SETELAH KAU KHIANATI

SETELAH KAU KHIANATI
SKK S2 Regita kini


__ADS_3

Sementara itu nun jauh disana , di tempat yang sama sekali tak terusik hingar bingar meriahnya pesta. di sebuah rumah yang sederhana tapi asri,


seorang wanita duduk di sebuah kursi kayu , dengan seorang bayi perempuan di pangkuannya. matanya menatap nanar ke arah televisi yang menyala di hadapan nya. sambil jemari tangannya mengusap bendungan kristal yang membasahi pipi tanpa bisa di cegah nya.


"Kau sangat cantik hari ini Maya, kau sangat cantik, kau memang sudah cantik dari dulu. " ucapnya sambil terus mengusap air matanya.


"Ooeekk... ooeekk... " pandangan yang sedari tadi tak lepas dari pesawat 21 inc di depan nya itu pun teralihkan . disibakkannya kaos yang di kenalannya untuk memberikan ASI pada putrinya.


Lalu mata itu kembali beralih ke siaran pernikahan dua orang pasangan konglomerat yang di siarkan secara live di semua stasiun televisi, terbukti Chanel manapun dia mengarahkan remotnya , itu juga yang muncul , akhirnya dia pun berhenti bermain remot. mungkin dia memang harus melihatnya.


"Kau sudah bahagia ya sekarang..? kau menang tanpa berperang, aku kalah Maya, aku kalah, aku yang selalu iri dengki padamu , lalu apa yang aku dapatkan sekarang, aku bahkan harus memiliki anak tanpa suami...!" dia kembali tergugu, air mata kembali bercucuran, kini malah di ikuti Isak yang memilukan.


"Krieet... "


suara pintu yang terbuka membuatnya reflek menyeka air matanya, lalu menoleh.


"ibu sudah pulang..?" tanya Regita sambil beranjak berdiri dari posisi duduknya.


"Iya.. ada apa.., ? kau habis menangis ? apa yang terjadi?" seorang wanita paruh baya menghampiri nya. dan menelisik memandang wajah Regita yang tampak bengap.


"Tidak ada apa-apa ibu..?" jawab Regita sambil berusaha tersenyum. tetapi tentu saja wanita itu tidak percaya, mana ada orang menangis tanpa alasan. pandangan nya beralih pada layar televisi yang masih menyala.

__ADS_1


"Oh .. kau juga melihat berita pernikahan itu ?" tanya si wanita. "Lalu apa yang membuatmu menangis? apa kau mengenal mereka ? apakah keluargamu ?"


"Iya Bu , saya memang mengenal mereka ,


mempelai wanita itu bisa juga di bilang saudara jauh saya, tapi..." ucapan Regita terhenti, dia ragu untuk menceritakan atau menyimpan kisah masa lalunya.


"Kau bisa menceritakan nya kalau mau , tapi aku juga tidak memaksa , itu terserah padamu" sahut wanita itu.


"Setelah saya menceritakan semua nya, mungkin ibu akan kehilangan rasa kasihan pada saya.!"


"Kalau begitu simpan saja..!" ucap Ibu itu, lalu hendak berlalu


"Tidak Bu , saya ingin menceritakan semuanya. saya ingin ibu tahu semua masa lalu saya, setelah itu terserah ibu , jika masih bersedia menampung saya , saya akan sangat berterima kasih, atas semua kebaikan Bu Wulan, yang telah mau menampung saya, memberikan saya tempat tinggal selama lebih dari satu bulan ini bahkan telah dengan rela hati memberikan biaya persalinan untuk saya dan juga memberikan perlengkapan yang layak untuk anak saya , dan jika tidak saya akan pergi. toh saya sudah melahirkan."


