karena Maya sangat menyayangi Mbok Minem maka dia berusaha mencarinya. dia tadi sampai masuk ke dalam pasar tradisional dan mendapatkan apa yang diinginkannya .


kemudian Sesampai di kantor disimpannya nasi tiwul itu ke dalam kulkas agar tidak basi saat dibawa pulang.


"Waah.. dapat, ternyata . di kota juga ada nasi tiwul..?" ucap Mbak Minem Kegirangan.


" Suruh mbak yang di belakang buat angetin dulu mbok...!" itu dingin soalnya tadi Maya masukkan kulkas ucap Maya pada Mbok Minem.


"Iya , injih .. mbak nona , makasih yaa,.?!" simbok beranjak menuju dapur Dengan girangnya.


Sedangkan Maya menghentikan langkahnya mendengar ucapan Mbok Minem. Dia mendengus kesal.


"Kenapa sayang,..?!" tanya Rendy yang langkahnya ikut terhenti.


" itu mas.. sebel Maya sama Mbok Minem, selalu aja dia itu manggil maya, Mbak Nona Mbak Nona, Mbak nona , padahal kan Maya udah bilang sama dia untuk Panggil Maya , ya Maya aja nggak Mbak Nona gitu . masak manggilnya double-double Udah Mbak dikasih Nona juga lagi.!" gerutu Maya.


Randy membolakan matanya malas. memang nya dari mana asal muasalnya panggilan itu bermula.


" kamu Amnesia..? Atau tidak punya kaca ?? mau aku belikan kaca yang besar,?!" tanya Rendy jail.


" eh apa maksudnya ? kok bisa sampai ke kaca ? nggak nyambung banget sih !! Lagian nggak pakai kaca juga Maya udah cantik dari sono nya .!" ucap Maya narsis sambil mengibaskan rambutnya

__ADS_1


Rendy hanya bisa menggelengkan kepala . istrinya ini memang sungguh ajaib tingkat ke narsis an nya


" jadi kamu pura-pura lupa..? atau benar-benar lupa ?! Memangnya siapa yang jadi penyebar virus di sini ?! atau mungkin kamu memang sudah bangga karena virusmu itu sudah menyebar luas ?! mereka semua jadi ikut-ikutan sengklek seperti kamu itu kan?!" tukas Rendy


" Mas Randy ngomong apaan sih?! Maya ini bukan orang penyakitan ya ?! jadi nggak mungkin Maya menyebarkan virus. enak aja cantik-cantik gini dianggap penyebar virus ?!" jawab Maya sewot, sambil berkacak pinggang.


" jadi perlu aku ingatkan ? kamu lupa bagaimana dulu pertama kali kamu memanggil ibu? Ayo coba diingat-ingat lagi." ucapkan di geram. sedangkan Maya hanya bisa menyengir, demi mendengar apa yang dikatakan Rendy


itu memang benar pada awalnya saat dia baru datang, karena dia sungkan kalau memanggil Bu Farida dengan sebutan ibu, akhirnya dia menyertakan juga sebutan Nyonya. Sehingga kadang dia memanggil Bu Farida dengan sebutan Ibu nyonya, atau kadang juga malah di balik menjadi Nyonya ibu.


masalah tidak berhenti sampai di situ , karena kemudian para pelayan yang semula memanggil Bu Farida dengan sebutan Ibu, akhirnya malah ikut-ikutan menjadi Ibu nyonya., mereka yang awalnya mentertawakan malah ikut ikutan. Karena di anggap unik.


"He he he ... iya mas lupa. !" Maya menampilkan Salam Dua Jari. " Tapi itu kan berarti Maya hebat Mas, Maya bisa jadi trend setter kan kalau begitu namanya.!" tetap saja Maya tidak mau dianggap salah . karena dia menganut paham , pasal suami istri nomor satu , yang bunyinya adalah bahwa wanita selalu benar.


Randy mendengus kesal lalu kemudian berlalu meninggalkan Maya dan beranjak ke kamarnya lebih dahulu , terserah lah istrinya itu mau bilang apa, toh berdebat juga percuma. dia sudah lelah setelah seharian bekerja dia ingin segera mandi. Dan karena hal yang diributkan tadi, dia malah jadi ingat pada Tom, yang juga memanggilnya dengan sebutan Tuan mas bos. benar-benar mulut istrinya itu sudah seperti virus menular.


"Tadi itu , mbak Wulan telepon Mbak,.!" lapor mbok Minem ketika mereka sedang duduk santai di depan TV .


