SETELAH KAU KHIANATI

SETELAH KAU KHIANATI
SKK S2 Wanita Berkerudung Hitam


__ADS_3

"Awaaas..." seorang wanita berteriak sambil berlari ke arah Rendy. tenaganya yang sudah renta tentu saja tak bisa mengimbangi keinginannya untuk berlari kencang.


berhasil menarik tubuh Rendy untuk menghindar, walaupun mungkin dia harus mengerahkan segenap kekuatan dalam dirinya. akan tetapi dia sendiri gagal untuk segera berlari menepi sehingga


Braaak......


 Malang tak bisa di tolak , tubuh renta itu terlempar hingga beberapa meter.


Rendy yang tubuhnya tersungkur di pinggir jalan merasa shock dengan apa yang terjadi.


tersadar.. dia segera berlari kearah tubuh wanita yang terlempar


"Nyonya...! nyonya... Anda baik baik saja...!" Rendy bertanya dengan panik dan cemas. Entah kenapa setiap orang yang sedang cemas, selalu mengeluarkan pertanyaan seperti itu. tentu tidak ada yang baik baik saja setelah tubuhnya terlempar terdorong oleh kendaraan yang melaju kencang


perlahan wanita itu membuka matanya sangat lemah, tubuhnya bersimbah darah . tangannya mencoba menggapai wajah Rendy dan entah kenapa Rendy menggapai tangan itu dan menggenggamnya


" cepat Panggil ambulans ...!!!" teriak Rendy. dua orang security yang semula berjaga di depan gedung berlari mendekatinya . satu diantaranya berlari kembali ke atas untuk melapor kepada Tom. dan satunya berinisiatif untuk memanggil ambulans sesuai dengan perintah Rendy.


***


" Apa yang terjadi...?!" seru Tom ketika dia berhasil mendekat. jantungnya terasa mau copot tadi , mendengar laporan dari seorang security lewat panggilan telepon yang disampaikan oleh resepsionis . dan langsung saja dia meninggalkan berkas-berkasnya yang berada di ruangan Rendy. tadinya dia yang akan menggantikan pekerjaan Rendy. karena Rendy harus memenuhi panggilan ibunya. Yang mengatakan bahwa istrinya sedang merajuk di sana,


gadis sengklek itu tiba tiba saja berubah menjadi seorang pemalas, seluruh pekerjaan di kantornya telah di limpahkan pada orang kepercayaan pilihan Rendy dan Bu Farida


(jangan lupa ya readers, CEO berubah jadi pemalas, orang miskin mendadak kaya, maupun milyarder bangkrut dalam dua menit , di dalam dunia NOVELTOON, hukum nya adalah HALAL)


tidak lama menunggu, ambulans pun tiba

__ADS_1


" Mas Bos... " Tom berseru, sambil mencekal sebelah siku Rendy . yang hendak ikut naik ke dalam ambulans. Tom hendak menariknya, agar Rendy mengikuti dirinya


" ikut di mobil saya saja, kita iringi dari belakang !" saran Tom ketika mobil ambulans tiba dan ibu itu sudah dinaikkan ke dalam ambulans.


 Akan tetapi Rendy hanya menatap Tom tanpa suara selain gelengan kepala. . Rendy tidak bisa mengikuti Tom, sebelah tangannya di genggam erat oleh si Ibu. Dan Rendy pun sama sekali tidak merasa keberatan, apalagi karena dia merasa bahwa dia telah berhutang budi pada ibu itu . jika tidak ada ibu itu , mungkin saja nyawanya sudah melayang, maka dia pun segera naik ke atas ambulan dan duduk di samping ibu itu dibaringkan.


 Lalu Tom pun tidak bisa berbuat banyak. Begitu mobil ambulans melaju dia pun segera menuju ke arah mobilnya kemudian mengemudikan mobil itu melaju mengikuti mobil ambulans yang membawa Rendy dan ibu korban dari tabrak itu tadi.


***


" Urus semua registrasi dan biaya administrasinya, berikan dia pelayanan dan perawatan terbaik.!!" titah Rendy kepada Tom ketika mereka berdua berada di depan ruang IGD di mana Ibu itu ditangani, Randy menunggu dengan harap-harap cemas


" Sudah aku lakukan ..!" jawab Tom. Aku sudah melakukannya sebelum aku menyusul mu ke depan ruang IGD ini tadi lanjut Tom lagi.