 Kemudian Mengalirlah segala masa lalu Regita dari bibirnya . tak ada yang terlewat dari cerita Regita . mulai dari kehidupannya di kampung , kemudian ikut dengan Maya untuk pergi merantau ke kota , dan juga sikap buruknya yang telah mengambil kekasih Maya . Bakkan berlanjut hingga cerita perselingkuhan, bahkan juga pernikahannya dengan Arman . yang kemudian berakhir dengan Arman menceraikannya atas keinginan Maya . tak ada yang ditutupinya sedikitpun.


dia sudah tidak perduli seandainya nanti Ibu bulan akan membencinya , atau bahkan mengusirnya dari rumah itu , Walaupun dia juga tidak tahu akan kemana nantinya . Tetapi dia tidak ingin lagi memendam Masa lalu itu sendirian , ia ingin terbebas dari masa lalu itu. terbebas dari bayang-bayang dosa yang sering dilakukannya . dan berharap dia bisa memperbaiki nasibnya di masa depan . Semua demi putrinya yang baru saja dilahirkannya seminggu yang lalu . dia tidak ingin nantinya, putrinya akan mengalami nasib yang sama seperti dirinya.


 Ibu Wulan menghela nafas , demi mendengar kata demi kata, kalimat demi kalimat , yang meluncur deras tanpa henti dari mulut Regita. Kalau boleh dia jujur, Dia sangat tidak menyukai sifat Regita itu, tapi sayang dia di sana hanya sebagai seorang yang bekerja pada seseorang , apalagi jika melihat bahwa Regita sepertinya sudah berubah , masih ada sisik hatinya yang menyimpan belas kasihan.


" jadi apa bisa dibilang bahwa kau dan mempelai wanita itu bermusuhan?" tanya Bu Wulan.

__ADS_1


" tidak hanya saja yang memusuhinya, sedangkan dia tak pernah berniat sedikitpun untuk memusuhi saya. saya yang membencinya, saya yang menyimpan rasa iri dengki padanya , bukan dia


akan tetapi saya sekarang sadar, seperti apapun saya mencoba memusuhinya , seperti apapun saya mencoba meraih kebahagiaannya , Saya tidak akan bisa. karena Seperti kata pepatah, ada hukum Tabur Tuai, selama ini saya telah menabur keburukan, dan maka keburukan pula yang akan saya tuai . sedangkan bagi Maya yang selalu menebar kebaikan , sekarang kebahagiaan yang maha besar yang dia dapatkan.!" jawab Regita. .


" boleh aku tahu?? apa sampai saat ini kau masih membencinya ?? Bukankah dia yang memisahkanmu dari Arman..?"


" tidak, itu hanyalah dulu . dulu Memang aku sangat membencinya . dan ingin merebut apapun yang dimilikinya . tapi sekarang tidak lagi


" semenjak aku mengandung anakku ini , dan aku melihat semua tingkah Arman , aku tak lagi membenci Maya, aku sudah merelakan semua yang terjadi padaku . hanya saja untuk saat ini aku heran , dengan melihat berita pernikahan di televisi tadi , jika memang Maya ingin merebut kembali Arman dariku, Lalu kenapa dia malah menikah dengan Rendy ? Lalu bagaimana dengan Arman sekarang? itu saja yang menjadi pertanyaan dalam hatiku saat ini.!"


" Baiklah... karena Sepertinya kau benar-benar telah berubah , ada satu rahasia yang akan kusampaikan padamu.!" ucap Ibu Wulan


" rahasia .?? rahasia apa ??" tanya Regita tidak mengerti. .


" rahasia tentang Keberadaanmu di tempat ini. dengarlah baik-baik olehmu !! bahwa sebenarnya kau bisa berada di tempat ini, mendapatkan tempat tidur gratis , dan makan gratis , Minum gratis , pengobatan gratis, biaya persalinan gratis, perawatan gratis, untuk anakmu , Dan semua yang serba gratis, yang telah engkau terima selama lebih dari satu bulan ini, sesungguhnya itu semua berasal dari belas kasihan Nona Maya.!!"


 ucap Ibu Wulan berapi-api


jeduar...


" apa..? apa maksud dari semua perkataan Ibu tadi ?? Maya ?? Benarkah Maya yang melakukan semua ini untukku ?? tapi kenapa?? aku sudah berbuat sangat jahat padanya ? Kenapa dia melakukan semua kebaikan itu untukku ??" Regita terhenyak, untung Dia sedang Dalam posisi duduk . kalau tidak mungkin bayi dalam gendongannya akan terjatuh karena tak kuasa mendengar berita yang mengejutkan itu.

__ADS_1


Hae gaess,


jumpa lagi ya , semoga bisa mengobati kerinduan


__ADS_2