" memangnya ada apa mbok..?" Tanya Maya


" Dia bicara nya sama Sari, iya kan Sar..?!" mbok Minem menoleh ke arah Sari.


"Iya mbak, kata Mbak Wulan kalo boleh itu yang baru punya anak kecil itu minta ketemu sama Mbak Maya.!" jawab sari.


"Regita. maksudnya..?!" tanya Maya memastikan. karena selain Regita, di rumah singgah juga ada dua orang ibu yang punya anak kecil.


"Iya , benar yang itu mbak. " jawab sari


"Gimana Mas..?!" Maya menoleh ke arah Rendy. sedangkan yang ditanya hanya menaikkan kedua bahunya saja sambil menyebik kan bibirnya pertanda tidak mau tahu atau tidak mau ikut campur

__ADS_1


"Ish .. punya suami juga kelewat kulkas..?!" ucap Maya.


" ya karena itu kan urusan kamu? dia itu kan teman kamu , terserah kamu maunya bagaimana. kalau mau ketemu ya silakan, mau tidak yang terserah kamu, Aku tidak mau hanya karena kita sudah menikah lalu aku membatasi pergerakanmu. !" ucap Rendy


"Iiiih... so sweet banget sih suamiku ini.!" sambil dua Tangannya sudah menjewer dua pipi Rendi kiri kanan lalu menggoyang-goyangkannya, hingga kepala Rendy ikut goyang kiri kanan


" Mbak ... Sari tidur duluan ya, Sari sudah ngantuk, !" ucap sari kemudian lalu menarik juga tangan mbok Minem agar ikut dengannya. dia tentu saja tidak mau nantinya mereka malah menjadi obat nyamuk . seperti melihat drakor live.


" Oh iya Mbak silakan jangan lupa semua pintu diperiksa dulu ya ,!" jawab Maya sambil mengingatkan


" Sudah beres semua kok Mbak tadi . tadi sehabis magrib sudah saya kunci semua pintu yang di belakang . yang di depan tadi juga kayaknya habis Mbak Maya Pulang langsung dikunci juga sama Pak Adi. !" jawab Sari memberikan keterangan .. Pak Adi adalah tukang kebun yang juga tinggal di rumah itu di rumah bagian belakang. Dia tinggal bersama dengan istrinya yang juga bekerja di rumah itu sebagai tukang cuci.


" kamu masih ingin mengurusi sahabatmu itu?!" tanya Rendy begitu sari dan mbok Minem berlalu.


" tidak mengurusi juga sih Mas, cuma membantu memberikan dia tempat tinggal saja . dan juga menyiapkan pekerjaan begitu dia sudah bisa bekerja itu saja. Maya tidak mau ikut campur . tugas Maya sudah selesai setelah memberikan dia tempat tinggal dan Membantu biaya persalinannya untuk kedepannya terserah dia sendiri, !" jawab Maya.


" kenapa kemarin kamu memisahkannya dengan Arman? aku pikir kemarin kamu ingin kembali pada lelaki Brengsek itu?!" ucap Rendy


"ya itu tidak mungkin lah Mas , aku memisahkan dia dari Arman hanya karena kasihan saja. Karena sebelumnya aku memang Berencana untuk memecat Arman. tapi sebelum itu dia harus berpisah dengan Regita dulu. karena kalau Arman kehilangan pekerjaan sebelum dia berpisah dengan Regita . maka dia pasti akan menahan Regita.


" karena Hanyalah Regita yang akan bisa dimanfaatkan olehnya . Arman itu parasit. aku tidak tega melihat Regita. apalagi sekarang dia punya anak kecil . dan sekarang setelah Regita berpisah dengan Arman . aku bisa memberinya tempat tinggal dan memberikan dia pekerjaan . agar nantinya bayaran yang dihasilkannya dengan mandi keringat tidak akan dihabiskan oleh Arman. sekarang dia tinggal fokus dengan bayinya saja . lebih baik dia tidak punya suami , Daripada punya suami tapi malah membuatnya menderita.!" Maya Menjelaskan alasan kenapa dia memisahkan Regita dari Arman.


" lagi pula juga menurut Regita anak yang dikandungnya itu bukanlah anak Arman . jadi walaupun anak itu lahirnya akhirnya terlahir perempuan. Kelak pun dia juga tidak membutuhkan Arman sebagai wali nikahnya."


" Lagi pula kalau memang mereka berjodoh suatu saat mereka pasti bisa bersatu kembali"


"Bagaimana kalau Regita salah paham?!"


"Itu sih urusan dia!"

__ADS_1


__ADS_2