 Rendy menolehkan wajahnya menatap Tom sekilas. Dia merasa bahwa dirinya benar-benar beruntung memiliki asisten sekaligus Sahabat yang se cekatan Tom. Dia sudah tahu apa yang harus dilakukannya tanpa ada perintah sebelumnya.


 Rendy masih terbayang wajah wanita itu tadi, yang tadi ditunggui nya di dalam ambulans . mata yang terpejam itu menampilkan bibir yang penuh dengan senyum. dan wajah itu sama sekali tidak menyimpan gurat kesedihan ataupun rintih kesakitan. sedangkan dia melihat kerudung hitam yang dikenakannya. Penuh bersimbah d4r4h


Aneh...


itulah yang ada dalam pikiran Rendy. walaupun wanita tua itu sedang pingsan, Bukankah seharusnya dia tampak meringis kesakitan , tapi hal seperti itu tidak terdapat di wajah wanita tadi.


"Cari tahu apapun tentang kecelakaan tadi, usut sampai tuntas..!" ditaruh di pada Tom.


" sedang kulakukan...!" ucapkan sambil menunjuk ke arah ponsel aja. Rendy terdiam. Tom memang selalu tahu apa yang harus segera dia lakukan dalam keadaan darurat.


" Apa Anda membutuhkan sesuatu ?" tanya Tom setelah beberapa menit , dan Rendy hanya menjawab dengan golongan kepala.

__ADS_1


 Suara pintu ruang IGD terbuka harus segera berdiri menyongsong dokter yang keluar dari ruangan tersebut.


" bagaimana ?!" tanya Tom


" pasien kritis...! luka di kepalanya sangat parah.! dia harus segera dioperasi , akan tetapi dia telah kehilangan banyak darah. sehingga membutuhkan transfusi . sedangkan di rumah sakit ini jenis golongan darah yang sama dengannya kosong. !" dokter memberikan keterangan


" Apa golongan darahnya..?" tanya Tom dia berpikir barangkali saja darahnya cocok dengan pasien itu


" Golongan darahnya O sedangkan di bank darah di rumah sakit ini sedang kosong.!" ucap dokter tersebut


apa menggelengkan kepalanya karena dia tidak memiliki golongan darah yang sama golongan darah dia adalah A, akan tetapi dia kemudian teringat akan sesuatu lalu dia mendekat ke arah Rendy , yang masih terdiam di tempat duduknya.


"Mas Bos.. " panggil Tom, akan tetapi Rendy seperti sedang berada di dunia lain . pandangan matanya kosong . dia seperti orang linglung. Apakah itu artinya dia juga tidak mendengarkan penjelasan Dokter tadi


"Mas Bos..!" panggil Tom lagi kali ini sambil menggoncang bahu Rendy, sehingga Randy pun mendengar ke arahnya.


" pasien membutuhkan golongan darah O , keadaannya sedang kritis sekarang , dan harus segera dioperasi sedangkan bank darah di rumah sakit ini sedang kosong untuk golongan O, !" Tom mengulangi kembali apa yang sudah dijelaskan oleh dokter.


Rendy sontak berdiri lalu mendekat ke arah dokter.


" Ambil darah saya , golongan darah saya O lakukan secepatnya dan Lakukan yang terbaik.!" titah Rendy kepada dokter


" silakan Ikuti saya..!" ucap dokter kemudian melangkah . dan Rendy mengikuti di belakangnya . untuk dicek apakah benar-benar cocok atau tidak . karena semua harus sesuai dengan produser di rumah sakit. walaupun Rendy mengatakan bahwa golongan darahnya sendiri adalah O, Tetapi dia juga tetap harus diperiksa apakah kondisi darahnya itu layak dan sehat , ataukah ada sesuatu di dalamnya, yang memungkinkan dia tidak bisa menjadi pendonor, sebelum lalu kemudian melakukan transfusi.


Rendy merasa keberatan, mendengar ucapan dokter , yang mengatakan darahnya layak ataukah tidak untuk ditransfusikan. karena dia selalu mengikuti pola hidup sehat selama ini.


akan tetap Rendy tidak ingin banyak bicara, yang akhirnya justru akan memperlambat proses proses pengambilan darah. Oleh karena itu dia mengikuti saja apa yang dikatakan dokter, tanpa banyak mengucapkan kata apapun. selain hanya diam dan menurut.

__ADS_1


__ADS_2